Home » , , » Review Film Keluarga Cemara (2019) : Pertunjukan Menguras Emosi dan Air Mata

Review Film Keluarga Cemara (2019) : Pertunjukan Menguras Emosi dan Air Mata


     Keluarga Cemara, sebuah serial televisi yang melegenda di Indonesia sejak awal penayangannya di tahun 1996, hingga selesai pada tahun 2005, namun serial ini masih tetap dikenang oleh penonton setianya hingga saat ini. Bahkan 14 tahun setelah tamat serial televisinya, Keluarga Cemara sebuah film layar lebar yang diadaptasi dari serialnya. Lalu apakah di tahun 2019 ini Keluarga Cemara bisa survive menyentuh hati penonton di generasi yang berbeda dari jaman kesuksesannya dia dulu? 


     |POSTER & TRAILER| Kesan yang muncul waktu lihat poster Keluarga Cemara adalah lucu, seru, rame, dan meriah. Pemeran Ara memakai kostum seperti Pohon Cemara di panggung dengan dikelilingi orang-orang yang sayang dengan dia. Semua orang ceria di dalam posternya. Deretan kesan ini juga akan kita dapatkan ketika kita menonton filmnya, walaupun kita akan mendapatkan jauh lebih beragam ekspresi, seperti kesedihan, rasa saling memiliki, dan value-value lainnya.

 

     Kehangatan keluarga berhembus keras pada kita saat menonton trailernya. Susunan gambar satu sama lain dalam mengenalkan cerita Keluarga Cemara, rapih dan enak sekali ditonton. Apalagi ketika suara Bunga Citra Lestari yang melantunkan sountrack Keluarga Cemara, seketika pecah menjadi syahdu.


     |CERITA| Keluarga Cemara versi layar lebar ini bisa dikatakan sebagai prekuel dari serialnya terdahulu, ketika Agil belum dilahirkan. Walaupun masih ada nuansa kejadul-jadulan, tapi Keluarga Cemara berhasil memasukkan unsur modern, karena film ini memang mempunyai timeline jaman now. Kehangatan keluarga yang sangat terasa, konflik sederhana yang kompleks dan diracik dengan pas, membuat Keluarga Cemara menjadi sangat menyentuh bagi kalangan manapun, sehingga entah berapa banyak air mata yang menetes tatkala menonton film ini. Keluarga sebegitu berhasilnya karena script yang begitu cerdas dengan eksekusi penyutradaraan yang tepat, menghasilkan drama menyentuh dengan tempo yang cepat namun tak terasa diburu-buru. Keluarga Cemara pintar sekali meletakkan moment drama maupun selipan komedi, sehingga tepat sasaran ke penonton.


     |VISUAL| Tampilan gambar yang dinamis, cantik, syahdu, hangat, potongan editing yang pas, dan segala unsur pervisualan Keluarga Cemara ini memang selain memanjakan mata semata, tapi penggunaannya juga tepat dan gak berlebihan. Secara estetika asyik, secara fungsi juga pas. Sebuah kolaborasi antara sutradara dan DOP yang mesra, menghadirkan gambar yang cakep. Selain itu untuk artistik, make up, dan wardrobe semuanya juga terasa pas sesuai dengan kondisi cerita.


     |AUDIO| Detail, satu kata yang pas untuk menggambarkan performa audio dari Keluarga Cemara. Tak hanya suara dialog yang empuk dan jelas, penggunaan foley juga diperhatikan oleh film ini, membuat suasana dalam adegan menjadi semakin nyata. Dan satu aspek yang cukup menjadi booster mood adalah pemilihan musik ilustrasi yang pas dengan adegan yang sedang berjalan.


     |ACTING| Keberhasilan film Keluarga Cemara, tak hanya dilahirkan dari script, penyutradaraan, visual, maupun audio saja, namun juga performa akting yang maksimal. Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri, Asri Welas, dan semua pemain benar-benar menyalurkan seluruh energinya untuk Keluarga Cemara. Semua memiliki penghayatan yang pas dan emosional yang tepat sasaran. Sehingga akhirnya penonton mudah untuk berempati pada tokoh-tokoh yang ada di film.


     |KESIMPULAN| Keluarga Cemara adalah membuka tahun 2019 dengan sangat indah dan manis. Sangat amat sayang melewatkan menonton Keluarga Cemara di bioskop. #BanggaFilmIndonesia

2 komentar:

  1. Mantap reviewnya. Aku udah nonton juga dan tentu saja puas. Paling nyesss waktu bagian 'kalian semua tanggung jawab Abah!' :')

    ReplyDelete
  2. Bener! Akupun sebahagia dan sepuas itu liat Keluarga Cemara jadi pembuka yang manis di awal tahun 2019 ini :)

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Dreadout (2019) : Seru tapi kok Cerita Lemah

       Untuk pertama kalinya Indonesia membuat film yang diadaptasi dari game horor buatan Indonesia juga, itulah Dreadout. Denga...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi