Home » , , » Review Film Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya (2018) : Satu Lagi Film Absurd Tahun ini

Review Film Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya (2018) : Satu Lagi Film Absurd Tahun ini


     Setelah ketidakjelasan film Keluarga Tak Kasat Mata yang diproduksi oleh Max Pictures pada tahun lalu, ternyata Max Pictures masih berminat untuk membuat sebuah film bergenre horor, kali ini diberikan label Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya. Saking banyaknya film tentang jelangkung, judul filmnya pun jadi beragam, dari jelangkung, jailangkung, sampai jalangkung. Penggunaan mantranya pun juga berbeda-beda, jika biasanya Jelangkung-Jelangkung, Datang Tak di Jemput, Pulang Tak Diantar, lalu di film Jailangkung, mantranya jadi Datang Gendong, Pulang Bopong, dan di Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya, mantranya lebih kekinian, Jailangkung Datang untuk Dimainkan, Please Help Me Find Something. Entah karena copyright atau karena ingin beda (?) Tapi yang jelas, apakah Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya ini bakal jadi film yang epic?


     |POSTER & TRAILER| Posternya simpel gak berisik, tapi juga jatuhnya biasa. Jelangkung dengan desain yang berbeda, didalam sebuah peti kayu yang mengapung di air, jadi teringat sama poster film Danau Hitam.


     Trailernya juga cukup ngacak, mungkin karena basic ceritanya juga cukup absurd. Jadi yaaa trailernya jadi gak begitu menarik, kecuali adegan mandi di sungai...eh


     |CERITA| Baca sinopsisnya di 21cineplex.com aja gak jelas. Eh ternyata ketidak jelasannya itu terpampang nyata di sepanjang film selama 82 menit yang di ada-adakan. Film yang gak punya pondasi yang kuat. Alasan dan motivasi yang pakem untuk dijalankan dalam memutar roda cerita juga lemah.


     |VISUAL| Gambarnya yang jumping sana, jumping sini juga sangat mengganggu. Khususnya color grading yang bermain keras, berusaha keras, tapi akhirnya juga tetep gak enak. Shooting siang, seolah-olah malem. Atau kadang mainan beda grading untuk menunjukkan beda alam. Tapi kok lama-lama jadi warnanya sama aja. Kan jadi....abdsurd.


     |AUDIO| Asal jeng-jeng keras, dan tara! Penonton teriak. Wohooo... tidak semudah itu Ferguso. Penonton sekarang juga sudah semakin pintar dalam menonton film horor, mereka gak cuma sekedar nyari teriak gara-gara scoring doang, tapi juga karena kualitas cerita yang mantap.


     |ACTING| Cuma Rayn Wijaya yang berakting cakep, dan Anya Geraldine yang mempesona di taraf biasa... Setidaknya masih ada yang di tonton lah ya.


     |KESIMPULAN| Film Tusuk Jailangkung di Lubang Buaya gak jauh beda sama kakak pendahulunya, Keluarga Tak Kasat Mata, dikerjakan ngasal, dengan keabsurdan dimana-mana. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Dreadout (2019) : Seru tapi kok Cerita Lemah

       Untuk pertama kalinya Indonesia membuat film yang diadaptasi dari game horor buatan Indonesia juga, itulah Dreadout. Denga...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi