Home » , , , » Review Film Milly & Mamet (2018) : Kasian Si Anjing :(

Review Film Milly & Mamet (2018) : Kasian Si Anjing :(


     Beberapa waktu terakhir, muncul trend sekuel maupun prekuel di dunia perfilman Indonesia. Trend tersebut terus berkembang, dan mulai muncul istilah baru, disebut dengan spin-off. Jika sekuel itu melanjutkan kisah dari film pertama, dan prekuel itu mengisahkan cerita sebelum kejadian di film pertama, berbeda dengan spin-off. Spin-off biasanya hanya mengambil tokoh dari film pertama, untuk dibuatkan ceritanya sendiri, diluar dari film pertamanya, namun masih punya redline dengan film pertamanya. Sebut saja Annabelle, merupakan spin-off dari film The Conjuring, kemudian The Nun, spin-off dari The Conjuring 2. Di Indonesia punya Sabrina, spin-off dari The Doll 2. Spin-off masih didominasi oleh film bergenre horor. Namun kali ini, Ernest bersama Starvision yang bekerja sama dengan Miles Films, menggarap film Milly & Mamet, yang merupakan spin-off dari Ada Apa dengan Cinta? (AADC), dengan genre drama komedi. Lalu dengan background kesuksesan dari AADC dan AADC2, apakah Milly & Mamet juga bisa menyamai atau bahkan melampaui kisah Rangga & Cinta?


     |POSTER & TRAILER| Milly & Mamet punya poster yang simpel. Konsepnya seperti foto studio aja gitu. Ada background tembok bata putih dengan aksen warna ala-ala AADC. Sofa merah di tengah terduduk disitu Milly dan Mamet sebagai yang punya film. Kemudian ada Alex yang duduk di depan keduanya. Trus ada James dan Yongki yang berdiri dibelakang sofa. Sebenarnya kalau kita udah nonton filmnya, dari semua orang di poster, cuma Yongki aja yang gak gitu berpengaruh di dalam cerita, sampai sebegitu pentingnya masuk ke poster. Tapi berhubung dia juga sutradaranya, jadi boleh lah yaaaa, hehe.

 

     Milly & Mamet sebagai bagian dalam semesta AADC, memulai trailer dengan adegan di bar, Mamet berinteraksi dengan Cinta, Maura, Karmen, dan tentu Milly, namun dengan sentuhan komedi! Kemudian trailer berjalan dengan fokus pada kisah Milly & Mamet, pengenalan alur cerita, hingga sedikit cuplikan konfliknya. Diluar itu semua, ada sketsa-sketsa komedi yang disisipkan, menambah rasa penasaran akan film ini.


     |CERITA| Sebagai sebuah spin-off, Milly & Mamet berhasil menjaga benang merah dengan dunia AADC, tapi gak kaku. Milly & Mamet pun bisa membangun kisah mereka sendiri tanpa terbayang-bayang Cinta, Rangga, maupun kisah cinta keduanya. Salah satu pembeda paling utama dari AADC adalah genre komedi yang tertanam kuat dalam Milly & Mamet. Seperti sosok mereka yang emang udah kocak sedari AADC, bikin pemilihan genre komedi memang dirasa pas. Eksekusinya juga menarik. Banyak komedi situasi yang muncul, dan meledakkan tawa penonton. Menariknya lagi, banyak komedi situasi yang diciptakan, ditengah situasi yang sedang gawat/penting, sehingga menambah hasrat tawa menjadi berlipat. Tapi... di komedi juga film ini kadang terasa berlebihan, sehingga harus menjegal drama yang sedang dibangun. Di beberapa bagian, ketika emosi sedang memuncak, muncul adegan komedi, yang sebenernya juga gak terlalu penting-penting banget, dan malah merusak mood dramanya. Jadi ketika mood sudah turun, bagian drama akan kesulitan buat kembali menanjak. Salah satu contohnya adalah adegan tilang di bagian akhir-akhir film. Tapi gak semua seperti ini.


     |VISUAL| Milly & Mamet punya karakter gambar yang Starvision banget. Cerah, bersih, dan berwarna. Gambarnya dinamis, pengambilan anglenya juga menarik. Tempo filmnya juga cukup cepat, sehingga asyik buat diikutin. Satu lagi yang menarik, ada beberapa adegan penting yang diambil dengan long take, dan itu keren! Gimana perubahan emosi dari aktor-aktrisnya bisa terasa dengan natural apa adanya.


     |AUDIO| Musik, seperti di film-film Ernest sebelumnya, musik-musik santai banyak mewarnai Milly & Mamet. Dalam sekali nonton aja, kita udah terbayang-bayang sama lagunya. Satu lagi yang menarik, di Milly & Mamet juga concern pada foley, sehinga hal-hal detail yang ada di film, juga bisa kita nikmatin audionya.


     |ACTOR| Terkhusus buat Sissy dan Dennis, mereka juaraaakkk. Beberapa adegan yang krusial dengan long take, berhasil mereka bawakan dengan tingkat emosi yang pas! Aktor-aktris pendukung lain juga cakep-cakep aktingnya, pas, gak kurang, dan beberapa memberikan akting yang lebih bagus. Tapi satu yang menarik perhatian, ISYANA DONG! Si Anjing emang bikin Milly & Mamet makin berwarna, hahaha.


     |KESIMPULAN| Sebagai sebuah komedi, Milly & Mamet sukses menimbulkan gelak tawa. Untuk ukuran drama pun, Milly & Mamet punya konflik yang intens dan menarik. Konflik yang mengeruk hati untuk berempati. Walaupun ada komedi yang terkadang mengganggu drama, tapi overall, Milly & Mamet masih sangat bisa dinikmati dan bikin kita terenyuh. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Dreadout (2019) : Seru tapi kok Cerita Lemah

       Untuk pertama kalinya Indonesia membuat film yang diadaptasi dari game horor buatan Indonesia juga, itulah Dreadout. Denga...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi