Home » , , » Review Film Dancing in The Rain (2018) : Kehangatan Persahabatan yang Apa Adanya

Review Film Dancing in The Rain (2018) : Kehangatan Persahabatan yang Apa Adanya


     Screenplay cukup aktif dalam memproduksi film romantis. Sebut saja Magic Hour dari awal kemunculannya, London Love Story berjilid, hingga One Fine Day, namun kali ini Screenplay hadir dengan sebuah drama tentang persahabatan yang diberi judul Dancing in The Rain. Sejak sinopsis maupun trailer, kita sudah dikenalkan dengan tokoh Banyu, seseorang yang mengidap spektrum autis. Dari awal kita sudah disodorkan dengan premis yang cukup menyedihkan, lalu apakah sepanjang film akan berjalan seperti film-film 'penyakit' kebanyakan?

 

     |POSTER & TRAILER| Sesuai dengan judulnya 'Dancing in The Rain', poster film ini juga berisikan Banyu, Radin, dan Kinara, yang tidak lain tidak bukan adalah 3 tokoh utama yang terlihat sedang menari dibawah hujan. Dipisahkan oleh judul, di poster bagian bawah ada Banyu dan Eyang Uti, dengan pose yang cukup mengharukan, terlihat Banyu sangat menyayangi eyangnya.


     Salah satu kekuatan trailer dari Screenplay selama ini adalah original soundtrack. Termasuk di film ini! Lagi-lagi Melly Goeslaw berhasil membuat hati para calon penonton dengan lagunya berjudul Bintang di Hati.


     |CERITA| Ternyata Dancing in The Rain gak seminor itu dalam penceritaannya. Bahkan penonton akan diajak untuk bersenang-senang dalam mengenal masing-masing tokoh, khususnya Banyu. Walaupun tentu ada sisipan-sisipan adegan yang bikin terenyuh, tapi overall penampilan Banyu, Kinara, dan Radin kecil, sangat hangat. Justru ketika sudah dewasa, peran dari masing-masing sahabat ini malah saling menutup satu sama lain. Terkadang salah satu terekspose berlebih, terkadang malah menghilang begitu saja. Justru lebih asyik waktu mereka masih kecil. Diluar itu semua, penampilan secara utuh, cukup baik, dan cukup nyaman untuk diikutin.


     |VISUAL| Pengambilan gambarnya standart cinema, gak terlalu aneh-aneh, ataupun monoton. Untuk color gradingnya juga cenderung pucat, walaupun berwarna. Ini menggambarkan dunia penuh warna yang mereka jalani, namun tetap diselimuti sendu.


     |AUDIO| Untuk sisi audio juga cukup standart cinema. Seperti pada trailer, satu poin besar milik Dancing in The Rain adalah original soundtrack milik Melly Goeslaw yang juga dijadikan sebagai musik ilustrasi film ini.


     |ACTING| Tentu Christine Hakim pemeran paling cakep di film ini, tanpa akting beliau yang begitu tulus, film ini jadi kurang bernyawa. Termasuk juga kehadiran dari Niniek L. Karim, Djenar Maesa Ayu, dan Gilang Olivier. Deva Mahenra pun juga bermain natural dan menyenangkan. Dimas Anggara yang berperan beda dari biasanya, masih belum menunjukkan sesuatu yang spesial, aktingnya masih terasa biasa, begitupun dengan Bunga Zainal.


     |KESIMPULAN| Dancing in The Rain memang belum sesempurna itu, namun sebagai drama persahabatan, Dancing in The Rain mampu menggambarkannya dengan cukup baik dan menyampaikannya dengan pas kepada penonton. Walaupun masih banyak yang bisa ditingkatkan lagi dari berbagai aspek. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Dreadout (2019) : Seru tapi kok Cerita Lemah

       Untuk pertama kalinya Indonesia membuat film yang diadaptasi dari game horor buatan Indonesia juga, itulah Dreadout. Denga...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi