Home » , » Review Film Asih (2018) : Tenang tapi Tak Bermakna

Review Film Asih (2018) : Tenang tapi Tak Bermakna


     Satu lagi karya dari Danur Universe, kali ini sebuah spin-off yang diberi judul Asih. Sosok kuntilanak yang muncul di film Danur, yang cukup fenomenal, ditengah filmnya yang biasa, bahkan cenderung kurang. Lalu apakah motif dibuatnya Asih, hanya sekedar untuk mendatangkan ratusan ribu bahkan jutaan penonton saja, atau MD Pictures dan timnya akan meningkatkan kualitasnya?


     |POSTER & TRAILER| Asih punya poster dengan sosok Asih dengan ukuran yang cukup besar, menerawang seperti di sebuah rumah yang kelam. Sebuah konsep yang menarik. Apalagi film ini memang didedikasikan untuk Asih, jadi memang pilihan yang tepat untuk meletakkan Asih sebagai sosok utama yang muncul di poster.


     Trailer Asih sebenarnya cukup potensial. Adegan-adegan yang ditata sedemikian rupa, membuat film Asih menjadi lebih kuat, kelihatannya. Atau setidaknya orang jadi tertarik ingin nonton film ini. Sampai di bagian akhir.... teriakan Asih lumayan bikin down. Down untuk mundur selangkah, dan menjauh dari mbak-mbak penjual tiket.


     |CERITA| Niat ingin menceritakan Asih itu siapa dan berasal dari mana. Tapi sayangnya yang terjadi malah, film ini memaparkan sebuah pernyataan, tapi dia sendiri bingung untuk menguraikannya. Misal tentang Asih yang memiliki nama asli Kasih. Lalu apa? Gak ada penjelasan lebih lanjut atau masalah yang urgent tentang nama Asih atau Kasih. Begitupun kenapa Asih mendatangi keluarga Puspita dan Andi, apakah mereka termasuk keluarga yang tidak beruntung di desa itu? Atau karena apa? Bahkan mereka tidak ada hubungannya dengan Asih sama sekali, Asihnya aja yang tiba-tiba datang. Inilah yang dinamakan kesialan yang hqq yang dialami keluarga Puspita dan Andi. Sebagai sebuah film, motivasi adalah sebuah pondasi yang penting dalam sebuah cerita. Jika filmnya sendiri saja bingung menjelaskan apa yang sedang terjadi, bagaimana penonton bisa turut bersimpati dengan ceritanya?


     |VISUAL| Asih masih bermain dengan style gambar yang tak jauh beda dengan 2 seri Danur sebelumnya. Namun bedanya disini terlihat lebih matang gambarnya. Color gradingnya juga enak. Walaupun yaaaaa, karakter suka main gelap-gelapan, masih aja ada.


     |AUDIO| Gak cuma visual, audiopun juga karakternya masih sama dengan Danur sebelumnya, berisik! Yaaa walaupun memang Asih gak seberisik Danur, tapi Asih masih tetap saja di level yang mengganggu.


     |ACTING| Mungkin karena dari ceritanya aja udah kentang dan bikin penonton gak aware sama tokohnya, akhirnya akting dari para aktor dan aktrisnya pun juga jadi tak berkesan. Sekalipun Shareefa Daanish yang sudah berperan maksimal pun, masih belum terasa 'bertaring'.


     |KESIMPULAN| Film Asih bisa dibilang paling mending dibandingkan Danur Universe yang lain. Walaupun memang masih ada beberapa kesalahan yang masih saja diulangi. Dan walaupun dibilang yang paling mending, Asih pun masih jauh dari horor yang bisa diharapkan. Tenang sih filmnya, lambat temponya, tapi yaudah, gitu aja. Keliatannya serem, padahal yaa kalem-kalem aja. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Dreadout (2019) : Seru tapi kok Cerita Lemah

       Untuk pertama kalinya Indonesia membuat film yang diadaptasi dari game horor buatan Indonesia juga, itulah Dreadout. Denga...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi