Home » , , » Review Film Asal Kau Bahagia (2018) : Asal Baper

Review Film Asal Kau Bahagia (2018) : Asal Baper


     Berawal dari lagu Asal Kau Bahagia milik Armada, kemudian menginspirasi Falcon Pictures untuk membuatnya menjadi sebuah film. Menggandeng sutradara Rako Prijanto, Asal Kau Bahagia ini berkisah tentang hubungan Aliando dan Aurora. Ya, film ini memang memakai nama asli aktor maupun aktris yang bermain, harapannya agar mereka bisa lebih menjiwai perannya. Lalu apakah Asal Kau Bahagia bisa sesukses lagunya?


     |POSTER & TRAILER| Boleh dibilang Asalkan Kau Bahagia ini cukup niat bikin poster. Gak sekedar simpel-simpel kayak film-film Indonesia kebanyakan akhir-akhir ini. Konsepnya menarik, eksekusinya juga bagus dan rapih. Dari poster pun juga film ini bercerita, dan penonton akan mengerti maksud posternya ketika sudah menonton film ini.


     Jualan dari trailer Asal Kau Bahagia adalah visual yang cakep dan dan dialog-dialog romantis didalamnya. Selain itu, sebenarnya penataan trailernya kurang asyik sebenarnya, kurang rapih.


     |CERITA| Asal Kau Bahagia punya cerita tentang out of body experience, mirip dengan film Love is Cinta. Namun kalau mau dibandingnya, Asal Kau Bahagia jauh dibawah Love is Cinta. Asal Kau Bahagia itu ceritanya kosong, motivasinya gak jelas, karakter dan penokohannya lemah, temponya lambat dan itupun juga banyak yang mengulur-ulur durasi aja. Banyak tokoh yang gak begitu penting atau gak ada relevansinya dengan film. Dialognya juga itu-itu aja, banyak pengulangan. Dan masih ada beberapa alasan lain, yang bikin film ini jadi kosong.


     |VISUAL| Color grading adalah hal yang paling kentara dalam film Asal Kau Bahagia. Warnanya panas sekali, warna orange-kekuningan sangat dominan. Biasanya warna-warna begini memang khas dari Falcon Pictures. Namun kali ini penggunaannya asik, gak ganggu. Mungkin karena dukungan sinematografinya juga yang cakep, gambarnya yang jernih dan tajam. Jadinya warnanya bisa keliatan lebih tajam dan matang. Walaupun terkadang untuk editingnya malah yang kurang rapi.


     |AUDIO| Entah karena speaker di studio 6 XXI yang mendem, atau emang dari filmnya, atau karena artikulasi pemainnya yang buruk. Tapi sering banget dialog itu gak jelas ngomong apa, dan itu terjadi di banyak pemain. Jadi gak belum bisa nyimpulin itu dari filmnya atau bioskopnya. Karena waktu 'all around you' juga gak semua speaker aktif. Oh iya, musiknya juga enak-enak.


     |ACTING| Kalau untuk urusan akting, gak ada yang berkesan kecuali Surya Saputra waktu nangis di kesunyian bersama aktris disampingnya. Adegan tangis tanpa suara itu aja bikin terenyuh. Dibandingnya Ali dan Aurora yang gak kerasa chemistrynya sebagai pasangan, atau Dewa yang aktingnya masih ragu-ragu.


     |KESIMPULAN| Asal Kau Bahagia masih jauh dibawah Love is Cinta kalaupun mau dibandingkan. Yang bisa dinikmati dari Asal Kau Bahagia adalah visual dan musiknya yang cakep. Nyawa dari film romantis gini adalah chemistry kedua tokoh utamanya, ketika chemistrynya aja gak kerasa, filmnya jadi bakal hampa. Tapi Asal Kau Bahagia masih cukup menghibur untuk ditonton kok. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Dreadout (2019) : Seru tapi kok Cerita Lemah

       Untuk pertama kalinya Indonesia membuat film yang diadaptasi dari game horor buatan Indonesia juga, itulah Dreadout. Denga...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi