Home » , , » Review Film Si Doel The Movie (2018) : Kesederhanaan & Kematangan Bercerita

Review Film Si Doel The Movie (2018) : Kesederhanaan & Kematangan Bercerita


     Jika kamu sudah nonton TV dari tahun 1994, pasti tahu dengan sinetron Si Doel Anak Sekolahan, karena memang pada tahun segitu pertama kali Si Doel tayang di RCTI. Kemudian Si Doel lama kelamaan menjadi legenda, bahkan ketika Si Doel sudah lama tidak tayang di TV, di tahun 2018 ini Si Doel malah dibuatkan versi film layar lebarnya. Apakah Si Doel bisa mencakup semua kalangan termasuk generasi milenial yang mungkin belum pernah melihat sinetronnya?


     |POSTER & TRAILER| Si Doel The Movie punya poster seolah-olah seperti pigura namun tanpa tepi bagian atas. Dengan dominasi warna cokelat-keemasan, Si Doel mengesankan sisi jaman dulu, aroma legend, dan kesan yang cenderung sendu. Menempelkan beberapa wajah, tepatnya ada 7 wajah dan 1 badan utuh. Dengan background di sebuah jembatan diatas air, mungkin itu sungai, yang jelas lokasinya berada di Belanda. Poster dengan background luar negeri memang terlihat menarik untuk calon penonton. Ini sah-sah saja, apalagi ketika memang sebagian besar film di shot di luar negeri, dan untuk Si Doel The Movie pun juga tak masalah.


     Sebagai hakikatnya sebuah trailer, yang biasa menyajikan perkenalan tokoh secara singkat, dan juga termasuk pengenalan konflik, dan Si Doel berhasil melakukannya dengan sangat baik. Ditunjang dengan musik ilustrasi yang menghanyutkan, trailer Si Doel menjadi sihir bagi yang menonton trailernya tergerak untuk menonton filmnya.


     |CERITA| Si Doel ini walaupun melanjutkan kisah dari sinetronnya, tapi gak akan membuat penonton baru bingung. Karena film ini bertutur dengan baik, tempo sedang, dan dengan cara bercerita yang mudah dimengerti. Pembawaan emosi penonton dari rendah hingga memuncak dibawa dengan halus sehingga penonton gak sadar sudah terhanyut dengan ceritanya, sudah bersimpati bahkan berempati dengan tokoh-tokohnya. Setiap tokoh di Si Doel punya peran yang penting, dan motivasi yang kuat untuk hadir dalam cerita ini. Si Doel mengakhiri cerita dengan tensi emosi yang tertinggi, benar-benar mengharukan. Dan ternyata ada kelanjutannya, pasti di nantikan!


     |VISUAL| Si Doel tak hanya pasrah dengan pemandangan Belanda yang sudah epic dari sananya, namun Si Doel pintar mengolah potensi gambar yang ada, dan dibuat dengan sebaik mungkin. Tak hanya sekedar memberikan gambar yang cantik dan indah, namun Si Doel juga memberikan experience yang berbeda dalam menonton sebuah film. Seperti saat pertemuan antara Doel dan Sarah, tata kameranya cakep banget.


     |AUDIO| Sepanjang film Si Doel The Movie memang warna filmnya sendu, termasuk musik ilustrasinya sangat mendukung untuk membangun emosi penonton dengan nyaman dan tidak terkesan dipaksa untuk sedih.


     |ACTING| Entahlah harus menilai seperti apa, aktor dan aktris yang bermain di Si Doel The Movie seperti tidak sedang berakting, semuanya terasa natural! Benar-benar seperti sedang menonton drama di kehidupan nyata, tanpa ada bumbu-bumbu yang membuat aktingnya terlihat tidak natural.


     |KESIMPULAN| Si Doel The Movie mampu merangkul segala kalangan. Sebuah film paling manis di tahun 2018. Melewatkan film ini bisa jadi sangat merugi, karena telah melewatkan sebuah pertunjukan hiburan yang mengharukan. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hanum & Rangga (Faith & The City) (2018) : Buah Semu dari Kemegahan New York

     Satu lagi sebuah drama yang diadaptasi dari novel laris karya penulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Setelah beberapa ...

Popular Review

Archive

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi