Home » , , » Review Film Jaga Pocong (2018) : Tenang Menghanyutkan

Review Film Jaga Pocong (2018) : Tenang Menghanyutkan


     Jaga Pocong, sebuah film dengan judul yang cukup lucu bisa dibilang. Ketika banyak film horor lain yang menggunakan 1 kata saja untuk judul, sebut saja Sakral, Rasuk, Danur, dan banyak yang lain, film ini menggunakan 2 kata. Pada dasarnya bukan perkara jumlah kata, namun kata Jaga Pocong, memiliki kesan seperti film horor murahan. Tapi semua itu seketika runtuh, ketika melihat Acha Septriasa sebagai pemain utama bersama dengan Jajang C. Noer juga. Seperti yang kita tahu, mereka berdua adalah aktris papan atas, tentu mereka akan selektif dalam memilih film untuk mereka perankan. Lalu dengan arahan dari Hadrah Daeng Ratu, apakah Jaga Pocong akan jadi film yang menarik?


     |POSTER & TRAILER| Poster Jaga Pocong lumayan simpel, tapi entah kenapa kurang greget. Karena jika kita bedah lebih dalam lagi, Jaga Pocong sebenarnya bisa memanfaatkan inti cerita filmnya, ya si Jaga Pocong itu. Misalkan di poster ada Mila yang sedang menjaga pocong didepannya. Sepertinya kalau posternya seperti itu, akan terasa lebih relate dan lebih seram. Ketimbang sekedar muka Acha besar-besar dengan ekspresi ketakutan dan ada pocong berdiri tanpa motivasi di samping jam berdiri.


     Jaga Pocong punya susunan trailer yang bagus. Pengenalan cerita, tokoh, dan konflik disusun secara rapih. Diluar itu, selipan adegan-adegan jumpscare juga pas, tidak berlebihan dan gak juga spoiler.


     |CERITA| Jaga Pocong punya premis yang simpel, seorang suster yang diminta untuk menjaga pocong karena anak dari pocong tersebut sedang mengurus pemakaman. Terdengar sangat masuk akal, dan seram! Bisa dikatakan 90% film ini, dimainkan oleh Acha yang berperan sebagai Mila. Sepanjang film itu pula, penonton merasakan empati terhadap tokoh Mila. Merasakan apa yang dirasakan Mila, mulai dari rasa tanggung jawab sebagai seorang suster, hingga rasa takut yang meneror Mila sepanjang film, penonton merasakan itu semua! Gak cuma berhenti disitu saja, ternyata film Jaga Pocong punya twist yang bikin mengernyitkan dahi. Nah tapi gak akan ditulis disini, haha, biar gak spoiler. Oh ya, tapi bukan berarti film ini gak punya kekurangan, atau setidaknya hal yang di pertanyakan. Mungkin pertanyaan ini akan bisa dipahami oleh orang yang sudah nonton. Pertama, kenapa ada pocong dirumah itu? Apa hubungannya dengan jalinan cerita Jaga Pocong? Dan kedua, kenapa hubungan antara tokoh awal di rumah sakit itu dengan keluarga yang punya pocong, tidak dijelaskan? Mungkin kalau ada yang tau, bisa diskusi dengan tulis di komen dibawah.


     |VISUAL| Hadrah banyak menggunakan shot-shot yang padat dan gambar yang dinamis, dan berkesan natural karena ada shaking-shaking yang mengesankan seperti pandangan mata manusia yang sedang ketakutan. Sering juga gambar menyapu 360 derajat dalam satu ruangan, dan ini sebuah pengalaman cinematography yang menarik.


     |AUDIO| Inilah seharusnya film horor, sama sekali gak berisik karena musik yang berlebihan sepanjang film. Jaga Pocong tau dimana musik dibutuhkan, dan dimana tidak dibutuhkan, begitu juga dengan sound effect yang mendukung mood ketakutan penonton.


     |ACTING| Acha Septriasa sebagai pemeran yang selalu muncul di sepanjang film, dia punya akting yang paling juara, dia berhasil menyampaikan ketakutannya dan membuat penonton juga ikut merasakan teror yang dia rasakan. Bahkan penonton juga turut merasakan 'sayang' ketika ada sesuatu yang dialami Mila di akhir film, saking penonton sudah berempati dengan tokoh Mila.


     |KESIMPULAN| Film Jaga Pocong menawarkan premis yang sederhana, namun bisa mengemasnya dengan tenang namun menghanyutkan. Sebuah film horor yang bisa menghadirkan pengalaman misteri sepanjang film, bukan hanya karena jumpscare namun karena suasana yang dibangun. #BanggaFilmIndonesia

2 komentar:

  1. Itu di CGV kan kak? Kok ga ketemu ya :D
    menurutku film Jaga Pocong ini benar-benar berbeda dari film horror biasanya.
    Apalagi benar-benar murni film horror (Gak menayangkan shoot di atas umur).
    Tapi mungkin memang bagi sebagian penonton menganggap alur cerita sama judul ga nyambung, karena Mila lebih lama menjaga....
    Tapi, cukup recommended untuk ditonton, apalagi akhir-akhir ini penonton Indonesia dibuat kangen sama sosok pocong yang jarang muncul di bioskop. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, kan waktu itu banyak orang. Untuk urusan horor, dari awal sampai paruh 3, Jaga Pocong emang cakep, tapi ya itu cukup oleng karena ceritanya kurang kokoh.

      Delete

Newest Review

Review Film Hanum & Rangga (Faith & The City) (2018) : Buah Semu dari Kemegahan New York

     Satu lagi sebuah drama yang diadaptasi dari novel laris karya penulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Setelah beberapa ...

Popular Review

Archive

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi