Home » , , » Review Film Sakral (2018) : Begini Lagi.. Begini Lagi..

Review Film Sakral (2018) : Begini Lagi.. Begini Lagi..


     Duet PH MD Pictures dan Dee Company sangat produktif melahirkan banyak film horor setahun kebelakang. Namun dari sekian banyak itu pula, tak ada yang menawan. Bisa dibilang 'lumayan' aja, udah bagus. Walaupun secara perolehan penonton, film-film mereka termasuk 'laku'. Tapi yang masih bikin heran, kenapa gak ada perkembangan yang berarti dari segi kualitas? Seolah mereka hanya membuat film kejar tayang. Tapi sebagai penonton, kita juga ingin memberikan kesempatan untuk film-film mereka selanjutnya semakin baik, termasuk dengan menonton Film Sakral. Tapi apakah mereka mampu membuktikan bahwa prasangka kita salah, dengan menyajikan Film Sakral yang kualitasnya meningkat?


     |POSTER & TRAILER| Selain trend horor dengan judul singkat menjamur, trend menggunakan 1 objek untuk poster pun juga banyak diikuti. Sakral termasuk salah satunya. Punya poster dengan wajah pemeran utama dengan tangan yang 'jelek' keluar dari mulut. Sakral dengan tegas memberikan statement bahwa filmnya layak disebut film horor, yang dengan mudah ia tampakkan dari posternya saja. Sebuah poster yang simpel dan menyeramkan.


     Trailer adalah salah satu media promo yang krusial. Dia bisa menjadi titik acuan seseorang memutuskan nonton atau gak nonton suatu film. Bagi penikmat film pun, sedikit banyak kualitas film bisa terlihat dari trailernya, walaupun ini baru sebatas dugaan aja. Terkadang trailer dan film sama-sama keren atau sama-sama buruk, dan bisa juga trailer bagus, film jelek, dan sebaliknya. Sakral punya kedua unsur itu. Sesuatu yang berhasil menarik minat nonton, dan ada juga bagian yang bikin berpikir ulang untuk membeli tiket nonton Sakral. Bagian menariknya, karena ada beberapa treatment horor yang menarik, tapi sebaliknya, ada adegan-adegan yang bikin mengernyitkan dahi.


     |CERITA| Premis tentang bayi kembar yang meninggal salah satu diantaranya, lalu keluarga tersebut dihantui memanglah bukan cerita yang fresh. Namun jika biasanya yang menghantui adalah si kembaran yang meninggal, di Sakral punya cerita yang sedikit berbeda. Sakral sebenernya lumayan terlihat usahanya untuk menjadi beda, tapi dia tidak melakukan riset yang lebih mendalam. Jadi kesan 'beda' cuma diluaran saja. Isinya seolah tak diperdulikan. Cerita berjalan tanpa motivasi yang kuat, dengan segala jumpscare murahan, dan konflik datang-pergi dengan begitu mudahnya.


     |VISUAL| Nah dari sisi visual, Sakral sepertinya berkiblatkan ke film-filmnya Rocky Soraya, sebut saja dari The Doll series. Sebenarnya dari cerita pun sedikit banyak juga punya kemiripan. Kalau dari visual effect misalnya, lihat saja bagian akhir trailer, adegan kaca-kaca pecah. Tapi ya akhirnya di filmnya tak berdampak apa-apa. Adegan-adegan itu terkesan seperti tempelan saja.


     |AUDIO| Sakral gak belajar dari kakak-kakaknya, dia masih pakai asas musik ilustrasi 'yang penting berisik' biar jumpscarenya bekerja. Walaupun sebenarnya, ada beberapa adegan yang berpotensi untuk seram, tanpa perlu musik seheboh itu. Musik yang berisik jadi ganggu experience nonton.


     |ACTING| Parahnya sisi penulisan dan directing dari Sakral, selain berdampak pada cerita yang dangkal dan ketiadaan kontinuitas, juga membuat karakter yang ada di film ini terasa hambar. Akting yang diberikan para aktor pun juga jadi tak terasa. Sebenarnya Olla Ramlan terlihat usahanya untuk total berakting, namun kosong, begitu juga yang lain.


     |KESIMPULAN| Sakral menjadi satu dari deretan panjang film MD Pictures dan Dee Company dengan kualitas yang bisa bikin penonton film Indonesia kapok datang ke bioskop. So please bikinlah film dengan cerita yang lebih matang dan penggarapan yang baik. Semoga mereka membaca tulisan ini. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya (2018) : Satu Lagi Film Absurd Tahun ini

     Setelah ketidakjelasan film Keluarga Tak Kasat Mata yang diproduksi oleh Max Pictures pada tahun lalu, ternyata Max Pictures masih b...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi