Home » , » Review Film Rasuk (2018) : Salah Satu Horor yang Sia-Sia

Review Film Rasuk (2018) : Salah Satu Horor yang Sia-Sia

   
     Risa Saraswati, sebuah nama yang sudah tak asing lagi dalam dunia perfilman. Bukan seorang sutradara, produser, maupun aktor. Namun, dia adalah penulis novel fenomenal Danur. Risa Saraswati bahkan sudah memfilmkan sekuel dari Danur, yang diberikan judul Maddah pada awal tahun ini. Diluar itu, Risa juga punya novel dengan kisah yang berbeda dari Danur Universe, yaitu Rasuk. Dee Company bersama MD Pictures lah rumah produksi yang mewujudkan novel Rasuk ke dalam sebuah film. Lalu apakah Rasuk akan bisa sefenomenal Danur?


     |POSTER & TRAILER| Latar belakang hutan, dengan kumbangan air semacam rawa-rawa. Ada seorang perempuan dengan setengah badannya tenggelam. Tangan kanannya ditarik oleh tangan-tangan dari dalam rawa. Sedangkan tangan kirinya mengais-ais udara, berharap pertolongan datang menghampiri. Entah dari mana datangnya tangan-tangan yang ingin meraih tubuh perempuan ini. Namun terlihat banyak tumpukan terkorak didalam rawa itu. Sosok perempuan itu seolah berteriak meminta tolong, ditengah kesunyian hutan. Sebuah konsep poster yang menarik. Walaupun ilustrasi ini, tak akan bisa ditemukan dalam satu adegan pun di dalam film.


     Rasuk punya susunan trailer yang cukup menarik. Beberapa adegan yang dianggap seram, beberapa kemunculan penampakan, hingga adegan memilukan seperti tusuk-tusukan pisau sampai balok kayu, membuat Rasuk tampil percaya diri. Walaupun disisi lain, kepercayaan diri ini, juga bisa ditangkap oleh calon penonton, sebagai bentuk kepayahan dalam membuat trailer. Sampai banyak adegan penting dimasukkan kedalam trailer. It's oke sebenarnya, jika filmnya masih punya banyak stok hal menarik. Namun bagaimana jika tidak?


     |CERITA| Rasuk adalah sebuah karya adaptasi dari novel. Namun jika diperhatikan, sinopsis yang ditawarkan novel dan film, memiliki perbedaan. Ini bukanlah hal yang aneh dalam proses adaptasi karya, dari suatu bentuk ke bentuk lainnya. Butuh penyesuaian. Karena ini adalah pembahasan tentang filmnya, jadi kita abaikan saja cerita versi novel.


     Secara umum, cerita rasuk ini cukup mainstream jika disandingkan dengan film horor Indonesia kebanyakan. Sekelompok pemuda-pemudi yang berlibur ke sebuah villa dan mendapatkan teror. Formula yang sudah usang. Adegan tersasar di hutan, ketemu sosok yang menyamar menjadi warga, dan hal-hal klise lainnya, terasa sudah tak asing kita temukan. Kemunculan hantu di Rasuk pun jadi berlebihan. Padahal dengan potensi yang dimilikinya, Rasuk bisa menakut-nakuti penontonnya dengan cara yang lebih elegan.


     |VISUAL| Tanpa perlu dijelaskan secara rinci, Rasuk punya visual yang biasa aja. Grading kelam ala-ala film horor. Secara pengambilan gambar, bisa dikatankan dinamis, sedikit diatas level 'biasa'. Adegan Langgir berada di atas puncak gunung, memberikan sesuatu yang segar dalam menonton Rasuk.


     |AUDIO| Jika sektor visual, Rasuk mengalami peningkatan dibandingkan film-film Dee Company sebelumnya, berbeda dengan sisi audio yang..... sama aja, berisik! Horor memang memerlukan musik ilustrasi dan sound effect untuk mendukung emosi yang sedang dibangun. Namun penempatannya harus di perhatikan secara cermat. Jika kurang, gak berasa. Di kasih banyak, jadinya berlebihan dan bikin ilfeel.


     |ACTING| Rasuk memiliki jajaran pemain yang cukup oke sebenarnya. Namun sayang, pendalaman karakter tiap tokoh, masih terasa tipis. Sehingga setiap aktor yang bermain, hanya terasa sebatas akting. Belum sampai membuat simpati, apalagi menggugah empati penonton.


     |KESIMPULAN| Rasuk tak punya cukup amunisi untuk menjadi film yang kuat. Lemah di beberapa lini, dan biasa aja di lini lainnya. Tak ada yang baru apalagi sesuatu spesial yang ditawarkan Rasuk. Masih oke untuk ditonton, namun pasanglah ekspektasi rendah sebelum menonton. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Dimsum Martabak (2018) : Manisnya Martabak, Gurihnya Dimsum

     Tahun ini Raffi Ahmad sedang bergairah untuk ikut memeriahkan industri film Indonesia dengan PH yang baru didirikannya, RA Pictures....

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi