Home » , , , , , » Review Film Target (2018) : Hangout Rasa Baru

Review Film Target (2018) : Hangout Rasa Baru


     Setelah memutuskan untuk vakum membuat film pada tahun 2017 lalu pasca releasenya film The Guys, Raditya Dika kembali berkarya melalui film Target. Berkisah tentang 9 orang yang hendak bermain film Target, namun malah dijebak di sebuah gedung kosong untuk melakukan permainan mematikan dari game master. Premisnya terdengar seperti film Radit sebelumnya, Hangout, apakah Target hanyalah pengulangan dari Hangout?


     |POSTER & TRAILER| Unik, dengan para pemain yang saling berjajar, beraksi sedang menodongkan pistol satu sama lain. Dengan warna merah dan putih selayaknya papan target dalam permainan panahan atau dart. Walaupun entah karena terlalu 'rame' atau apa, poster ini jadi terasa kurang greget.


     Trailernya tanggung, potongan-potongan adegan yang disajikan nggak terasa menyatu. Seperti terpisah-pisah. Beberapa scene yang masuk trailer, berpotensi untuk menjadi menarik, namun rasanya masih mentah. Andaikan digarap lebih rapih lagi, Target akan punya trailer yang lebih menjual. Apalagi film yang punya twist seperti ini, akan menarik jika dibikin 'seolah-olah' ada cerita lain. Sehingga penonton semakin punya banyak referensi saat menentukan apa yang terjadi di filmnya.


     |CERITA| Sekilas saat media promo Target di release, mulai dari sinopsis maupun teaser hingga trailer, mengingatkan kita pada film Hangout, salah satu dari sekian banyak film yang pernah di buat oleh Raditya Dika. Dan ternyata Target memang gak jauh beda dari Hangout. Cerita tentang 9 orang yang dijebak untuk saling melakukan pembunuhan. Pola secara keseluruhan juga gak jauh dari Hangout. Twist pertama di akhir juga... tapi dikasih twist tambahan, yang sebenernya cuma bikin respon penonton 'oh gitu', kayak kurang penting.


     |VISUAL| Selayaknya film Soraya, Target punya standart visual yang mewah. Grading yang matang, bikin nyaman dipandang. Setidaknya ada 3 jenis grading di film Target, granding biasa dengan warna cenderung kecoklatan untuk situasi adegan biasa, warna hijau dan orange untuk adegan di dalam gedung. Pengambilan gambarnya juga enak, gambarnya jernih.


     |AUDIO| Nggak cuma visual yang megah, audio Target juga cukup megah, walaupun ada beberapa audio komedi yang nggak asing didengar, mungkin pernah dipakai di karya lain (?) audio untuk adegan action juga cukup asyik, baik sound effect maupun musik ilustrasinya.


     |ACTING| Nggak ada akting yang terlalu menonjol disini. Begitupun yang jelek. Biasa-biasa aja. Tapi di beberapa part saat Cinta Laura berdialog dengan bahasa Inggris, disitulah terasa seperti nonton film Hollywood.


     |KESIMPULAN| Target memang tidaklah sama persis dengan Hangout. Radit telah melakukan upgrade dari Hangout, dan dimasukkan kedalam Target. Kendati begitu, Target tetap berada dibawah Hangout. Namun Target ini gak bisa dibilang film yang jelek, Target masih menghibur kok. Masih ada moment-moment ngakak. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review FIlm Kafir (2018) : Asyik sih Kemasannya, Tapi...

     Perlu diakui semenjak beberapa film horor yang super laris di tahun 2017, membuat 2018 menjadi tahunnya film horor. Puluhan bahkan m...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi