Home » , , » Review Film Kuntilanak (2018) : Horor yang Bikin Gemes

Review Film Kuntilanak (2018) : Horor yang Bikin Gemes

  

     MVP Pictures merilis kembali film dengan judul Kuntilanak, setelah 12 tahun yang lalu. Kendati memiliki judul yang sama, namun cerita yang diangkat, tidaklah memiliki kesinambungan secara langsung. Cermin besar yang begitu ikonik pada film Kuntilanak lah, yang menjadi benang merah diantara kedua film ini. Masih dengan produser dan sutradara yang sama, namun kali ini diisi oleh jajaran pemain yang jelas berbeda semua. Apakah Kuntilanak versi 2018 ini mampu menyaingi ke populeran pendahulunya?


     |POSTER & TRAILER| Di dominasi oleh cermin khas Kuntilanak saja sudah cukup untuk membuat poster ini menjadi menarik. Ditambah sesosok perempuan yang sedang menghadap ke cermin, menambah daya tarik poster ini. Walaupun sebenarnya, akan lebih menarik ketika yang ditampilkan adalah wajah ke 5 anak-anak di film ini. Seperti di poster versi lain yang menunjukkan ke 5 anak ada di dalam cermin. Karena memang dalam kenyataannya, ke 5 anak itulah pemeran utamanya, bukanlah si Lidya (Aurelie Moeremans).


     Trailer Kuntilanak termasuk trailer yang cukup kalem. Nggak terlalu membabi buta memberikan banyak hal yang bikin sangat penasaran. Jelek juga nggak. Tapi cukup untuk membuat penasaran. Apa itu? Pertama jelas si cermin, lalu si sosok Kuntilanak itu sendiri. Rizal Mantovani dalam membuat film horor, selalu memberikan sentuhan yang berbeda dalam setiap pembuatan sosok hantunya. Tentunya kamu tidak akan melihat Kuntilanak dengan rambut hitam panjang dan baju panjang warna putih, itu terlalu mainstream untuk Rizal. Nah, untuknya beberapa cuplikan sosok Kuntilanak di film ini, sudah terlihat di trailer, sehingga semakin membuat penasaran calon penonton.


     |CERITA| To the point aja, Kuntilanak ini sama sekali beda dengan versi terdahulunya. Buat kamu yang berharap film ini adalah kelanjutan film yang dulu, kamu salah. Namun jika kamu menginginkan film horor yang berbeda, baru, namun dengan benang merah dari kisah yang lalu, film inilah jawabannya. Film ini membawa 5 anak kecil dengan segala gemas, kelucuan, dan rasa penasarannya terhadap hal mistis, memgingatkan kita pada film IT. Namun konteks ceritanya berbeda. Untuk ceritanya secara umum, mengingatkan pada film Wewe, yang di sutradarai oleh Rizal juga, cerita tentang anak kesepian yang merindukan orang tuanya, lalu dibawa pergi oleh sosok makhluk ghaib.


     Kuntilanak bukanlah horor yang menebar ketegangan sepanjang film. Jumpscare yang dibuat juga cenderung mainstream dan mudah ditebak. Walaupun juga beberapa sukses membuat penonton kaget. Namun yang menarik adalah Kuntilanak membawa komedi yang dibawakan oleh ke 5 anak lucu dan gemas dengan karakternya masing-masing yang bener-bener bikin kangen. Waktu nulis ini aja, jadi kebayang pengen nonton aksi kocak mereka. Tapi bukan berarti film ini kehilangan jati dirinya sebagai horor. Mungkin bisa dikatakan, ini adalah horor yang ramah anak (?) dengan intensitas ketakutan yang cukup mengerikan untuk anak dan tentunya bisa ditonton oleh mereka, namun mungkin tak terlalu menakutkan bagi orang dewasa, namun menyenangkan untuk dinikmati.


     |VISUAL| Yadi Sugandi berhasil berduet cantik dengan Rizal Mantovani dalam meracik gambar yang pas untuk Kuntilanak. Shot-shot yang cenderung simpel dan nggak aneh-aneh, namun juga tak monoton. Ada beberapa variasi gambar yang sudah mereka siapkan, agar penonton juga tetap bisa menikmati keindahan sinematografinya. Walaupun untuk urusan color grading, Kuntilanak ini belum memiliki konsistensi yang baik. Di beberapa gambar yang dipakai, seringnya saat shot dari depan gerbang rumah, kualitasnya sangat jauh berbeda, entah diambil dari beda kamera, atau apa. Secara artistik pun juga ini keliatan khas film-filmnya Rizal Mantovani. Sebut saja Wewe, Demona, dan yang lain-lain. Rumah klasik, yang 'kotor' dengan dedaunan, akar pohon, dan segalanya. Cakep sekali.


     |AUDIO| Saat melihat nama Igor Saykoji dalam credit title sebagai musik ilustrator, jadi terjawab rasa penasaran akan musik yang cakep selama film Kuntilanak ini. Beberapa jumpscare memang terbantu oleh musik yang menghentak, namun pada film Kuntilanak ini, musiknya masih sopan. Bukan dalam taraf mengganggu seperti Danur. Bahkan di beberapa bagian, treatment musiknya unik dan berbeda dari film-film lain, entah dari pemilihan instrument, sampai dengan nada yang dimainkan.


     |ACTING| Salut banget sama ke 5 anak kecil di Kuntilanak! Tanpa akting mereka yang memukau, Kuntilanak tak akan se stand out ini! Terkhusus untuk Sandrinna M Skornicki dan Ali Fikry, mereka pecah banget!


     |KESIMPULAN| Film Kuntilanak versi 2018 ini, membawa sebuah pembaruan dalam film horor Indonesia yang cenderung begitu-begitu saja. Membawa grub anak kecil dengan segala problematika dan solusinya, Kuntilanak menjadi sangat menarik! Apalagi karakter dari setiap anak kecil yang kuat dan menggemaskan ini, membuat guliran roda cerita Kuntilanak menjadi sayang untuk dilewatkan. Walaupun memang dari sisi horor, Kuntilanak tak terlalu bisa diharapkan untuk menjadi mimpi buruk setelah di tonton, ya setidaknya ini efek untuk orang dewasa, entah untuk anak kecil apa. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Kuntilanak (2018) : Horor yang Bikin Gemes

         MVP Pictures merilis kembali film dengan judul Kuntilanak, setelah 12 tahun yang lalu. Kendati memiliki judul yang sama, namun ...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi