Home » , , » Review Film Jailangkung 2 (2018) : Cerita Kacau, Production Value Sia-Sia

Review Film Jailangkung 2 (2018) : Cerita Kacau, Production Value Sia-Sia


     Kesuksesan Jailangkung pada lebaran tahun 2017, membawa angin segar untuk Screenplay Films melanjutkan kisah Rama dan Bella bersama Matianaknya di Jailangkung 2. Kali ini dengan nama PH yang baru, Sky Media, yang sepertinya akan di fokuskan Screenplay untuk spesialis menggarap film horor (?) dan tentunya masih ada Legacy Pictures yang masih turut andil dalam pembuatan sekuel ini. Jailangkung bisa dibilang masih banyak kekurangan. Lalu apakah Jailangkung 2 berhasil memperbaiki kesalahan kakaknya?


     |POSTER & TRAILER| Poster film bisa dibilang sebagai sarana promosi garda terdepan. Calon penonton bisa dengan mudah menentukan mau nonton atau nggak nonton sebuah film, hanya di nilai dari posternya. Hal ini semakin disadari oleh para pembuat film. Sehingga setiap film berlomba-lomba untuk membuat poster semenarik mungkin. Termasuk Jailangkung 2 ini. Mengambil dari salah satu scene yang ada di film, terlihat sosok matianak kecil di tengah hutang sedang dikelilingi oleh mayat-mayat hidup. Namun yang cukup heran, akhir-akhir ini, poster film horor bentuknya hampir kayak gini semua. Mungkin pembuatnya sama (?)


     Selain poster, trailer film juga merupakan sarana promosi yang efektif. Setiap sebelum pemutaran film di bioskop, pasti akan diputar trailer film dari jajaran film yang akan tayang. Jadi semakin menarik sebuah trailer, akan meningkatkan keinginan penonton untuk kembali ke bioskop untuk menonton film tersebut. Jailangkung 2 bisa dibilang berhasil membuat trailer yang cakep. Walaupun ternyata... trailernya lebih bagus dari filmnya. Eh.


     |CERITA| Ibarat tubuh manusia yang tersusun atas tulang dan otot, Jailangkung 2 ini seperti tubuh tanpa tulang. Pondasi yang sangat lemah. Sepanjang film, plot banyak di mutilasi. Sehingga terasa kosong, hampa, hanya potongan-potongan gambar yang disusun begitu saja. Banyak logika yang cacat dan seenaknya sendiri. Ah sudahlah..


     |VISUAL| Sejelek-jeleknya cerita Jailangkung 2, satu hal yang patut diapresiasi adalah adegan kapal tenggelam dengan efek yang bisa dibilang bagus. Soal gambar sih juga seperti Jose bikin megah seperti biasa. Cuma ya editingnya itu... sama sekali gak memperhatikan continuity.


     |AUDIO| Ada suara teriakan Matianak yang khas, yang sudah dibawa sejak di film Jailangkung tahun lalu. Itu aja sebenernya cukup untuk membuat bulu bergidik. Sayang film ini masih banyak banget musik jeng-jeng yang asal keras, untuk melancarkan aksi jumpscare yang mainstream pula.


     |ACTING| Jika tulang saja gak punya. Otot yang melekat pun jadi tak berarti. Potensi akting dari aktor-aktris yang ada di Jailangkung 2 pun jadi sia-sia.


     |KESMPULAN| Andaikan Jose Poernomo dan Rizal Mantovani diberikan tim script yang lebih baik dan waktu development yang lebih panjang, pasti mereka bisa menciptakan karya yang menakjubkan. Kita nantikan saja saat itu tiba. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hanum & Rangga (Faith & The City) (2018) : Buah Semu dari Kemegahan New York

     Satu lagi sebuah drama yang diadaptasi dari novel laris karya penulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Setelah beberapa ...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi