Home » , , , , » Review Film Insya Allah Sah 2 (2018) : Konflik Lebih Berat dari Kakaknya

Review Film Insya Allah Sah 2 (2018) : Konflik Lebih Berat dari Kakaknya


     Berawal dari novel berjudul Insya Allah, Sah! yang di tulis oleh Achi TM pada tahun 2015, kemudian diwujudkan ke bentuk film oleh produser Manoj Punjabi pada tahun lalu. Hampir satu tahun sejak lebaran 2017, Insya Allah, Sah! udah punya sekuel yang siap disantap pada lebaran tahun ini. Dengan sutradara yang berbeda dan tokoh utama yang tersisa tinggal Raka (Pandji Pragiwaksono) saja. Apakah Insya Allah, Sah! 2 akan menjadi lebih baik atau sebaliknya?


     |POSTER & TRAILER| Raka, Gani (Donny Alamsyah) serta Mutia (Luna Maya) menjadi fokus utama dalam poster IAS2, hal ini wajar karena sepanjang film memang berkutat dalam kisah mereka bertiga. Lebih khusus lagi, kisah Gani dan Mutia. Sedangkan Raka di film ini, bisa dibilang seperti turut 'nimbrung' atau juga bisa dikatakan terjebak dalam kisah Gani & Mutia, namun yang pasti kehadirannya membuat film ini lebih berwarna. Raka yang sedang mengemudikan motor roda 3 dengan ngebutnya, Mutia yang terlihat ingin melahirkan, dan Gani yang siaga menodongkan senjatanya, sedikit banyak cukup untuk menggambarkan apa yang terjadi di dalam IAS2. Which is good, antara poster dan isi film masih nyambung. Walaupun secara umum, poster ini cukup 'biasa'. Kita sering kali menemukan poster yang sejenis. Bagus, tapi masih umum.


     Trailer IAS2 masih menebar adegan komedi yang dibuat oleh Raka maupun tokoh lain. Ini menandakan bahwa IAS2 masih memiliki benang merah dengan kakaknya. Namun yang berbeda, konflik yang dibawakan juga sudah sedikit dibocorkan di trailer. Konflik yang berbeda, lebih berat dan kompleks.

     |CERITA| Seperti yang udah disinggung diatas, IAS2 bisa dibilang berbeda genre dengan pendahulunya. Jika IAS bisa dibilang drama komedi yang ringan, IAS2 lebih kental drama, dengan bumbu komedi dan ada adegan aksinya. Bagi penonton IAS, mungkin akan 'kaget' saat menontonnya. Karena IAS2 tidak 'semenyenangkan' IAS. Bukan berarti IAS2 jelek, namun memang karena IAS2 memilih jalur yang berbeda dari IAS. Anggy Umbara sebagai sutradara, juga mampu membawa drama IAS2 ke titik puncak. Sehingga kalau ditanya, bagus mana antara IAS atau IAS2? Maka jawabnya adalah keduanya sama-sama bagus. Hanya saja, masing-masing memiliki 'rasa' yang berbeda.


     |VISUAL| Karakteristik Anggy Umbara, terasa sekali dalam IAS2. Looknya dengan tone warna yang contrast walaupun tidak seberlebihan film-film Anggy sebelumnya. Yang paling malesin dari IAS2 adalah scene di mobil yang kacanya pake greenscreen, karena gak rapih. Sebenarnya kalau dikerjakan secara nyata, akan lebih bagus, daripada belum siap dengan teknologi greenscreen.


     |AUDIO| Hal yang menarik dari audionya adalah kehadiran soundtrack Judul-Judulan yang dinyanyikan Titi Kamal dan Duo Harbatah sebagai musik ilustrasi, walaupun cuma sesekali saja munculnya, namun ini cukup mengingatkan kita pada 'rasa' IAS pertama. Selain itu, sound effect untuk mendukung adegan aksinya juga cakep.


     |ACTING| Akting paling keren di film ini dipegang oleh Luna Maya dan Donny Alamsyah. Mereka berdua dapet banget dalam memainkan emosi penonton dengan tokoh mereka yang punya range emosi cukup lebar juga. Kalau untuk Raka sih, gak jauh beda dengan performanya di film pertama. Gak begitu banyak adegan yang aneh-aneh. Bukan jelek, tapi tokoh Raka sebenarnya masih bisa dieksplore lagi. Hal ini juga terjadi pada Nirina Zubir. Peran sebagai polwan (kalau gak salah), sudah sering dia perankan. Sedangkan Tanta Ginting walaupun porsinya tidak banyak, tapi penampilannya juarakk.


     |KESIMPULAN| IAS2 bisa dibilang menjadi film lebaran yang paling baik sejauh ini, berjajaran dengan Kuntilanak yang memiliki rating yang sama. Dibilang sempurna? Tentu tidak. Diluar kekurangannya, IAS2 punya pembelajaran yang bagus sekali untuk dijadikan introspeksi. Komedinya cukup seru dan actionnya menarik! #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hanum & Rangga (Faith & The City) (2018) : Buah Semu dari Kemegahan New York

     Satu lagi sebuah drama yang diadaptasi dari novel laris karya penulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Setelah beberapa ...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi