Home » , , » Review Film Danur 2 Maddah (2018) : Mending dari Seri Sebelumnya

Review Film Danur 2 Maddah (2018) : Mending dari Seri Sebelumnya


    Di hari-hari awal penayangan film Danur pada tahun lalu, Manoj Punjabi selaku Producer langsung memberikan statement bahwa sekuel Danur akan tayang pada tahun 2018. Tentunya ini berkat antusias masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat dengan cerita yang dibuat oleh Risa Sarasvati. Selain novel Danur menjadi best seller, film Danur juga mencatatkan pentonton sebanyak 2.7 juta lebih penonton selama masa penayangannya. Untuk itulah di tahun ini, sesuai janji dari Manoj Punjabi, hadirlah Danur 2 Maddah. Kesuksesan Danur dalam meraup jumlah penonton yang fantastis, membawa beban tersendiri bagi pembuat film, untuk menciptakan Danur 2 Maddah lebih dari sebelumnya. Mengingat performa dari Danur juga mengecewakan. Lalu apakah Awi Suryadi yang masih dipercaya menduduki bangku sutradara bersama timnya berhasil menjawab tantangan tersebut?


     |POSTER & TRAILER| Untuk urusan poster, Danur sempat mengalami perubahan. Dulu sih katanya, karena tak ada sosok Peter cs yang dilibatkan, malah sebaliknya, sosok kuntilanak yang muncul. Namun di Danur 2 Maddah ini, sepertinya tim pembuat poster sudah lebih tau poster yang tepat. Sehingga munculah poster dengan set didalam ruangan, terlihat Peter cs duduk melingkar dengan Risa ditengah-tengah seperti sedang ditarik kearah dinding oleh sosok hantu noni Belanda, ini menarik! Bagaimana nurani penonton tidak tergugah ketika melihat poster yang epic ini.


     Setelah poster yang epic, dilanjutkan dengan trailer yang.... bikin harus menurunkan ekspektasi berlebih. Polanya terlihat belum jauh berbeda dengan Danur. Suara musiknya masih terlalu 'jeng-jeng', sangat berlebihan, penyusunan trailernya cukup oke, walaupun di klimaks trailernya, terlalu cepat dan kurang berasa. Padahal teasernya malah lumayan bagus.


     |CERITA| Secara keseluruhan cerita Danur 2 Maddah lebih punya motivasi dan tertata dari pada Danur. Walaupun begitu, Danur 2 Maddah tetap belum bisa membawakan cerita secara cerdas untuk penonton, banyak penjelasan-penjelasan mengenai cerita yang diulang-ulang dan di ceritakan secara detail, seolah penonton susah untuk memahami ceritanya. Dan terkadang juga Danur 2 Maddah menjelaskan sesuatu dengan tidak lengkap atau tidak tersampaikan dengan baik. Selain itu, konotasi horor kuno masih banget dibawa film ini, seperti banyak lampu remang-remang, rumah sakit gelap, lampu mati-mati, dan banyak kejanggalan yang disaat sekarang sudah hampir gak ada yang seperti itu. Akhirnya logika cerita jadi lemah.


     |VISUAL| Gaya pengambilan gambarnya masih ala-ala Awi Suryadi, dengan perpindahan banyak shot, tapi sudah mending, tidak semengganggu di Danur. Tapi ya itu, kenapa di hampir semua film gelap dan remang-remang sih. Kan horor juga gak harus gitu-gitu banget.


     |AUDIO| Untuk urusan ini, bagian musik emang udah mendingan daripada kakaknya. Namun tetap saja, jumpscare dengan musik yang berisik, tetap jadi andalan.


     |ACTING| Prilly Latuconsina emang cakep mainnya, walaupun sebenarnya dia masih punya potensi yang bisa digali lagi. Untuk pemain-pemain lainnya pun begitu. Belum ada yang terlihat menonjol di film Danur 2 Maddah ini.


     |KESIMPULAN| Danur 2 Maddah memang sudah memperbaiki beberapa kesalahan kakaknya. Walaupun masih banyak PR untuk sekuel selanjutnya. Film Danur 2 Maddah ini secara keseluruhan bisa untuk dinikmati. Walaupun saat ingin menontonnya, jangan memasang ekspektasi yang terlalu tinggi, daripada kecewa akhirnya. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Teman Tapi Menikah (2018) : Tetap Manis, Walau Tau Ending

     Setelah terbit untuk pertama kali pada pertengahan tahun 2012 dalam versi cetak. #TemanTapiMenikah hadir dalam layar lebar 6 tahun k...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi