Home » , , » Review Film Teman Tapi Menikah (2018) : Tetap Manis, Walau Tau Ending

Review Film Teman Tapi Menikah (2018) : Tetap Manis, Walau Tau Ending


     Setelah terbit untuk pertama kali pada pertengahan tahun 2012 dalam versi cetak. #TemanTapiMenikah hadir dalam layar lebar 6 tahun kemudian. Falcon Pictures sebagai production house yang bertanggung jawab atas karya film ini, menggandeng sutradara kenamaan Rako Prijanto. Lalu apakah kisah cinta Ayudia & Ditto ini bisa menjadi semakin menarik ketika ditonton dalam versi layar lebar?


     |POSTER & TRAILER| Poster film Teman Tapi Menikah simpel, seperti bukunya. Simpel untuk ukuran sebuah poster film. Dengan background warna kuning dengan beberapa aksen warna retro seperti pink-ungu-orange, merupakan hasil warna tambahan setelah ada objek vespa disana. Diatas vespanya sendiri ada tokoh Ditto yang sedang menaikinya, dan Ayu yang duduk di bagian depan motor. Jelas ini hanyalah sebuah adegan untuk keperluan poster saja, karena tidak mungkin di kehidupan nyata menaiki motor dengan cara seperti itu, dan ini menjadikan posenya unik.


     Trailer Teman Tapi Menikah sejak awal hingga akhir trailer, di isi oleh musik original soundtrack yang diisi oleh Iqbaal Ramadhan. Entah kebetulan atau disengaja, pemeran Ayudia adalah Vanesha Prescilla. Pertemuan antara keduanya di trailer Teman Tapi Menikah menjadi minat tersendiri bagi penonton yang masih terkesima dengan performa keduanya di film Dilan yang belum lama dirilis dan berhasil memperoleh 6 juta lebih penonton. Walaupun sebenarnya, di Teman Tapi Menikah, Ditto juga diperankan oleh tokoh yang 'kuat', yaitu Adipati Dolken. Sehingga hal ini menimbulkan gejolak tersendiri di kalangan fanbasenya masing-masing. Bisa jadi ini adalah sebuah teknik promo.


     |CERITA| Teman Tapi Menikah punya cerita dengan alur yang cukup lambat sebenarnya, dan di banyak tempat cukup membosankan. Namun hanya dengan beberapa adegan yang manis saja, sudah cukup mengangkat kembali emosi penonton. Walaupun sering, setelah itu, turun lagi emosinya. Dan lagi, saat-saat menuju ending, film ini punya lika-liku yang bisa membuat penoton berharap akan endingnya dan tersenyum setelahnya.


     |VISUAL| Style gambar dan editingnya saat opening film asyik banget. Bahkan sempat mengira ini adalah film musikal. Namun setelah opening se epic itu, film berjalan dengan style yang biasa. Dengan tone warna yang warm, selayaknya Falcon biasa mewarnai filmnya dengan warna yang tidak biasa.


     |AUDIO| Teman Tapi Menikah punya audio yang cukup. Tidak memberikan treatment yang gimana-gimana selama film. Cuma untuk opening itu selain visual dan editing yang epic, didukung juga dengan musik dan sound effect yang pas.


     |ACTING| Adipati Dolken seperti biasanya, tak pernah mengecewakan. Begitu juga di film ini, dia berhasil menjadi Ditto. Hanya saja, Adipati sudah terlalu sering berperan seperti ini, sehingga di film ini, tak ada yang terlihat spesial. Apalagi belum lama ini melihat performanya yang maksimal di Posesif. Untuk Vanesha yang bisa di bilang film keduanya setelah Dilan 1990, dia punya performa yang cukup baik, namun entah kenapa, penonton masih terbayang Vanesha adalah Milea.


     |KESIMPULAN| Teman Tapi Menikah bukanlah sebuah film yang sempurna maupun setidaknya menarik di setiap durasinya, namun beberapa moment manis mampu dihasilkan film ini. Film ini membuktikan, walaupun ending film sudah diketahui penonton, namun sebagai sebuah film, masih mampu bercerita dan menceritakan perjalanan ceritanya dengan baik. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hanum & Rangga (Faith & The City) (2018) : Buah Semu dari Kemegahan New York

     Satu lagi sebuah drama yang diadaptasi dari novel laris karya penulis Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Setelah beberapa ...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi