Home » , » Review Film Bayi Gaib (2018) : Benar-Benar Gaib

Review Film Bayi Gaib (2018) : Benar-Benar Gaib


     Sejak akhir tahun lalu, Bayi Ajaib telah mulai di promosikan. Dengan menggandeng sutradara kenamaan Rizal Mantovani, bersama dengan Dee Company dan MD Pictures. Mereka juga sedikit banyak membicarakan bahwa ini adalah film remake dari film Bayi Ajaib di tahun 1982. Namun semakin mendekati tanggal penayangannya, judulnya berubah menjadi Bayi Tumbal. Tak lama berselang, berubah lagi menjadi Bayi Gaib, dengan tagline Bayi Tumbal, Bayi Mati. Ini adalah suatu keanehan yang hampir jarang terjadi. Perubahan yang labil dalam rentan mendekati waktu release. Hingga akhirnya, klaim terhadap remake film tahun 1982 tersebut, sudah tak pernah diungkapkan. Apakah karena mereka gagal mendapatkan lisensi? Entahlah. Namun apakah keanehan ini, masih bisa 'termaafkan' oleh filmnya itu sendiri?


     |POSTER & TRAILER| Tone warna grayscale membuat kesan suram. Ditambah keranjang bayi 'gothic' yang mengeluarkan tangan dengan kuku jari yang panjang. Berdiri sepasang suami istri, Rafa dan Farah menggunakan pakaian serba hitam. Menginjak area seperti rumput-rumput dan dibelakang mereka banyak pohon-pohon tanpa daun. Sebagai sebuah poster film horor, Bayi Gaib berhasil membuatnya dengan menarik.


     Trailer dibuka dengan adegan gigi Rafa yang lepas satu persatu di wastafel, udah jadi starting poin yang bagus banget. Semakin kebelakang, trailer berajalan oke, walaupun tak terlalu yang gimana-gimana. Tapi memang kesan awal dari adegan gigi itu, udah bikin calon penonton ngilu dan pegang giginya masing-masing.


     |CERITA| Ceritanya lawas banget. Konfliknya juga kuno. Kemasannya pun sama. Gak keliatan kayak film tahun 2018. Dari awal hingga akhir, lempeng-lempeng aja. Penampakan asal pake musik jeng-jeng aja. Bayi Gaib ini gak punya pondasi cerita dan konflik yang matang. Serba instan dan dipaksakan. Untuk ukuran tahun 2018, Bayi Gaib bukan lagi di level sederhana, tapi minus.


     |VISUAL| Niatnya sih berasa film lama. Tapi malah hasilnya kayak film lama memang, film lama yang filenya udah burem, trus diputer di tahun sekarang. Gak ada sesuatu yang gimana-gimana. Biasa aja. Pengambilan, editing, yaa standart. Untuk urusan bentuk hantu, Rizal masih memberikan sentuhan tangan dinginnya, walaupun gak seperti biasanya.


     |AUDIO| Film horor yang cuma bisa ngandelin jeng-jeng yang mengganggu telinga.


     |ACTING| Rafa yang diperankan bagus oleh Ashraf Sinclair. Ditengah film yang tak terlalu punya pondasi hidup, Ashraf memberikan sedikit nafas kehidupan lewat aktingnya sebagai Rafa yang terlihat natural. Rianty .... ah kamu jadi Aisyah di Ayat-Ayat Cinta aja, perannya disini juga tak begitu berpengaruh. Mario Lawalata ya okelah.


     |KESEMPATAN| Keanehan sejak bergonta-ganti judul terjawab. Judulnya Bayi Gaib. Filmnya pun gaib. Rizal Mantovani yang terkenal dengan karya-karya horornya, seakan tak berbekas apa-apa. Film ini hanya sebatas angin lalu. Kecuali sosok hantunya yang cukup oke, walaupun kemunculannya annoying. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Teman Tapi Menikah (2018) : Tetap Manis, Walau Tau Ending

     Setelah terbit untuk pertama kali pada pertengahan tahun 2012 dalam versi cetak. #TemanTapiMenikah hadir dalam layar lebar 6 tahun k...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi