Home » , » Review Film Eiffel... I'm in Love 2 (2018) : Reuni yang Menyenangkan & Punya Rasa

Review Film Eiffel... I'm in Love 2 (2018) : Reuni yang Menyenangkan & Punya Rasa


     Film Eiffel... I'm in Love yang mulai tayang sejak 21 November 2003, berhasil sukses meraih lebih dari 2.6 juta penonton datang ke bioskop. Berawal dari bekal tersebut, rumah produksi Soraya Intercine Films berinisiasi untuk melanjutkan kisah cinta Adit & Tita yang belum diketahui ujungnya pada film seri pertamanya. Tepatnya 15 tahun setelah film pertama release, film Eiffel... I'm in Love 2 mulai bisa di saksikan mulai 14 Februari 2018. Hingga 2 minggu pasca pemutarannya, film ini mampu meraih lebih dari 800 ribu penonton. Angka yang bisa dibilang masih jauh dari kakaknya, namun apakah karena performa filmnya yang kurang?


     |POSTER & TRAILER| Kalau kita bisa mengulas balik beberapa tahun kebelakang, film Ada Apa dengan Cinta juga mempunyai sekuel, 14 tahun paska film perdananya. Poster AADC dan AADC2 juga bisa dibilang identik mirip, hanya berbeda posisi antara Rangga & Cinta saja. Itupun juga yang mirip terjadi dengan Eiffel... I'm in Love 2. Posternya secara komposisi sama! Hanya saja tampilannya saja yang sudah lebih dewasa dan modern. Poster sebuah film 'reuni' yang menyenangkan.


     Sejak trailernya muncul, kesan pertama adalah nostalgia! Adit dan Tita masih gak berubah dari dulu, sebuah bentuk konsistensi yang menarik, khususnya dari karakter mereka. Adit yang ketus dan Tita yang manja. Secara visual, terlihat ini khas Soraya banget. Pengambilan gambar yang megah, tajam, komposisi simetris, dan color grading yang cenderung orange. Terlihat produksi ini dikerjakan secara serius.


     |CERITA| Melanjutkan dari film pertamanya, tepat 14 tahun setelah film pertamanya, apakah hubungan LDR 12 tahun Jakarta-Paris antara Tita-Adit berakhir atau berlanjut? Semuanya dirangkai dengan konflik yang masuk akal. Begitupun emosi yang dirasakan penonton, 11-12 dengan saat menonton film pertamanya, manis, konyol, nyebelin, sedih, ah.. namun di sekuelnya ini, Eiffel 2 berhasil menghadirkan konflik yang lebih dalam, lebih punya rasa, dan lebih dewasa.


     |VISUAL| Gak perlu diragukan lah, apa yang sudah terpampang sejak trailer lah yang akan penonton dapatkan selama menonton film. Tapi yang kerennya lagi, Rizal Mantovani beserta DOP mampu menghadirkan komposisi-komposisi yang ajib! Gak cuma sekedar simetris, tapi memanfaatkan refleksi kaca mobil dengan Eiffel misalnya, dan masih ada beberapa lain. Kamera movementnya juga dinamis, gambar sangat jernih dan tajam, color grading konsisten, sangat nyaman ditonton.


     |AUDIO| Eiffel punya koleksi sealbum soundtrack yang imut, asyik, unik, sedih, lucu, ah macem-macem. Music garapakan Melly Goeslaw bersama Anto Hoed ini berhasil membawa energi yang lebih untuk filmnya.


     |ACTING| Shandy Aulia dan Samuel Rizal memang dua orang yang pas untuk menjadi Tita dan Adit. Gak kerasa jarak film 15 tahun, karena mereka tidak berubah. Memang Tita dan Adit yang kita tonton, bukan Shandy dan Samuel. Kebetulan juga, secara fisik, keduanya tak berubah jauh. Yang menarik lagi, tokoh-tokoh lain di film ini, juga tak berubah dari Eiffel 1. Hingga akhirnya kita bisa melihat lagi seperti Tommy Kurniawan dan Helmy Yahya.


     |KESIMPULAN| Lalu apakah film sekuel ini tak performa yang lebih dari pendahulunya? Jawabannya tidak. Film kedua ini mempunya rasa yang lebih dibandingkan seri pertamanya. Walaupun seri pertamanya tetap memiliki kesan sendiri yang tak bisa dilupakan. Namun Eiffel... I'm in Love 2 ini bisa dibilang sebagai sekuel yang sukses. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review FIlm Kafir (2018) : Asyik sih Kemasannya, Tapi...

     Perlu diakui semenjak beberapa film horor yang super laris di tahun 2017, membuat 2018 menjadi tahunnya film horor. Puluhan bahkan m...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi