Home » , , » Review Film Dilan 1990 (2018) : Kisah Manis Anak SMA

Review Film Dilan 1990 (2018) : Kisah Manis Anak SMA


     Gema Dilan semakin menjadi mainstream ketika karya novel ini akan di filmkan. Terlebih lagi, dari rumah produksi MAX Pictures sempat menyembunyikan sosok yang akan berperan sebagai Dilan dan Milea. Hingga akhirnya pertanyaan itu terjawab saat pers conference, Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla sebagai dua tokoh utama di film ini. Pro dan kontra bermunculan. Para fans setia Dilan menganggap Iqbaal bukan aktor yang cocok. Banyak juga yang cukup underestimate dengan rumah produksi MAX Pictures yang sejauh ini belum menggarap film yang benar-benar bagus, begitu pula dengan Fajar Bustomi yang duduk di kursi sutradara bersama Pidi Baiq. Lalu apakah semua prasangka ini terbukti?


     |POSTER & TRAILER| Dilan 1990 menggunakan salah satu adegan dalam film yang cukup 'melegenda', yaitu saat Dilan bertemu dengan Milea pertama kali, dan mencoba meramal bahwa mereka akan bertemu nanti di kantin. Jalanan menuju ke sekolah yang cukup asri karena banyak pohon. Menampilkan sosok Milea yang sedang berjalan dan menoleh ke arah Dilan yang berada di atas motornya. Menggunakan efek yang lebih seperti animasi, membuat poster ini terlihat lucu, manis dan gak monoton.



     Beberapa gombalan ala Dilan yang dimasukan ke dalam trailer, sukses membuat penonton yang bahkan belum tau tentang Dilan sebelumnya, jadi berbondong-bondong ke bioskop. Sehingga hingga saat ini, penonton Dilan sudah menyentuh 5.8 juta penonton, melesat menjadi penonton film Indonesia terlaris setelah Warkop DKI Reborn Part 1. 


     |CERITA| Dilan ini bisa dibilang film dengan tanpa konflik utama yang kuat. Sepanjang film lempeng-lempeng aja. Hanya ada beberapa konflik-konflik kerikil yang menghiasi di beberapa adegan. Tapi entah kenapa, Dilan ini racun banget! Film ini berhasil membius penonton untuk duduk tenang menikmati filmnya sembari senyum-senyum sendiri, jadi salah tingkah, sampai ahh.. Dilan emang film yang manis. Ini berkat kekuatan narasi Dilan yang fresh, beda dari yang sudah pernah ada. Inilah kekuatan utama Dilan. 


     |VISUAL| Cerita yang manis juga tak akan berhasil jika disandingkan dengan visual yang biasa. Dilan memiliki penyajian visual secara umum enak dan bisa dinikmati secara pengambilan gambar, cuttingnya, dan set artistik hingga mua wardrobe, bekerja dengan baik. Hanya saja, satu hal yang kurang nyaman adalah color gradingnya, Mungkin ini semacam signature dari MAX Pictures, karena beberapa film garapan mereka sebelumnya, juga mengalami hal yang serupa. Dilan juga secara warna kurang nyaman, oh ya sama beberapa penataan lighting juga kurang, mungkin ini bisa jadi subjektif.  Adakah diantara kalian yang merasakannya?


     |AUDIO| Departemen ini juga bekerja dengan cukup baik. Gak terlalu spesial, tapi juga gak buruk. Ya bagus lah, bisa dinikmati. Untuk soundtracknya, memang sih ikutan booming juga, tapi sebenarnya dengan hype Dilan yang besar banget seperti ini, untuk soundtrack masih bisa di eksplore lebih lagi. Karena ketika sebuah film sudah tidak tayang lagi, soundtrack inilah yang bisa mengingatkan penonton terhadap filmnya.


     |ACTING| Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla berhasil menjawab tantangan! Mereka bisa merepresentasikan dengan baik sosok Dilan dan Milea. Chemistry mereka juga terbangun hangat. Selama beberapa waktu kedepan, mereka akan selalu dikenang sebagai Dilan dan Milea pasti.


     |KESIMPULAN| Prasangka yang selama ini dialamatkan untuk Film Dilan 1990 ternyata salah! Film ini ternyata sangat amat manis dan enak sekali untuk dinikmati. Dan pastinya? Penonton akan sangat menantikan sekuel dari film ini. Bisa dikatakan bahwa Dilan 1990 adalah film terbaik dari Fajar Bustomi, Pidi Baiq dan MAX Pictures. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Teman Tapi Menikah (2018) : Tetap Manis, Walau Tau Ending

     Setelah terbit untuk pertama kali pada pertengahan tahun 2012 dalam versi cetak. #TemanTapiMenikah hadir dalam layar lebar 6 tahun k...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi