Home » , , , , , » Review Film Naura & Genk Juara (2017) : Musikal Anak Millenial

Review Film Naura & Genk Juara (2017) : Musikal Anak Millenial


     Petualangan Sherina, sebuah film musikal anak-anak di tahun 2000 yang begitu apik hingga terngiang sampai sekarang. Banyak penonton yang merindukan film sejenis hadir menghiasi layar bioskop. Di tahun 2017 ini, sebuah film dengan genre yang serupa, siap menghibur penontonnya, yaitu Naura & Genk Juara. Apakah film ini mampu membuat penontonnya turut larut dengan filmnya?


     |POSTER & TRAILER| Poster yang cukup cerita untuk ukuran film anak-anak musikal. Ada warna hijau dari hutan yang disambung dengan biru dari langit yang cerah. Sinar kekuningan matahari menambah kesan semangat pada poster ini. Beberapa tokoh yang seolah sedang berlari, juga menunjukkan keriangan gembira, walaupun penempatannya kurang enak sebenernya, kurang tau fokusnya, tinggal diatur lagi komposisi dan porsinya, akan lebih baik lagi. Font judulnya sendiri udah asyik banget, dengan background image potongan kayu itu juga seru.


     Ceria, musiknya bagus, lagunya pun easy listening, itulah kesan dari nonton trailer Naura & Genk Juara. Sepertinya memang 'musik' lah, 'jualan' dari film ini. Karena di trailernya sendiri, konflik dalam filmnya, tak begitu ditunjukkan, jadi terasa ada yang kurang.


     |CERITA| Ceritanya simpel sebenarnya, alur ceritanya juga lurus-lurus saja. Tapi sisi 'simpel' pada Naura, hanya dibiarkan begitu saja tak dieksplore lebih jauh. Pengenalan karakter, masalah, hingga konklusi dibiarkan berjalan dengan sangat cepat, bahkan di sampai di skip. Semua itu ditutupin oleh adegan nyanyi dan joged lagu-lagu yang terkadang tak terlalu berkaitan dengan filmnya, diluar lagunya yang bagus-bagus. Akhirnya ceritanya banyak yang 'kebetulan', dan ini fatal sebenarnya. Film anak mungkin tidak butuh plot maju mundur, atau cerita yang rumit, namun logika film harus tetap berjalan bukan?


     |VISUAL| Untuk teknis gambar, pertama tentang drone. Banyak banget gambar gak penting dari drone. Kedua, kualitas gambar drone dan kamera bukan dronenya beda. Selain itu, masih oke lah, seru dan menyenangkan, gambarnya bisa dinamis mengikuti lagu, walaupun cuttingnya tak selalu nyaman. Nah untuk wardrobe, masih gak habis pikir si Naura sepanjang film pake hotpans. Bahkan di acara lomba sains sekalipun. Kalau adegannya dirumah sih masih oke, tapi ini lagi acara lomba sains bahkan.... seharusnya sih film anak-anak seperti ini, ramah untuk anak. Bukannya memberikan mindset 'wah ternyata boleh ya pake hotpans kemana-mana'.


     |AUDIO| Namanya juga jualan di 'musik' jadi gak perlu diragukan, bagus. Selain itu... yaa biasa aja. Bahkan sempat terdengar 'Slate 31' di salah satu perpindahan scene, yaa semoga itu salah denger, haha, tapi itu jelas banget.


     |ACTING| Sejauh nonton, aktingnya semua asyik-asyik aja. Penonton bisa menikmati setiap percapakan anak-anak disini, maupun orang dewasa disini. Cukup natural.


     |KESIMPULAN| Naura & Genk Juara jelas jauh dari Petualangan Sherina. Mungkin ada yang gak setuju untuk membandingkan suatu karya, dengan karya lainnya. Namun ini manusiawi bukan? Naura & Genk Juara sebenarnya punya potensi besar untuk jauh lebih baik dari ini. Namun, bukan berarti Naura & Genk Juara jelek, ini masih bisa dinikmati kok. Ada baiknya buat anak-anak yang mau nonton, ditemenin orang dewasa ya. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Ayat-Ayat Cinta 2 (2017) : Cinta hingga Lebam Membiru

     Hampir 10 tahun berlalu, the greatest love story Fahri dan Aisha kembali berlanjut. Bayang-bayang nama besar Ayat-Ayat Cinta, menj...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi