Home » , , , » Review Film Jomblo (2017) : Awas Bikin Baper!

Review Film Jomblo (2017) : Awas Bikin Baper!


     Hanung Bramantyo kembali memfilmkan novel karya Adhitya Mulya yang berjudul Jomblo. Sebelumnya Hanung pernah membuatnya di tahun 2006. Film comedy semacam ini, memang akan selalu berkembang sesuai dengan kondisi jaman. Inilah yang membedakan Jomblo 2017 dengan 2006. Jomblo 2017 akan lebih milenial dan lebih cocok ditonton generasi sekarang dibandingkan yang terdahulunya. Lalu apakah Jomblo 2017 akan kembali mengulang kesuksesan Jomblo 2006?


     |POSTER & TRAILER| Kesan pertama melihat poster Jomblo 2017 adalah lucu. Keempat tokoh utama, Agus, Olip, Doni dan Bimo dipasang pada garda depan. Setiap tokoh berekspresi sesuai dengan karakternya masing-masing. Ada juga tokoh cewek yang tak di ekspose berlebihan. Yang paling menarik, background gambarnya yang 'penuh' dengan suasana perkotaan padat.


     Diracik secara pas, Jomblo mampu menempatkan potongan-potongan adegan untuk menarik minat calon penonton, tanpa khawatir kena spoiler yang berlebihan. Kehadiran Original Soundtrack Jomblo juga menambah keseruan dan kegeregetan untuk segera nonton Jomblo.


     |CERITA| Roda cerita berputar disekitaran 4 tokoh utama, yaitu Agus, Bimo, Olip dan Doni. Masing-masing dari mereka mewakili 4 karakter yang berbeda dari seorang jomblo. Konflik yang dibahas seputar persahabatan dan percintaan. Jomblo punya speed alur yang sangat kencang. Komedi yang berdesakan selalu muncul. Drama yang emosional diantara tawa yang membawa tangis. Ah... menonton Jomblo seakan seperti naik ke roller coaster. Emosi penonton diaduk-aduk. Jomblo mampu mendeliver ceritanya dengan sangat baik ke penonton, mengantarkan dari pengenalan yang menyenangkan, ke drama tingkat tinggi, sampai memberikan ending yang berkesan.


     |VISUAL| Karakter dari pengambilan gambar Jomblo adalah gambar-gambar padat/close up. Hampir tidak pernah ditampilkan gambar secara luas/full shot. Movement kamera juga sangat dinamis, hampir tidak ada kamera yang diam. Cuttingan editing juga begitu cepat temponya, membuat penonton tidak berhenti untuk fokus menonton. Desain artistiknya begitu detail dan cermat. Make up dan wardrobe juga sesuai dengan porsinya, tidak ada yang berlebihan.


     |AUDIO| Segala yang disuguhkan ke telinga kita detail sekali. Tidak ada audio yang terdengar flat, pasti ada effect yang di sesuaikan dengan visual. Misalkan suara dosen yang keras saat gambar mengarah ke dosen, dan menjadi pelan ketika gambar mengarah ke mahasiswa. Detail-detail seperti ini yang membuat film menjadi semakin berkelas. Untuk urusan audio lainnya? Gak perlu ditanya, detail saja diperhatikan, apalagi unsur-unsur yang umum.


     |ACTING| Ge Pamungkas juara banget di film ini, sedikit mengingatkan dengan film Mars Met Venus. Deva Mahenra walaupun porsinya tak banyak, namun juga menawan disini. Arie Kriting juga membawakan akting yang mantab. Richard Kyle membaik dibanding film-film dia sebelumnya, namun dia belum menunjukkan akting yang nyaman untuk dilihat. Pemain lainnya tampil OK.


     |KESIMPULAN| Keputusan Hanung Bramantyo untuk membuat kembali Jomblo dengan versi kekinian 2017 ini memanglah tepat. Konten Jomblo benar-benar milenial dan sangat cocok dengan kondisi saat ini. Film dengan paket komplit. Semua emosi bisa teraduk-aduk bagaikan adonan kue yang lagi di mixer. #BanggaFilmIndonesia


1 komentar:

  1. Permisi mas riza, ditunggu review pengabdi setannya. Kok lebih dulu jomblo ya. Ditunggu sama pembaca setia bang

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi