Home » , , » Review Film The Doll 2 (2017) : Teror Sadis dari Sabrina

Review Film The Doll 2 (2017) : Teror Sadis dari Sabrina


     Rumah produksi Hitmaker Studios sudah rutin menelurkan karya film horor setiap tahunnya sejak tahun 2012 melalui Film Rumah Kentang. Begitu juga dengan tahun ini, Hitmaker Studios lewat akun media sosialnya telah mengumumkan film sekuel dari The Doll yang release pada tahun 2016 yang lalu, dengan mengambil judul The Doll 2. Aktris dan aktor yang berbeda, cerita yang berbeda, boneka yang berbeda, hanya saja tokoh Sara Wijayanto yang masih dipertahankan untuk menjadi benang merah diantara kedua film ini. Kesuksesan The Doll dalam menakut-nakuti dan membuat orang ngeri dengan darah-darahannya, apakah akan bisa ditandingi atau bahkan lebih baik dengan hadirnya The Doll 2 ini?


     |POSTER & TRAILER| Poster The Doll 2 sesimpel seperti The Doll. Menunjukkan Sabrina, sang boneka pemeran utama di film ini, yang sedang duduk sendirian, menunjukkan seolah-olah dia yang berkuasa di film ini. Secara khusus boneka yang didatangkan dari Amerika ini memang memiliki bentuk yang aneh. Mata besar, dengan sedikit air mata darah di mata kanannya. Ukuran boneka Sabrina juga jauh lebih besar dari Ghawiyah, membuat kita semakin was-was kalau tiba-tiba Sabrina bisa muncul didepan kita.


     Waktu peluncuran trailer The Doll 2 kurang lebih waktunya mirip dengan kemunculan trailer Jailangkung. Trailer The Doll 2 terlihat kurang bisa menandingi trailer Jailangkung yang begitu megah dan mewah. The Doll 2 bukannya buruk, bagus, tapi masih banyak potensi yang bisa diangkat untuk menambah minat penonton untuk menonton film ini.


     |CERITA| Sewaktu membaca sinopsis, bagi sebagian orang sudah bisa menebak alur cerita di The Doll 2. Namun The Doll 2 tak hanya berpasrah disitu saja. The Doll 2 punya kekuatan pada pengemasan ceritanya yang sederhana, menjadi sangat menarik dan menegangkan. Secara plot, karakter dan unsur-unsur dalam penceritaan, The Doll 2 bisa dibilang paling baik dibanding film-film Hitmaker sebelumnya.


     |VISUAL| Hitmaker selalu datang membawa angin segar perhororan di Indonesia lewat gelaran visual yang megah dan mewah. Begitupun di The Doll 2. Tampilan gambar yang tajam, penataan angle yang menarik, gimmick-gimmick pengambilan dan editing yang seru, membuat film The Doll 2 menjadi punya 'nyawa' yang bisa disampaikan ke penonton.


     |AUDIO| Musik ilustrasi bikinan Anto Hoed juga jelas menjadi paduan yang epic! Diluar sound effect, foley dan unsur-unsur audio lain yang memang selalu digarap Hitmaker secara serius. Penonton jadi turut terbawa merasakan apa yang tokoh sedang rasakan di dalam cerita.


     |ACTING| Luna Maya keren banget sih. Untuk alasan apapun, dia bermain sangat keren disini. Apalagi dia tidak cuma berperan sebagai satu karakter, dan dia berhasil. Untuk Herjunot Ali, walaupun kesannya dia tak terlalu aneh-aneh aktingnya disini, tapi penonton juga menikmati suguhan aktingnya yang menawan bersama Luna Maya disini. Sara Wijayanto pun juga tak kalah mempesona. Sepertinya dia sudah sangat terlatih untuk membawakan peran-peran seperti ini.


     |KESIMPULAN| The Doll 2 bisa dibilang sebagai film horor-thriller Indonesia yang terbaik sejauh ini selama tahun 2017. Penonton bisa menikmati segala aspek yang digarap secara bagus, dengan production value yang besar dan hasilnya pun memuaskan. #BanggaFilmIndonesia

1 komentar:

  1. Tumben reviewnya agak telat naiknya.
    Aku lagi nunggu Petak Umpet Minako sama Pengabdi Setan nih. Berhubung The Doll 2 udah ketinggalan. :))

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi