Home » , , » Review Film Jailangkung (2017) : Datang Semangat, Pulang Kentang

Review Film Jailangkung (2017) : Datang Semangat, Pulang Kentang


     Sukses dengan film Jelangkung pada tahun 2001, membawa rumah produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures untuk menggandeng dua sutradara Jose Poernomo dan Rizal Mantovani, untuk mengerjakan film dengan tema serupa. Jailangkung, adalah judul yang dipilih untuk project horor tahun ini. Jailangkung merupakan sebuah produk film baru, sama sekali tidak berhubungan dengan Jelangkung terdahulu. Ditangani oleh dua sutradara yang sama, apakah film yang dikabarkan menghabiskan lebih dari 10 Milyar Rupiah dalam pembuatannya ini, mampu melebihi kesuksesan Jelangkung 16 tahun yang lalu?


     |POSTER & TRAILER| Posternya keren banget. Kesan ngerinya dapet, suramnya ada, dan keren juga hasil grafisnya. Penggunaan font, pewarnaan, peletakan dan segala macamnya, enak untuk dilihat. Sesuai dengan judulnya, Jailangkung versi dua kaki diletakkan pada tengah poster dengan ukuran besar. Ditambah genggaman tangan yang mengerikan, plus satu sosok perempuan yang misterius dibalik Jailangkungnya.


     Harus diakui bahwa trailer Jailangkung sangat keren. Gambar yang pilih, ditambah dengan dialog dan musik yang pas, bikin kesan mewah, menegangkan jadi satu di trailernya. Ditonton berkali-kalipun, trailer Jailangkung tetap punya keseruan untuk dinikmati. Ini cara 'jualan' film yang bagus, trailer dikerjakan dengan matang.


     |CERITA| Jailangkung punya premis yang sudah banyak di filmkan, namun masih tetap unik dan bikin penasaran. Apa lagi kalau bukan karena faktor, si Jailangkung itu sendiri. Film dengan durasi 86 menit, biasanya jarang yang bagus. Ternyata terbukti di film ini. Penokohan tak dijelaskan secara dalam, minimal dari tokoh utama dan central. Alasan sebab-akibat memang ada, tapi perubahan akan sesuatu, mudah sekali terjadi. Diluar itu semua, Jailangkung tak seburuk itu. Masih ada si sosok hantu dan Jailangkung itu sendiri, yang masih mengulik rasa penasaran hingga akhir film.


     |VISUAL| Kemegahan yang haqiqi, dimiliki oleh desain visual Jailangkung. Penataan kamera yang sangat anti mainstream, baik angle hingga pergerakan kamera yang tidak biasa dan sangat seru. Kualitas gambar yang dihadirkan juga baik, ini khas sekali film garapan Jose Poernomo. Sedangkan sisi artistik juga sangat menonjol, desain jailangkung, hantu, dan set dekorasi yang begitu 'horor', ciri khas dari Rizal Mantovani.


     |AUDIO| Untuk dialog sih gak ada masalah, bagus-bagus aja. Foley pun juga tak spesial. Yang cukup menarik perhatian adalah musik ilustrasinya. Sebagai mana film horor lainnya, haruslah memiliki musik yang bisa mendukung emosi ketegangan penonton, dan juga bisa menggiring penonton untuk terkejut saat jumpscare muncul.


     |ACTING| Hannah Al Rasyid menempati posisi pertama pemeran di film ini yang paling bikin terkesan. Disusul Wulan Guritno, Gabriella Quinlyn, dan Lukman Sardi. Gabriella Quinlyn punya suara dan ekspresi yang masuk banget buat film horor, apalagi pas dia nyanyi 'Nanti ada yang ngintip." pecah sih itu. Baru lanjut Amanda Rawles dan Jefri Nichol yang tak secemerlang di Dear Nathan penampilan mereka.


     |KESIMPULAN| Horor sejatinya adalah genre yang bertujuan untuk membuat rasa tegang, menakut-nakuti penonton dan sejenisnya. Jailangkung, punya poin positif pada desain visual, artistik, dan of course Jailangkung dan hantunya yang digarap dengan matang dan 'cakep'! #BanggaFilmIndonesia

1 komentar:

  1. Setelah menonton filmnya, saya malah jadi bingung sama alur ceritanya :D bener, yg paling bikin menegangkan sih karena suaranya.
    Rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi