Home » , , » Review Film Danur (2017) : Lagi-Lagi Jeng-Jeng

Review Film Danur (2017) : Lagi-Lagi Jeng-Jeng


     Enam tahun setelah Buku Gerbang Dialog Danur yang ditulis oleh Risa Saraswati, cerita ini berlanjut ke layar lebar. Lewat rumah produksi Pichouse Films yang merupakan anak perusahaan dari MD Pictures, bagaimanakah hasilnya?


     |POSTER & TRAILER| Sebelum membahas lebih lanjut, kita mulai dulu dari poster & trailer Film Danur. Poster Danur awalnya hanya menampakkan Prilly Latuconsina yang di film ini berperan sebagai Risa dan sosok kuntilanak yang mengganggunya, bernama Mbak Asih yang dimainkan oleh Shareefa Danish. Poster ini sangat biasa dan tak spesial.


     Namun menurut berita yang beredar, Peter CS yang tidak lain adalah teman hantu dari Risa, protes dengan posternya, karena tak menampilkan eksistensi mereka. Akhirnya dirubahlah dengan poster yang saat ini beredar. Poster versi baru ini justru jauh lebih baik dan menarik.


     Sebuah film bisa terlihat kualitasnya dari poster dan trailer. Setelah memperbaiki dari sisi poster, ternyata hal tersebut tak perlu dilakukan untuk trailernya. Karena sejak awal kemunculannya, trailer Danur memang mengundang penasaran dan menarik untuk di tonton. Pembuat trailer pintar untuk memasukkan adegan-adegan yang pas untuk dijadikan trailer.


     |CERITA| Risa, seorang anak berusia 8 tahun ingin mempunyai teman, dan ternyata tanpa dia sadari dia berteman dengan hantu! Ini premis yang sangat menarik. Mengingat cerita dari bukunya juga sudah viral sejak pertama cetak pada tahun 2011. Namun entah mengapa, film ini jadi kehilangan arah. Semakin bergulirnya cerita, terasa semakin tak meyakinkan, seolah hanya sekedar film untuk mengagetkan.


     |VISUAL| Telalu banyak variasi shot membuat film ini begitu cepat cutting dari shot 1 ke shot lainnya, dengan angle yang gak telalu penting maupun cantik, membuat ketegangan di film ini menurun. Seharusnya dengan shot yang simpel saja, justru mampu membuat film ini terkesan lebih suram.


     |AUDIO| Baru di awal film, penonton sudah diberikan musik yang sangat kencang, di tengah gambar yang cukup hening, ini sangat mengganggu. Ternyata begitu masuk part selanjutnya, Danur tidak selebay itu. Namun lagi-lagi, semakin ke belakang, musiknya dan sound effect menjadi senjata utama horor 'jeng-jeng' ini.


     |ACTING| Shareefa Danish emang juarakkk, cukup diam saja, tatapannya menyeramkan. Prilly cukup oke di film ini. Kinaryosih... cukup terganggu dengan suara seraknya. Oh ya, Inggrid Wijanarko juga menjalankan tugasnya dengan baik! Hanya saja make up effect mukanya, terlalu berlebihan.


     |KESIMPULAN| Kesuksesan Danur, menjadi titik balik industri film horor di Indonesia. Semoga setelah ini banyak horor yang berkualitas, hadir untuk memeriahkan tontonan bioskop di Indonesia. Untuk Danur sendiri, masih perlu ditingkatkan, apalagi direncanakan dibuat sekuel yang akan tayang di Maret 2018. #KESIMPULAN


5 komentar:

  1. Bang Riza lama sekali ga update? Padahal saya ngecek web ini tiap minggu loh btw hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa hehe, barusan udah posting lagi. Dan masih ada 3 film yang numpuk belum di review. Sebulan kemaren lagi persiapan shooting film soalnya, hehe. Beberapa waktu kedepan, bakal aku kejar. Thanks ya udah ngikutin :)

      Delete
  2. oh oke, Bang sukses buat filmnya.. Reviewnya juga.. :)

    ReplyDelete
  3. oh oke, Bang sukses buat filmnya.. Reviewnya juga.. :)

    ReplyDelete
  4. Huwe... film ini nggak sesuai dengan novel,sih! Dan jumpscare terlalu over 😟 aku berharap film Danur 2 lebih bagus dan apakah pemain perlu diganti? Soalnya akting Prily kurang bagus,bang! 😢

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi