Home » , , » Review Film London Love Story 2 (2017) : Caramel dan Orang Ketiga

Review Film London Love Story 2 (2017) : Caramel dan Orang Ketiga


     Genap setahun dari munculnya London Love Story pada awal 2016, Screenplay bersama sutradara Asep Kusdinar menelurkan sekuel LLS yang diberi judul London Love Story 2 (LLS2). Dimas Anggara, Michelle Ziudith dan Ramzi masih mengisi jajaran pemeran utama dan pendukung. Namun di LLS2 ketambahan satu pemain langganan Screenplay, yaitu Rizky Nazar. Dengan background kesuksesan LLS dalam menembus satu juta penonton lebih, bagaimana nasib LLS2?


     |POSTER & TRAILER| Bisa dibilang poster LLS2 punya dua point yang bisa untuk menjual, yaitu ketiga pemera utama dan salju. Selain itu tak ada bisa diharapkan dari poster ini. Apa adanya, tak seperti LLS yang posternya lebih terkonsep.


     Trailer LLS2 pun tak jauh beda dengan film-film Screenplay pada umumnya. Diawali dan diakhiri quote cinta ala-ala romantis, diberi cuplikan-cuplikan seru-seruan, manja-manjaan, marah-marahan, dan ada soundtrack di akhir. Seperti tak berinovasi.


     |CERITA| LLS2 ceritanya terlalu mengada-ada. Sekuel yang tak perlu ada sebenarnya. Walaupun diadakan pun, tidak dengan cerita yang sementah ini. Plotnya lurus-lurus aja. Untuk memudahkan menyembunyikan konflik dengan tameng masa lalu yang dibeberkan di akhir film, jurus yang udah dipake di film Promise. LLS2 tak selayaknya film naskahnya.


     |VISUAL| Seriously film ini maksa banget dengan beragam jenis kualitas video dijadikan satu. Drone yang gambarnya hancurpun dimasukkan. Sebenarnya gak perlu-perlu banget masukin drone, apalagi kualitasnya kayak gitu. LLS2 jelas penurunan dibanding LLS.


     |AUDIO| Bagian audio pun juga turun kualitas. LLS2 hanya ada gambar bergerak yang diberikan dialog dubbingan dan musik ilustrasi, hampir tak terdengar ada atmosphere disana. Musik ilustrasinya juga parah sih, suka gak nyambung, asal seru aja. Satu-satunya yang terbaik adalah soundtrack yang dinyanyikan Rossa - Cinta Dalam Hidupku.


     |ACTING| Untuk urusan akting, Dimas Anggara dan Rizky Nazar bermain bagus, walaupun tak spesial. Justru di LLS2 Michelle Ziudith memperlihatkan kemampuan aktingnya, diluar naskah dari LLS2, Michelle bisa menjadi calon aktris hebat di masa mendatang. Ramzi juga oke-oke aja, diluar scriptnya (lagi).


     |KESIMPULAN| Segala keterbatasan dan keterpaksaan yang ada di LLS2, film ini masih punya cara untuk membuat penontonnya terharu. Entah seperti apa itu, jika penontonnya cocok, pasti akan terkena. Oh ya, pastikan tetap duduk di bangku bioskop, karena ada sesuatu di akhir film setelah credit title selesai. #BanggaFilmIndonesia

1 komentar:

Newest Review

Review Film Critical Eleven (2017) : Kehangatan Cinta 11 Menit

     Hampir menginjak usia 2 tahun sejak buku Critical Eleven diterbitkan pada Agustus 2015, film adaptasinya telah release di 10 Mei 201...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi