Home » , , » Review Film Galih & Ratna (2017) : Cinta dalam Putaran Mixtape

Review Film Galih & Ratna (2017) : Cinta dalam Putaran Mixtape


     Sutradara Lucky Kuswandi kembali menelurkan karya film terbarunya, kali ini adalah Galih & Ratna. Terinspirasi dari novel Gita Cinta dari SMA, lalu terciptalah film ini. Sebenarnya di tahun 1979 juga pernah ada film yang terinspirasi dari novel ini dengan judul yang sama, Gita Cinta dari SMA. Film GCDS sangat popular di eranya, bahkan sampai sekarang. Lalu bagaimana dengan Galih & Ratna?


     |POSTER & TRAILER| Sesuai dengan judulnya, Galih & Ratna, poster film ini menampilan kedua pemeran utama ini dengan ukuran wajah yang besar. Simpel dan romantic. Background foto yang blur, namun masih bisa diketahui objeknya adalah kaset, yang merupakan benang merah dari film ini. It's good.


     Trailernya dimulai dengan setting stasiun kereta, ini merupakan salah satu lokasi yang ampuh dalam banyak film untuk menunjukkan kegalauan, dimana stasiun adalah tempat untuk perpisahan, atau bisa juga menjadi gerbang awal pertemuan. Keceriaan dan film Galih & Ratna tergambar dari pilihan-pilihan gambar yang tersusun secara epic di trailer. Beberapa dialog pun dimunculkan untuk semakin membuat rasa penasaran bertambah, tanpa memberikan spoiler berlebih.


     |CERITA| Kaset adalah barang yang sudah langka ditemukan di era saat ini, film Galih & Ratna berani untuk menjadikan kaset menjadi 'aktor utama' dalam perputaran roda cerita film ini, dan itu berhasil! Dibalik kaset yang mulai punah, ternyata banyak menyimpan kisah di dalamnya, yang kemudian di implementasikan ke dalam film yang bertempo terkadang lambat, terkadang medium ini. Kisah cinta anak SMA yang dewasa, bahkan mungkin film ini lebih bisa dinikmati usia 20an dibanding usia anak SMA jaman sekarang.


     |VISUAL| Secara kualitas visual, Galih & Ratna punya gambar anamorphic yang jernih, bagus, dan cinematic dengan segala aspek pendukung didalamnya. Seperti make up dan wardrobe yang sangat kekinian, artistik yang vintage update, penataan lighting yang syahdu dan tentunya pengambilan angle kamera yang enak dilihat.


     |AUDIO| Galih & Ratna juga didukung oleh kualitas audio yang baik, walaupun masih terkadang tidak ballance sepanjang film. Karena terkadang dialog yang ada, terasa kurang alami. Untuk urusan musik, film ini ajib! Soundtracknya pun menawan.


     |ACTING| Sheryl Sheinafia memang sudah teruji sebagai aktris berbakat semenjak menjadi pemeran utama pada Koala Kumal, di Galih & Ratna, Sheryl juga pandai untuk bermain sebagai Ratna yang baik, manis, namun juga terkadang pemikirannya sulit dimengerti Galih. Refal Hady sebagai pendatang baru, juga menunjukkan kualitas akting yang mumpuni dan bisa mengimbangi Sheryl dengan baik. Pemeran pendukung lainnya juga mantab, tak ada akting yang cukup untuk membuat kening berkerut selama menonton.


     |KESIMPULAN| Galih & Ratna bisa dibilang film dengan paket yang komplit, semua departemen menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik. Lucky Kuswandi sebagai sutradara, juga mampu menghadirkan mixtape dengan sedemikian rupa, sehingga penonton pun bisa berpikir untuk membeli atau membuat mixtape setelah nonton film ini. #BanggaFilmIndonesia

3 komentar:

  1. Sip sip sip. Aku juga pengen bikin mixtape setelah nonton film ini. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga alatnya masih ada dan berfungsi yaaaa

      Delete
  2. itu artis baru cantik bgt yah...
    lesung pipinya ituloh bikin gak nahan...

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi