Home » , , , » Review Film Bid'ah Cinta (2017) : Konflik Satu Agama, Beda Pemahaman

Review Film Bid'ah Cinta (2017) : Konflik Satu Agama, Beda Pemahaman


     Beberapa waktu kebelakang, banyak beredar di bioskop tanah air, film drama yang bernuansakan religi dengan kualitas yang baik. Ada pula film religi dengan balutan drama, namun sayangnya untuk jenis film kedua ini, secara kualitas masih jauh. Film Bid'ah Cinta hadir membawa premis yang unik dan berbeda, yaitu konflik dalam satu agama yang memiliki beda penafsiran. Lalu apakah film ini semenarik premisnya?


     |POSTER & TRAILER| Posternya standar banget, bahkan cenderung sangat kurang untuk poster film bioskop di tahun 2017. Pemasangan potret ketiga tokoh utama yang diletakkan begitu saja, dengan font Bid'ah Cinta yang terlihat kurang pas, membuat posternya semakin polos. Sangat sayang sekali posternya kurang digarap detail.


     Trailer Bid'ah Cinta benar-benar menarik! Susunan scenenya, editingnya, musiknya, semua terasa pas dan membuat twist yang terus berbayang di pikiran calon penonton. Bahkan trailer ini lebih baik dari filmnya...


     |CERITA| Kisah cinta Kamal dan Khalida yang berjalan ditengah 'perbedaan' aliran agama yang mereka anut, konflik di lingkungan sekitarnya dan perbincangan seputar bid'ah dan cinta di kemas dengan sedemikian rupa di film ini secara kurang rapih sehingga tak efektif. Film ini seperti ingin menunjukkan segalanya. Seandainya Bid'ah Cinta bisa fokus terhadap satu suatu konflik saja, nampaknya akan menjadi film yang lebih kuat. Beberapa logika cerita juga tak berjalan dengan baik. Banyak adegan yang gak terlalu penting, tapi memakan durasi yang panjang, dampaknya film ini jadi terasa sangat panjang.


     |VISUAL| Grading kecoklakan yang soft membuat tampilan gambar Bid'ah Cinta enak dipandang. Sayang film ini hanya menggunakan ratio 16:9, padahal trailernya saja menggunakan anamorphic 1:2.35, jadi kesan cinematicnya kurang. Pengambilan gambar standart. Untuk editing paling buruk. Banyak scene yang buang-buang durasi, yang berdampak pada durasi total film sepanjang 128 menit itu terasa sangat panjang.


     |AUDIO| Suguhan dari departemen audio dan musik juga cenderung biasa. Tak ada sesuatu yang spesial. Tidak jelek juga. Setidaknya masih enak untuk dinikmati. Yang juara itu soundtrack yang dinyanyikan Noe "Letto" - Pelangi di Langit Senja, enak banget lagunya.


     |ACTING| Dimas Aditya, Ayushita dan Ibnu Jamil bermain natural disini. Kalaupun ada hal-hal aneh, itu diluar dari kemampuan akting mereka, alias permintaan naskahnya. Overall mereka bertiga berhasil berperan baik di film ini, tapi yaaa ini bukan penampilan terbaik mereka, tapi cukup untuk membuat penonton berempati pada tokoh yang mereka mainkan.


     |KESIMPULAN| Film Bid'ah Cinta hadir membawa isu yang tak bisa dibilang kecil. Konflik yang dialami satu agama yang berbeda pandangan, memang acap kali terdengar di media pemberitaan saat ini. Bid'ah Cinta mampu mengcapture fenomena itu, walaupun sayang implementasinya di film ini kurang dalam. Namun, film ini masih enak untuk ditonton sebagai refleksi diri. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi