Home » , , » Review Film Moammar Emka's Jakarta Undercover (2017) : Lebih dari Sekedar Menghibur

Review Film Moammar Emka's Jakarta Undercover (2017) : Lebih dari Sekedar Menghibur


     Semenjak Moammar Emka mengeluarkan buku Jakarta Undercover di tahun 2003, seolah membuka wajah Jakarta dari sudut yang mungkin masih banyak orang yang belum tau. Pada tahun 2007, pernah juga dibuat film Jakarta Undercover, Luna Maya dan Lukman Sardi adalah dua dari sekian banyak pemain yang terlibat. Lalu bagaimana dengan film Jakarta Undercover garapan sutradara Fajar Nugros ini?


     |POSTER & TRAILER| Poster yang cukup rumit, menggambarkan situasi yang rumit cerita 'Jakarta Undercover' itu sendiri. Ini menarik. Secara penyusunan font semuanya juga rapih dan enak untuk dibaca.


     Sebagai film yang dewasa, karena dilabelin juga 21+, Jakarta Undercover menjadi dinantikan. Bukan karena banyak penonton yang..... suka tontonan dewasa, namun karena film ini dikerjakan dengan bagus, bukan seperti film sex abal-abal yang pernah menjajah bioskop tanah air. Dalam trailernya, Jakarta Undercover sudah menunjukkan taringnya, sebagai film yang serius, bukan sekedar hiburan.


     |CERITA| Wartawan adalah profesi yang dipilih film ini yang ditempatkan sebagai sumbu utama penggerak jalannya cerita. Pras sebagai lakonnya, menyamar dan secara tidak sengaja masuk ke dalam lingkaran Yoga dengan segala glamor kehidupan Jakarta. Penonton digiring dengan sangat baik oleh alur penceritaan dalam film, untuk mengikuti segala aktivitas Pras dengan segala resikonya.


     Sebagai film yang punya label 21+, Jakarta Undercover tidak berusaha untuk melebih-lebihkan atau mengekspos jauh sexualitas, hanya sebatas kulit luarnya saja, Ini menarik, dan menjadikan Jakarta Undercover menitikberatkan pada drama yang terjadi dalam kehidupan Pras dan lingkungannya, namun tak menjadikan Jakarta Undercover menjadi drama yang mengharu biru. Sampai di ending, penonton bisa terbawa dan turut berempati pada Pras, dan situasi yang sedang bersamanya. Well.


     |VISUAL| Jakarta Undercover punya sajian visual yang cantik tanpa perlu menuntut beauty shot di selama film berlangsung. Tone warna yang cukup sendu, menggiring penonton untuk mencapai mood yang diinginkan pembuat film.


     |AUDIO| Untuk urusan musik ilustrasi, Jakarta Undercover melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Untuk dialog pun tak bermasalah, jernih dan jelas setiap perkataan. Namun untuk foleynya film ini cukup lemah, bahkan ada adegan cheers, namun tak terdengar suara 'ting'. Ini tak menjadi masalah yang berarti untuk Jakarta Undercover.


     |ACTING| Jajaran aktor dan aktris Jakarta Undercover emang best! Oka Antara yang selalu mempesona performa aktingnya, Baim Wong yang menunjukkan peningkatan pesat dalam film ini, Tiara Eve pemain baru yang yahud, Ganindra Bimo yang mencengangkan bisa berperan seperti itu, dan pemain lain yang berperan dengan sangat epic. Kecuali Richar Kyle yang masih terlihat kaku, dan tidak bisa mengimbangi pemeran lain.


     |KESIMPULAN| Moammar Emka's Jakarta Undercover memang bukan sekedar film yang menghibur, namun lebih dari itu. Mengungkap sisi lain dari Jakarta yang memang butuh di baca oleh penonton secara bijak. Untuk itu, saran buat penonton, jika memang 21+ barulah tonton, jika dibawah itu, jangan paksakan untuk nonton. Ini film bagus! #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Galih & Ratna (2017) : Cinta dalam Putaran Mixtape

     Sutradara Lucky Kuswandi kembali menelurkan karya film terbarunya, kali ini adalah Galih & Ratna. Terinspirasi dari novel Gita C...

Pahlevi Movie Award 2016

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi