Home » , , , » Review Film From London to Bali (2017) : Cerita FTV, Eksekusi Seadanya

Review Film From London to Bali (2017) : Cerita FTV, Eksekusi Seadanya


     Rumah produksi Starvision menelurkan Cek Toko Sebelah, sebagai film penutup di tahun 2016. Bahkan kesuksesan CTS, membuat film ini masih bertahan di beberapa layar bioskop hingga saat ini. Namun walaupun begitu, Starvision sudah mengeluarkan lagi karya terbarunya di bulan Februari ini, yaitu From London to Bali. Apakah film ini bisa melampaui kesuksesan kakaknya?


     |POSTER & TRAILER| Posternya menarik karena banyak permainan warna yang membuatnya terkesan ceria. Font From London to Bali juga unik, fokusnya dapet. Tapi, peletakan tokoh yang di jejer dengan apa adanya itu, cukup mengganggu. Background London yang begitu mewah, gak mencerminkan isi film yang lebih banyak shooting di Bali.


     Dari trailer, FLTB udah bisa dirasakan kalau ceritanya cukup klise FTV. Namun pengemasannya bagus. Creator mampu menampilkan gambar-gambar primanya kedalam trailer ini, yang tentunya untuk menarik minat penonton trailer, untuk datang ke bioskop dan menyaksikan film ini. Walaupun filmnya sendiri gak lebih menarik dari trailernya.


     |CERITA| Ceritanya klise FTV, seseorang yang ditinggalkan pacar karena kuliah di luar negeri. Lukman berkeinginan menyusul pacarnya ke London, dengan bekerja apapun. Ditengah perjalanan keduanya sama-sama mengenal orang ketiga. Dan seterusnya, seterusnya. Film ini memang dibuat untuk hiburan ringan. Namun walaupun begitu, seharusnya tetap dikerjakan dengan maksimal. Namun tidak untuk FLTB, film ini ceritanya masih sangat hambar, apa adanya berjalan, biarlah berjalan. Tidak ada pendalaman karakter, pendalaman masalah dan setting London pun hanya terasa sebagai tempelan untuk materi promo film saja. Kehadiran Kimberly dalam film, juga tak terlalu penting.


     |VISUAL| Look FLTB juga biasa aja. Gak ada yang spesial. Bahkan untuk gambar drone, establish di London juga sangat buruk kualitasnya, jauh berbeda ketimbang shot lain, apalagi saat di Indonesia. Tapi setidaknya, gambar di FLTB masih enak dipandang, coloringnya juga cukup ceria untuk film ringan ini.


     |AUDIO| Visual seadanya, audiopun begitu. Jika dikatakan buruk, juga gak terlalu, tapi spesial juga enggak. Sebatas di taraf masih cukup nyaman didengar. Soundtrackpun menggunakan lagu yang sudah terkenal, Anji - Dia, jadi tidak ada sesuatu yang baru disini.


     |ACTING| Nikita Willy yang biasa kita lihat tampil tidak sesuai umurnya di sinetron yang pernah ia mainkan, di FLTB dia adalah pemeran yang paling bersinar. Nikita memang bisa dikatakan penyelamat film ini dari ambang kebosanan. Akting dia sangat menarik, parasnya pun sangat menawan saat mengenakan kebaya Bali. Selanjutnya ada Ricky Harun, Jessica Mila, Muhadkly Acho dan lain-lain yang aktingnya biasa aja di film ini. Sisanya, ada juga yang bermain sangat apa adanya,


     |KESIMPULAN| From London to Bali, adalah FTV yang masuk ke bioskop dengan tanpa penambahan kualitas. Cerita yang ringan dan apa adanya, teknisnya pun begitu, masih bisa dinikmati dengan apa adanya pula oleh penontonnya. Setidaknya Nikita Willy bermain sangat bagus disini. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Galih & Ratna (2017) : Cinta dalam Putaran Mixtape

     Sutradara Lucky Kuswandi kembali menelurkan karya film terbarunya, kali ini adalah Galih & Ratna. Terinspirasi dari novel Gita C...

Pahlevi Movie Award 2016

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi