Home » , , » Review Film Promise (2017) : Gambar dan Musik Megah, Cerita Lemah

Review Film Promise (2017) : Gambar dan Musik Megah, Cerita Lemah


     Promise adalah film ke 3 Dimas Anggara bermain di film Screenplay Films setelah Magic Hour dan London Love Story. Masih dengan sutradara yang sama, Asep Kusnidar. Namun kali ini Dimas tak berpasangan dengan Michelle Ziudith, melaikan dengan Amanda Rawles dan Mikha Tambayong. Turut meramaikan film ini juga ada Boy William. Magic Hour dan London Love Story meraup kesuksesan dalam meraih jumlah penonton yang fantastis, lalu bagaimana dengan Promise?


     |POSTER & TRAILER| Posternya gak jauh beda dengan poster film drama yang udah ada, susunan potongan beberapa karakter utama dengan background setting lokasi shooting. Hanya saja yang membuat poster ini terlihat bagus adalah penggarapannya yang rapih dan halus. Pemilihan font dan pewarnaannya cantik. Warna ungu cukup mendominasi, menunjukkan kedewasaan, sesuai dengan isi cerita yang memang menampilkan kisah cinta yang lebih dewasa dibandingkan dengan film-film Screenplay Films sebelumnya.


     Trailer Promise disusun dengan sedemikian rupa, sehingga rahasia plot yang disusun maju-mundur  di film masih cukup terjaga dengan baik, tanpa spoiler berlebih. Trailer dikemas dengan maju-mundur pula, untuk membuat calon penonton semakin penasaran dengan uraian dialog yang di ucapkan selama trailer. Dialognya memang tidak sealay pada film-film sebelumnya, namun ciri khas Screenplay tetap tercermin di Promise.


     |CERITA| Promise menghadirkan cerita yang lebih dewasa memang, dibandingkan film-film Screenplay sebelumnya. Gak ada kata-kata yang merengek alay seperti di ILY. Tapi disini adanya kalimat-kalimat yang cukup dipaksakan puitis. Perkembangan di plotnya berada di alurnya yang disajikan maju-mundur secara terus menerus. Ini menarik. Walaupun kembali lagi, ceritanya sangat lemah. Karakter setiap tokoh juga lemah. Semua serba instan, dipaksakan, dan hanya mengulas dari kulitnya saja, tidak mendalam. Sehingga ini juga turut membuat feel penonton tidak dibangun dengan baik.


     |VISUAL| Secara gambar Promise paling juara, lagi-lagi jika dibandingkan film-film Screenplay sebelumnya. Gambar jernih, tajam, coloring bagus, megah dan pengambilan juga lumayan bagus. Secara artistik juga di set lebih baik. Walaupun beberapa yang ganjal, termasuk ke pemilihan wardrobe, contohnya seragam SMA yang dikenakan. Apa yang salah? Coba direnungi saja, background tokoh dengan yang dikenakan.


     |AUDIO| Musik di Promise benar-benar terdengar indah. Alunan musiknya dari awal sampai akhir, sangat mendukung feel filmnya. Original Soundtracknya oleh Melly Goeslaw - Promise, udah gak perlu di ragukan lagi, ini menjadi penguat film Promise. Lagunya unik, asyik, easy listening, dan enak banget disenandungkan. Untuk dialog bagus, natural. Sedangkan foley, cukup detail, walaupun beberapa kali ada detail action yang luput dari foley.


     |ACTING| Mikha Tambayong memiliki tampilan yang paling cemerlang. Performa akting Mikha juga prima. Disini kualitas aktingnya naik kelas, dibandingkan di penampilan-penampilan sebelumnya. Ricky Cuaca dengan porsi yang sangat minim dengan korelasi yang tak berkaitan dengan film pun, menyumbangkan akting singkat yang sukses bikin penonton tersenyum hingga ketawa kencang. Dimas Anggara, Boy William dan Amanda Rawles belum menampilkan kemamampuan akting terbaik mereka. Masih banyak yang bisa diasah dari mereka.


     |KESIMPULAN| Promise secara teknis jauh melebihi kakak-kakaknya di Screenplay Films. Sisi cerita pun lumayan ada perkembangan, namun tetap saja berkutat di lubang yang sama. Penceritaan, tokoh, karakter, dan segala hal isinya lemah. Diluar itu semua, film ini masih sangat bisa dinikmati dengan ringan. Asalkan kita 'terima' dengan apa yang ada di layar. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi