Home » , , , » Review Film Cahaya Cinta Pesantren (2017) : Manisnya Kisah Anak Pesantren

Review Film Cahaya Cinta Pesantren (2017) : Manisnya Kisah Anak Pesantren


     Indonesia memang kaya akan genre film. Selain drama, action, komedi, horor dan genre-genre mainstream lain, Indonesia juga punya film religi. Mau tidak mau, religi disebut sebagai sebuah genre, karena semakin lama, tema religi kian berkembang dan semakin banyak diminati. Untuk mengawali tahun 2017, Cahaya Cinta Pesantren menjadi film religi pertama yang menghiasi kancah layar lebar di Indonesia. Dengan background cerita dunia pesantren, seberapa menarik kah film ini?


     |POSTER & TRAILER| Cahaya Cinta Pesantren (CCP) punya poster dengan warna pastel yang lagi hits. Ini membuat poster CCP terlihat cerah, ceria, namun tetap kalem warnanya. Dengan ilustrasi yang dibuat animasi sebagai background, membuat gambarnya menjadi cerah dan lucu. Peletakan 4 aktris didepan dan 2 tokoh aktor dibelakang, juga pas. Hanya saja di bagian kerabat kerja bagian bawah, terlihat cukup kecil sizenya, sehingga sulit untuk dibaca.


     Mulai dari pengenalan tokoh, penghadiran masalah, munculnya bunga-bunga keceriaan dan komedi, sudah tersusun dengan rapih di trailer. Secara visual, calon penonton sudah dimanjakan dengan beragam lokasi, seperti di pesantren itu sendiri, di suasana kota, sampai di arena pertandingan silat yang epic.


     |CERITA| CCP secara umum mengisahkan perjalanan kehidupan Marshilla Silalahi sebagai tokoh utama, sejak sebelum, saat, dan pasca sekolah di pesantren. Jika dilihat dari judul, Cahaya Cinta Pesantren, mungkin sekilas film ini akan concern dengan kisah percintaan Marshilla, ini benar. Namun CCP tak hanya sekedar membahas cinta saja. Justru kisah seputar keluarga dan persahabatan, malah hadir lebih kuat di film ini.


     Durasi sepanjang hampir 2,5 jam memang terukur cukup panjang untuk film Indonesia. Namun CCP tetap bisa menyenangkan, seru, tawa hingga tangis, dihadirkan sepanjang durasi. Walaupun sebenarnya, jika CCP bisa lebih fokus terhadap salah satu hal diantara cinta, persahabatan, maupun keluarga, dengan durasi yang lebih padat sekitaran 1,5 - 2 jam, performa CCP bisa jadi lebih prima.


     |VISUAL| Secara kualitas gambar, cukup jelas dan tajam. Untuk pengambilan gambar, terkadang masih ada angle yang nanggung secara komposisi. Editing juga masih boros durasi. Tapi secara keseluruhan, gambar yang ditampilkan CCP nyaman dan sedap dipandang.


     |AUDIO| Musik ilustrasinya cakep, bikin penonton lebih ngefeel dengan adegan-adegan di film ini. Baik saat komedi, saat seru-seruan, sampai bisa bikin penonton sesek dan menitikkan air mata. Buat foley, CCP gak terlalu menonjol. Memang ada foley, namun gak detail. Original soundtracknya juga easy listening.


     |ACTING| Yuki Kato prima! Bener-bener beda sama peran-peran dia sebelumnya. Dia di film ini, ya Marshilla Silalahi, seorang santri pesantren yang 'nakal'. Good job! Febby Blink, Sivia Blink, Vebby Palwinta, Fachri Muhammad juga kuat dalam memerankan setiap karakternya masing-masing. Penonton bisa bersimpati dengan kehadiran mereka di film ini. Sedangkan Rizky Febian yang baru kali ini bermain film, membuat standart kualitas aktingnya baik! Ternyata dia patut diperhitungkan di dunia akting juga. Oh ya, gak lupa juga, pemeran ayah dan ibu Marshilla, juga aktingnya TOP!


     |KESIMPULAN| Cahaya Cinta Pesantren selama 2,5 jam durasinya, mampu menghadirkan beragam reaksi penonton, baik dari senang, seru, asyik, konyol, tawa, terharu hingga menangis. Sisi religinya pun tak sekedar berbentuk ceramah yang membosankan, film ini juga mampu menyisipkan pesan-pesan agama dengan halus dan menyenangkan. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi