Home » , , » Review Film Headshot (2016) : Penuh Adegan Action dengan Sentuhan Drama

Review Film Headshot (2016) : Penuh Adegan Action dengan Sentuhan Drama


     Dua tahun setelah film Killers, The Mo Brothers kembali merelease film terbarunya. Jika sebelumnya lebih condong ke genre thriller, berbeda dengan Headshot yang membawa cerita bertema action. Masih dengan Iko Uwais, lalu apakah duet sutradara ini kembali 'mencatatkan sejarah'?


     |POSTER & TRAILER| Iko Uwais memenuhi poster yang juga di berikan wajah-wajah aktor lain seperti Sunny Pang, Chelsea Islan, Julie Estelle dan aktor-aktor lainnya. Menggunakan background warna putih, gambar berwarna greyscale dan font judul 'Headshot' seperti darah yang berwarna merah. Mengesankan bahwa film ini kelam dan penuh darah.


     Headshot punya beberapa versi teaser dan juga trailer, kesemuanya punya angle tersendiri dalam menampilkan cuplikan film Headshot. Kesemuanya menarik. Menonton ke semua teaser dan trailer pun, penonton tidak akan terspoiler banyak isi film, inilah pintarnya pembuat film dalam membuat materi promosi.


     |CERITA| Headshot punya cerita simpel. Selama 115 menit film berjalan, Headshot banyak sekali menyajikan koreo silat yang sili berganti, dari satu lokasi, ke lokasi lain, dari pemain satu, ke pemain lain, mulai dari freehand, sampai menggunakan sejenis pisau maupun pistol. Bahkan saking lamanya, terkadang rasa jenuh pun hinggap pada penonton, mungkin juga tidak. Untuk menangkal kebosanan penonton, Headshot juga punya treatment tersendiri dalam menghadirkan setiap adegan laganya, seperti sisipan dialog untuk memutarkan roda cerita, variasi dalam silat itu sendiri, hingga pengambilan gambar dan editing yang bervariasi.


     |VISUAL| Secara kualitas gambar, Headshot jernih dan tajam, ini berarti Headshot enak dan nyaman untuk dilihat. Pergerakan dan seni dalam pengambilan angle juga asyik. Walaupun terkadang saat adegan laga yang panjang, pengambilan yang monoton juga ada, dan membuat fokus penonton berkurang. Nah tapi yang kurang dari Headshot, detail artistik dan continuity kurang terjaga.


     |AUDIO| Untuk urusan dialog, Headshot cukup baik, walaupun terkadang terasa kurang alami. Tapi keunggulan Headshot berada di foley, sound effect yang detail dan musik ilustrasi yang pas. Setiap elemen audio ini bisa turut partisipasi dalam menambah bangunan suasana yang udah tervisualisasikan lebih terasa nyata. Namun sayang, soundtracknya kurang easy listening.


     |ACTING| Iko Uwais jagonya memang dalam beradegan laga. Namun untuk urusan drama, Iko Uwais juga bisa berperan dengan cukup baik. Jadi berharap suatu saat nanti, Iko bisa bermain film drama tanpa ada adegan actionnya. Julie Estelle dan Chelsea Islan, juaraaaak! Mereka berdua menjadi oase di padang pasir, menjadi pemanis dalam film yang kelam ini. Sunny Pang juga punya andil besar dalam membawa Headshot lebih berkharisma.


     |KESIMPULAN| Headshot adalah film action dengan porsi adegan laga yang banyak. Jajaran pemain yang kuat, juga dimilikinya. Walaupun memiliki kekurangan di artistik dan continuity, Headshot punya sisi dramatik yang berhasil menyentuh. #BanggaFilmIndonesia

1 komentar:

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi