Home » , , » Review Film Hangout (2016) : Komedi dalam Thriller, Kocak!

Review Film Hangout (2016) : Komedi dalam Thriller, Kocak!


     Hangout adalah film pertama Raditya Dika yang mengangkat genre thriller comedy. Bahkan kombinasi antara kedua genre ini pun, terbilang sangat langka. Radit berani untuk keluar dari zona nyaman dalam berkutat di film drama cinta yang selama ini ia buat. Sejak awal rencana pembuatan film ini muncul di sosial media, tertera jajaran pemain yang oke. Sebut saja Mathias Muchus, Titi Kamal, Gading Marten, Dinda Kanya Dewi, Soleh Solihun, Prilly Latuconsina hingga Bayu Skak pun turut bermain di film ini. Lalu apakah eksplorasi Radit dalam hal genre yang baru baginya ini, dapat melebihi pencapaian sebelumnya?

 
     |POSTER & TRAILER| Hangout menjadikan hutan sebagai background di poster, sesuai dengan kebanyakan setting latar pada filmnya. Dominasi warna hijau lumut ala-ala hutan rimbun, ditambah dengan warna kuning keemasan seperti cahaya matahari yang terasa hangat dan kontras, membuat poster ini terkesan senyap, sunyi, lembab, namun tetap ada sisi yang mendapatkan pencerahan. Penempatan ke sembilan tokoh utama dengan raut wajah ketakutan, menambah kesan suram pada poster ini. Namun semua ini, bukan membuat poster ini menjadi jelek, justru malah cocok dengan tema film ini sendiri. Warna kuning keemasan bisa berarti unsur komedi, mendominasi film yang suram berkat genre thrillernya ini.


     Pertama kali Hangout mengeluarkan teaser terlebih dahulu, barulah trailer pada 18 November 2016. Teaser dengan cuplikan adegan makan malam dan kematian om Mathias Muchus, ini taktik yang cerdas. Pembuat film bisa membuat calon penonton penasaran, dan juga kepo buat nonton trailernya yang belum di relesase pada saat itu. Isi cerita pun masih sangat terjaga, karena adegan tersebut, adalah scene awal, dimana jajaran pemain masih lengkap. Ketika trailer muncul, benar banget banyak netizen yang langsung membanjiri Youtube Raditya Dika, hingga 26 Desember 2016 malam, tercatat sudah 2,1 juta viewersnya. Pembuat trailer juga pintar dalam meletakkan adegan-adegan yang muncul, untuk memberikan rasa kepo penontonnya dengan menaruh banyak cliffhanger, cuplikan ketegangan film, dan pastinya komedi-komedi khas Raditya Dika.


     |CERITA| Berawal dari undangan Hangout, yang membawa maut satu persatu bagi ke sembilan public figur dalam cerita di film ini. Sejak menit-menit awal, Raditya Dika sudah mampu memberikan gelak tawa bagi seisi studio. Semakin berjalannya film, mulailah tensi mulai naik, semenjak kematian mulai menghinggap pada salah satu dari mereka. Raditya Dika cerdik dalam memanfaatkan tokoh yang berasal dari dunia nyata, kemudian di racik dan menghasilkan karakter masing-masing yang kuat. Permainan komedi dan thriller yang sili berganti, membuat penonton merasa dimainkan emosinya, tatkala sepanjang film juga berusaha mencari petunjuk dan coba menebak-nebak, siapakah dalang dari semua pembunuhan ini?


     |VISUAL| Indah. Radit beserta tim berhasil menampilkan hutan serimba itu, menjadi tempat yang ada kesan seram dan juga menyenangkan sebagai film komedi. Ini didukung dari gambar yang baik secara kualitas, pengambilan gambar secara dinamis, dan pastinya coloring yang mengambil andil besar dalam menciptakan suasana. Untuk editing sendiri, cukup rapih, walaupun terkadang contiuitynya kurang alami, khususnya untuk dialog dengan banyak tokoh.


     |AUDIO| Departemen ini sering kali di anak tirikan, karena yang paling mudah dilihat adalah visual. Namun tidak untuk Hangout, departemen audio dikerjakan dengan rapih. Mulai dari dialog yang terdengar clear, foley yang ada di setiap aktivitas di layar bioskop, sound effect yang muncul tepat waktu, hingga musik ilustrasi yang pas penempatannya. Film ini pun juga punya original soundrack yang dinyanyikan Kotak, dengan judul Mati Rasa.


     |ACTING| Soleh Solihun menjadi yang paling menarik perhatian. Setelah itu ada Gading Marten, Dinda Kanya Dewi, Surya Saputra, dan disusul om Mathias Muchus, Prilly Latuconsina, Titi Kamal, Bayu Skak, dan Raditya Dika itu sendiri. Semua berperan dengan sangat baik untuk mendukung cerita dan pasti mendukung sesama aktor-aktris yang lain. Ke sembilan aktor-aktris ini bisa mendalami karakter yang dibawakannya, beserta dialog-dialog konyol ala Radit ini.


     |KESIMPULAN| Hangout merupakan perubahan besar yang dilakukan Raditya Dika dari segi genre, walaupun dia masih tetap bermain dalam ranah komedi. Ini langkah baik bagi karier Radit kedepannya. Hangout memiliki performa yang prima. Walaupun, ada sebagian penonton yang kecewa terhadap film ini, mungkin karena mereka datang ke bioskop dengan membawa ekspektasi berdasarkan film-film romantis yang biasa Radit buat. Namun datanglah ke bioskop menonton Hangout, dengan juga membuka pandangan bahwa, ini film thriller komedi. #BanggaFilmIndonesia

1 komentar:

  1. keren reviewnya bang lanjutkan o iya ka ini aku mau reccomend tentang JASA SERVICE IPHONE IMAC MACBOOK IPADIPOD DI BANDUNG DAN HARGA TERMURAH pokonya khusus smarphone yang lagi ngadat rusak bawa aja langsung ka ke zapple bandung dan ini alamtnya pasirkaliki no.25-27 Paskal Hyper Square blok D2 (No Telp : 087722677187)A .dont forget ^_^ go visit web for servis http://bandung.zapplerepair.com and visit web for hostel http://zbackpacker.com low price now

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Critical Eleven (2017) : Kehangatan Cinta 11 Menit

     Hampir menginjak usia 2 tahun sejak buku Critical Eleven diterbitkan pada Agustus 2015, film adaptasinya telah release di 10 Mei 201...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi