Home » , , » Review Film Cek Toko Sebelah (2016) : Adinia Wirasti, Tenang dan Memikat Hati

Review Film Cek Toko Sebelah (2016) : Adinia Wirasti, Tenang dan Memikat Hati


     Sukses debut pertamanya sebagai sutradara, Ernest kembali berkarya melalui film nya, Cek Toko Sebelah. Duetnya dengan PH Starvision pada film terdahulunya, Ngenest, telah berhasil monorehkan kesan yang baik di mata penonton film Indonesia. Untuk itulah, di Cek Toko Sebelah, Ernest selain sebagai sutradara, dia juga memegang kendali di penulisan script dan terlibat menjadi salah satu aktor seperti pada Ngenest. Lalu apakah Cek Toko Sebelah bisa menandingi kesukseskan Ngenest?


     |POSTER & TRAILER| Kesan pertama pada poster Cek Toko Sebelah, adalah komposisi simetrisnya. Sebuah potret meja makan bundar yang pas memenuhi lebar poster, dengan satu tokoh pria di tengah, diapit oleh pasangan lelaki yang duduk dan perempuan yang berdiri. Sebelah kiri belakang ada pintu kayu, kemudian disebelah kanan ada lemari kayu. Semuanya diatur sedemikian rupa untuk memenuhi konsep komposisi simetrisnya, begitupun dengan peletakan huruf-huruf yang 'center oriented'. Penataan poster yang udah cantik, masih ditambah pula dengan efek gambar HDR yang membuat komposisi warna dari gelap sampai terang, juga tersusun dengan baik. Secara pewarnaan juga bagus dan berasa adem, karena warna biru cukup dominan pada poster ini.


     Sebagai sebuah komedi, Cek Toko Sebelah berhasil memberikan cuplikan-cuplikan komedi yang ada di dalam filmnya, kemudian dipadatkan ke dalam bentuk trailer. Untuk sisi dramanyapun lumayan tersentuh pada trailer versi 1. Sedangkan pada trailer versi 2, CTS lebih menonjolkan sisi dramaticnya, dibandingkan komedinya. Inilah salah satu contoh yang baik untuk film Indonesia. Yang rata-rata hanya memiliki 1 versi trailer. CTS punya 2 versi, dengan angle yang berbeda.


     |CERITA| Cek Toko Sebelah punya premis yang menarik. Sederhana, namun kejadian semacam ini, sering hinggap di keseharian kita. Eksekusinya pun cukup baik. Hanya saja, susunan plotnya terasa berantakan. Sehingga susunan tangga dramatik juga kurang. Akibatnya, juga berdampak ke genre komedi yang kurang maksimal, drama yang kurang menggigit. Sejujurnya dialog Erwin dan kekasihnya yang pake Inggris-Inggrisan, juga terkadang mengganggu dan menyebalkan. Tapi bukan berarti tak bagus. Hanya saja, Cek Toko Sebelah tampil kurang prima. Jika dibandingkan kakak pertamanya, Ngenest punya plot dan cerita yang dieksekusi prima.


     |VISUAL| Secara kualitas gambar, oke, jernih dan tajam. Yang mau dibahas kali ini, adalah editingnya, khususnya cuttingan cepatnya. CTS punya plot yang cepat, hal ini didukung oleh editing juga yang cepat. Kalau diperhatikan detail, setelah perpindahan gambar, hanya selisih beberapa saat, langsung ada dialog yang masuk. Begitupun gak lama setelah dialog selesai, akan ganti ke scene berikutnya. Ini membuat CTS tidak bertele-tele dan membuat penonton tidak mudah jenuh.


     |AUDIO| Kualitas secara umum, dialog, musik ilustrasi, foley, CTS punya kualitas yang baik, enak dan nyaman juga didengarkan. Poin plusnya adalah original soundtrack! CTS punya sejumlah lagi yang seru dibawakan oleh The Overtunes dan GAC. Cakep banget lagu-lagunya.

     |ACTING| Adinia Wirasti cakep banget aktingnya! Dia memang tidak mendominasi dalam berperan, namun penampilannya yang tenang dapat memikat hati dengan performanya. Gisella dalam debutnya bermain di film, aktingnya tidak mengecewakan. Dion Wiyoko juga semakin mantab dalam berakting. Ernest nice mainnya. Secara umum, semuanya bisa mendukung jalannya cerita film ini.


     |KESIMPULAN| Cek Toko Sebelah menjadi sebuah sajian drama komedi yang didukungan dengan teknis yang baik. Kualitas akting pemainnya, juga mampu menggerakkan roda cerita dengan baik. Walaupun masih ada kekurangan, CTS masih sangat layak menjadi tontonan kamu di akhir tahun hingga awal tahun depan. #BanggaFilmIndonesia

4 komentar:

  1. Rating kita sama. Saya juga ngasih 3,4 Bintang buat CTS ^^

    ReplyDelete
  2. Aku nonton ini juga! Nggak cuma drama komedi aja, tapi ada moral valuenya jugaaa

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi