Home » , , » Review Film Shy Shy Cat (2016) : Cerita Klasik Ringan dengan Akting Kuat

Review Film Shy Shy Cat (2016) : Cerita Klasik Ringan dengan Akting Kuat


     Rumah produksi Starvision kembali menelurkan film komedi percintaan dengan judul Shy Shy Cat alias Malu Malu Kucing. Tahun 2013 dulu, Starvision bersama Sutradara Monty Tiwa pernah mengeluarkan film genre serupa yang mendapatkan apresiasi bagus, yakni Wedding Operation. Lalu apakah duet kembali Monty Tiwa dan Starvision ini, akan melebihi Wedding Operation?


     |POSTER & TRAILER| Melihat poster Shy Shy Cat, sudah cukup menggambarkan betapa seru, rame, menyenangkan dan lucunya film ini. Secara komposisi, pewarnaan, pemilihan font dan ekspresi setiap tokoh sudah cukup menunjukkan gambaran karakter masing-masing.


     Pembuat trailer Shy Shy Cat pintar dalam memilih scene dan dialog. Mulai dari perkenalan masalah, penyelesaian masalah dan terutama sebagai film komedi, sisipan-sisipan komedi film ini ditampilkan dengan baik tanpa kehabisan stock scene lucu di film itu sendiri.


     |CERITA| Kisah seorang yang berasal dari desa berarier di kota besar, kemudian harus kembali ke desanya karena mau di jodohkan. Selama perjalanan ada sahabat yang menemani dan ada konflik tentang percintaan. Cerita yang cukup "klasik" dalam perfilman Indonesia. Tapi Shy Shy Cat (selanjutnya akan disebut SSC) bukan tidak menawarkan hal yang baru, SSC memberikan warna dan angle yang berbeda dalam merangkai konflik. Peracikan naskah drama, komedi plus percintaannya dapet. Pembawaannya secara ringan, gak pake twist yang aneh-aneh, SSC menjadi sebuah film komedi yang ringan untuk dinikmati berbagai kalangan.


     |VISUAL| SSC memiliki gambar yang jernih dan tajam. Coloringnya juga menarik, colorfull tapi cukup 'dingin' cukup kalem warnanya. Angle pengambilan juga oke. Editing SSC sendiri, suka 'memotong' scene agar tempo cerita lebih cepat. Style seperti ini juga banyak dipakai di film-film lain. Hanya saja, ada beberapa potongan editan yang kurang enak, yang agak jumping, tapi itu gak terlalu mengganggu. Secara pemandangan, SSC juga sangat diuntungkan dengan panorama yang indah.


     |AUDIO| Musik ilustrasinya asyik di SSC, ada suasana-suasana Sunda, tapi juga tetap nuansa modernnya ada. Sound effectnya juga cukup kaya, sebagai film komedi, hal ini sangat penting untuk menunjang setiap lelucon yang dilemparkan ke penonton. Dialog juga terdengar natural. Soundtracknya juga menyenangkan!


     |ACTING| Aktor dari film SSC menjadi poin kuat. Setiap aktor disini punya kualitas akting yang sangat mumpuni. Fedi Nuril, Nirina Zubir, Acha Sepriasa dan Tika Bravani ke empat orang ini punya akting yang sangat kuat, gak perlu diragukan lagi kemampuan akting mereka di film-film sebelumnya, di film ini mereka juga totalitas dalam berperan. Pemeran pendukung film ini juga cukup untuk mengimbangi ke empat orang yang kuat ini. Goodjob!


     |KESIMPULAN| Shy Shy Cat mengobati hati yang lelah, pikiran yang setres, hiburan yang mengundang geli hingga tawa. Disajikan dengan ringan dan syahdu, Shy Shy Cat bisa memainkan emosi penontonnya dengan halus namun cukup dalam. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi