Home » , , » Review Film Ini Kisah Tiga Dara (2016) : Drama Musikal Modern Bernuansa Vintage

Review Film Ini Kisah Tiga Dara (2016) : Drama Musikal Modern Bernuansa Vintage


     Bulan Agustus 2016 penonton Indonesia disuguhi dengan film Tiga Dara (1957) karya Usmar Ismail yang telah direstorasi sampai resolusi 4K. Respon dari penonton 'masa kini' pun sangat baik, seperti di era kejayaannya dulu. Kemudian di bulan September 2016, muncul lagi film yang terinspirasi dari film Tiga Dara (1957), film ini diberi judul Ini Kisah Tiga Dara, diarahkan oleh Sutradara Nia Dinata, Lalu seperti apa film Ini Kisah Tiga Dara?


     |POSTER & TRAILER| Posternya vintage style, konsepnya pecah! Gak cuma sekedar memasang foto aktrisnya, pasang nama aktor, dan segala 'kewajiban' poster sebagai papan informasi, poster Ini Kisah Tiga Dara punya pewarnaan yang indah, penataan dan komposisinya gak mainstream, penggunaan font berkarakter, Enak banget dilihat, great!


     Trailernya dilengkapi dengan voice over yang membawa kesan vintagenya juga muncul. Beberapa cuplikan adegan musikal, baik saat bernyanyi bahagia, maupun sedih, semuanya ditampilkan dengan pas. Tentu tak lepas juga dari pengenalan masing-masing karakter secara singkat, begitu juga dengan konflik yang akan mereka suguhkan di layar. Bukan trailer yang terlalu 'menggebu-gebu', tapi membuat rasa penasaran penonton ingin segera menyaksikan.


     |CERITA| Kisah tiga anak 'dara' yang bersaudara yang selalu di kejar neneknya untuk mencari jodoh. Khususnya untuk anak pertama yang usianya sudah tak lagi muda. Topik yang dibawakan film ini dekat dengan keseharian kita. Beragam konflik yang dialami masing-masing dari tiga dara ini, bisa menjadi refleksi dari apa yang kita alami, semuanya lengkap. Semua pengisahan punya detail yang baik di setiap dara, namun tetap memiliki fokus pada aktris utama dan masalahnya.


     Gaya penceritaan yang ringan dan menyenangkan, membuat drama musikal ini semakin asyik dan seru untuk dinikmati. Chemistry yang dibangun dari tiga dara bersaudara ini juga patut diacungi jempol. Untuk penataan plotnya sendiri, memang ada beberapa bagian yang terasa terlalu lama, seperti ada adegan menyanyi yang sangat lama, tapi kalau dinikmati dan diresapi liriknya, semua akan terjawab kenapa durasinya dibiarkan seperti itu. Dibawakan secara ringan, tapi tetap berisi dan menyentuh.


     |VISUAL| Gaya pengambilan gambarnya dinamis. Sudut pandangnya juga gak biasa. Ini lah yang membuat visual Ini Kisah Tiga Dara menyenangkan. Diluar gambar yang jelas kualitasnya jernih, bagus dan pasti enak dipandang. Coloring di film ini tetap menunjukkan ke vintage annya. Begitupun dari property sampai ke set nya juga, semuanya begitu apik dan manis.


     |AUDIO| Kalau untuk urusan musik, Ini Kisah Tiga Dara yang memang sebuah karya film musikal, menggarap dengan baik bagian ini. Lagu-lagunya, musiknya, semuanya enak. Tapi untuk masalah dialog banyak yang miss alias antara suara dan mulut kurang pas. Begitu juga dengan foley yang kurang detail, ada beberapa potensi untuk diberikan foley, namun ternyata tidak. Padahal foley ini juga penting untuk menciptakan suasanya yang lebih nyata.


     |ACTING| Kita mulai dari Titiek Pusa, beliau seru mainnya, seperti eyang-eyang pada umumnya. Senengnya dapet, bingungnya dapet, resahnya dapet, Titiek Pusa bisa membuat penonton turut berempati padanya. Padahal beliau berkata kalau waktu shooting film ini, sempat sakit, tapi di film, beliau tidak terlihat demikian. Kemudia Joko Anwar, penampilan singkatnya cukup berkesan, mengundang tawa karena perannya yang unik juga. Shanty Paredes, menjadi aktris utama dalam Ini Kisah Tiga Dara, dia pintar memaikan mimik mukanya saat berakting, luwesnya saat dia bernyanyi, juga tak perlu dipertanyakan.


     Tara Basro seperti biasa, tetap memikat hati dengan aktingnya, walaupun ini bukan penampilan terbaiknya, dia sudah memberikan kontribusi yang total di film ini. Penjiwaannya saat di detik-detik genting maupun saat gembira-gembira centil, semua mampu di lakoninya dengan mantab. Selanjutnya pemain baru, Tatyana Akman juga menunjukkan akting yang bagus. Dia terlihat sangat natural. Bagi pendatang baru dengan serangkaian adegan yang bisa dibilang 'intim' dia mampu menjalaninya. Well done.


     Sedangkan untuk ketiga aktornya, Rio Dewanto yang selalu tampil keren di filmnya, Reuben Elishama yang semakin mantab kualitas aktingnya, sedangkan Richard Kyle yang patut di pertimbangkan juga untuk di project-project berikutnya. Selain itu masih ada Cut Mini yang lagi menunjukkan performa maksimalnya dibeberapa film terakhirnya, dan juga Ray Sahetapy yang tampil menyenangkan.


     |KESIMPULAN| Film Ini Kisah Tiga Dara adalah sebuah drama musikal yang bisa memberikan keceriaan pada penontonnya, membuat penontonnya jadi 'berkaca' pada dirinya, sampai membuat suguhan drama yang mengharukan, semua ada disini. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi