Home » , , » Review Film Koala Kumal (2016) : Komedi Ringan yang Menyenangkan

Review Film Koala Kumal (2016) : Komedi Ringan yang Menyenangkan


     Sekali lagi Raditya Dika. Dan Raditya Dika. Satu lagi film yang dia sutradarai, tulis naskah sendiri, dan aktornya, dia sendiri. Berbeda dengan 'Single' yang murni script untuk film, 'Koala Kumal' adalah produk adaptasi dari buku dengan judul yang sama. Walaupun begitu, buku dan film Raditya Dika, selalu tak pernah sama. Ini menarik. Apalagi sih yang dihadirkannya di film terbarunya ini?


     |POSTER & TRAILER| Nuansanya poster film dengan bukunya sama. Hanya disini, ada tiga karakter yang mengisi posternya. Raditya Dika, Sheryl Sheinafia, dan Acha Septriasa. Ketiganya tampil pas dengan begitu ekspresif. Tanpa terlihat berlebihan. Bagusnya poster yang simpel ini bisa mencantumkan begitu banyak nama aktor dan aktris pendukung didalamnya, namun tetap bisa fokus pada point of viewnya.



     Trailernya bagus sih penataannya. Tapi biasa aja kesannya. Kalau mau membandingkan, 'Single' trailernya lebih greget. Tapi poin bagusnya, ada part-part di trailer yang cukup menyentuh, bahkan dibandingkan di film aslinya.


     |CERITA| Ramuannya tidak berbeda dari film sebelumnya. Hanya kali ini tema yang diangkat seputar patah hati. Hal yang cukup 'drama' tapi dibawakan secara komedi, itulah Koala Kumal. Naskahnya cerdas. Dialognya pintar. Plotnya asyik. Cerita gak mainstream. Film ini ringan, sehingga menikmatinya pun juga menyenangkan. Bisa membuat penonton tertawa, atau minimal senyum-senyum sendiri sepanjang film. Tapi mungkin karena terlalu ringan, sehingga sisi dramatisnya kurang dapet. 


     |VISUAL| Gambar jernih. Angle menarik. Coloring nyaman dipandang. Secara keseluruhan tampilan visual 'Koala Kumal' sangat layak. Walaupun jika dibandingkan dengan 'Single' yang visualnya megah, 'Koala Kumal' berada beberapa level dibawahnya.


     |AUDIO| Musik ilustrasinya biasa aja. Kurang dapet malah dibeberapa tempat. Komedinya jadi kurang greget. Dramatisnya pun begitu. Serba tanggung. Kecuali original soundtrack dari Sheryl Sheinafia, Kedua Kalinya dan Kutunggu Kau Putus, berhasil melekat di ingatan penonton. Bikin baper.



     |ACTING| Sheryl Sheinafia kuat banget memerankan tokoh Trisna. Aktingnya natural, meyakinkan, dan dia sangat berbakat. Raditya Dika sebagai Dika, bagus aktingnya. Walaupun secara tokoh yang dibawain gak jauh berbeda dari peran-peran sebelumnya. Acha Septriasa dan Nino Fernandez jelas memiliki akting yang matang dan semakin memperkokoh cerita film ini. Pemeran pembantu yang banyak banget itu, masing-masing juga bisa menjaga flow film ini tetap berjalan baik di jalurnya. Beberapa yang menarik ialah Cut Mini, Ernest Prakasa, dan Anggika Bolsterli, aktingnya menawan.


     |KESIMPULAN| Koala Kumal memang bukan karya terbaik dari Raditya Dika. Tapi Koala Kumal mampu menyajikan masalah yang berbeda untuk diangkat menjadi sebuah komedi, patah hati. Sepanjang 96 menit, penonton bisa tersenyum, terharu, dan pulang-pulang merenung, haha. #BanggaFilmIndonesia

5 komentar:

  1. Replies
    1. Segera ya, aku baru mau nonton Love Sparks in Korea siang nanti #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. Akhir - akhir ini Bioskop Indonesia banyak nayangin Film INdonesia yang amat sangat layak buat ditonton :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes setuju. Walaupun selama ini banyak film bagus yang gak viral publikasinya, jadi banyak yang gak tau. Film-film lebaran memang masing-masing punya budget banyak yang disiapkan untuk promo. #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi