Home » , » Review Film Jangan Dengerin Sendiri (2016) : Lebih Seru Program Radionya

Review Film Jangan Dengerin Sendiri (2016) : Lebih Seru Program Radionya


     Jangan Dengerin Sendiri adalah salah satu program horor milik Radio Oz, yang kemudian menginspirasi untuk dijadikan novel, lalu jadi film. Sebelumnya ada Nightmare Side milih Radio Ardan yang sudah lebih dahulu membuat novel dan film beberapa tahun yang lalu, namun penayangannya saat itu hanya terbatas. Lalu apakah Film JDS ini bisa sefenomenal program radionya?


     |POSTER & TRAILER| Menarik posternya, kesan seramnya dapet, estetikanya juga asyik. Sosok yang ditampilkan di poster yaitu noni belanda dengan pakaian serba hitam, juga menjadi point yang menyita perhatian. Tapi sayang, sosok noni ini bukanlah 'sosok utama' di filmnya sendiri. Justru sosok utama si nenek, malah gak dimunculkan di official posternya.


     Trailer JDS cukup menjanjikan sebenernya. Trailer juga sudah memunculkan beberapa 'sosok' yang menarik, dan berharap akan ada banyak sosok lain karena film ini juga membawa anak indigo didalamnya. Walaupun akhirnya, trailernya lebih menarik dibandingkan filmnya.


     |CERITA| Banyak orang yang 'sangat kepo' dengan kehidupan anak indigo, dan film ini mengangkat topik ini sebagai pembangun ceritanya. Namun akhirnya ekspektasi calon penonton, hanya berhenti sebagai angan saja, filmnya gak lebih seru dari program radionya. Penceritaannya berantakan. Fokus masalah juga buyar. Naskahnya klise banget. Berasa nonton film lawas.

 

     |VISUAL| Gambarnya gak jernih. Semua hantu mainannya 'make up' digital semua, awalnya keren, tapi lama-lama jenuh juga, apalagi gak semua sosoknya keliatan natural. Pengambilan gambar biasa. Editingnya juga gak rapih, boros durasi, banyak hal gak penting masuk. Mungkin itu konsep? Atau mungkin untuk ngakalin kekurangan durasi? Bisa.


     |AUDIO| Gak ada yang terlihat menonjol di departemen ini. Lagu soundtracknya juga gak menarik, kurang horor. Palingan yang jadi sorotan adalah sound effect kagetnya yang sukses membuat kaget beberapa kali.


     |ACTING| Naomi Angelia Sea itu masih hapalan naskah banget. Kama Bashkara sekedar teriak, ekspresi datar. Aninda Rizkyana itu kurang dapet feelnya. Reza Levi masih basic actingnya. Amalthea Kezia, mukanya sama rambutnya kayak Agnez Mo. Herichan yaaaa lumayan. Lainnya? Gak perlu ditanya, hehe.


     |KESIMPULAN| Cerita klise, teknis apa adanya. Film Jangan Dengerin Sendiri yang sejatinya adalah film horor, malah jadi film comedy (in a bad way). Semoga potensi yang baik ini, bisa digarap lebih baik lagi dimasa mendatang. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi