Home » , , » Review Film Pesantren Impian (2016) : Sensasi Religi dalam Thriller

Review Film Pesantren Impian (2016) : Sensasi Religi dalam Thriller


     Begitu tau Pesantren Impian masuk ke jajaran coming soon, menjadi begitu menarik. Tema religi yang dibungkus dalam genre thriller. Digarap oleh sutradara kenamaan Ifa Isfansyah dalam produksi MD Pictures menjadi suatu jaminan kualitas tersendiri bagi penonton. Namun apakah 'jaminan' itu terbukti?


     |POSTER & TRAILER| Poster simpel dan menarik. Gak terlalu 'rame' dan tegas dalam pewarnaan yang diberi nada minor namun tegas. Religinya dapet, kesan 'bukan religi biasa' juga dapet. Untuk trailer sebenarnya sudah lumayan menarik, mengingat dari tema yang diangkat unik. Tapi masih bisa dieksplore lebih lagi untuk trailer.


     |CERITA| Ternyata di film lebih dari sekedar bunuh-bunuhan. Tapi ada proses detektif-detektifan di sini yang begitu seru. Hanya saja sayang, bunuh-bunuhannya tidak sampai ke titik 'pesta darah' dan detektif-detektifannya tidak dimulai dari latar belakang kasus. Seperti yang di hotel itu, tidak dijelaskan detail, akhirnya penonton hanya mengiyakan dari fakta-fakta yang diungkapkan si Prisia. Film ini juga tidak kehilangan nafas religinya dengan menyisipkan pesan-pesan agama didalamnya, walaupun tidak mendominasi.


     |VISUAL| Gambarnya enak dilihat secara awam. Walaupun terkadang ada beberapa komposisi yang kurang proporsional sebenernya. Tapi ada beberapa anglenya yang asyik, pergerakan juga halus. Performa drone juga bagus. Lighting juga tampil prima di film ini.


     |AUDIO| Dubbingan terkadang terasa kurang natural. Foley di beberapa scene tidak detail, jadi terkadang sepi dan sebaliknya. Musik ilustrasi mendukung suasana dengan baik.


     |ACTING| Prisia Nasution memegang peranan yang pokok dan menunjukkan kemampuannya disini, walaupun bukan yang terbaik dari penampilannya selama ini. Fachri Albar terasa lumayan datar aktingnya, kurang bernyawa. Yang cukup menarik perhatian, aktingnya Dinda Kanya Dewi. Terlihat asyik dan menyentuh. Pemain-pemain lain, juga cukup bisa mengimbangi.


     |KESIMPULAN| Pesantren Impian membawa kisah religi yang dibawakan secara trhiller menjadikan film ini punya treatment yang berbeda. Seru dan menarik, karena kita juga dibawa untuk memcahkan teka-teki yang ada. Kekuatan naskah di dialognya baik, walaupun penonton membutuhkan waktu untuk mengenali setiap tokoh yang ada, karena kebanyakan perempuan dengan wajah-wajah yang masih asing. #BanggaFilmIndonesia


6 komentar:

  1. Wah di retweet Bunda Asma Nadia za, Filmnya ku kasih 8/10 kalau aku. Plot hole di cerita ending sih, pelaku yang out of nowhere muncul tiba2, dan kasus awalnya gimana ceritanya. Somehow ada beberapa aspek yang kalau di gali lebih jauh film ini gak kalah dari cerita ala detektif Kindaichi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, bahagia rasanya, semoga Bunda Asma Nadia juga menyempatkan membaca review ini. Sejujurnya aku sendiri juga sangat menikmati film ini, diluar dari segala kekurangannya. Aku juga setuju dengan plot hole yang masih banyak, padahal kalau durasi mungkin jadi 2 jam, akan menjawab plot hole yang ada.

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Bunda Asma baca kok, tadi aku ketemu beliau. Beliau juga salam sama kamu za. Bentar lagi "Jilbab Traveler" tayang, kata bunda di tunggu reviewnya :) https://twitter.com/xRuki/status/709654814271995904

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
    4. Wuaaa senang aku, terima kasih kak sudah menyampaikan salam dari beliau. Insyaallah aku juga akan nonton film-film bunda selanjutnya.

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
    5. Sama-sama, nanti kalau aku ke Jogja bisa lah kita nobar film-film lain

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi