Home » , , » Review Film Dreams (2016) : Gak Ngerasain Euforia 'Fatin Fatin, Foya!'

Review Film Dreams (2016) : Gak Ngerasain Euforia 'Fatin Fatin, Foya!'


     Akhirnya muncul kembali film dengan tema kompetsisi, khususnya bernyanyi di dunia perfilman tanah air. Setelah kemunculan Coboy Junior The Movie di tahun 2013, nampaknya baru Dreams yang memunculkan tema serupa, walaupun keduanya memiliki perbedaan. Tokoh yang diangkat, Fatin, sudah memiliki eksistensi yang tidak kalah dengan Coboy Junior kala itu. Namun apakah Dreams bisa melebihi Coboy Junior The Movie?


     |POSTER & TRAILER| Mungkin kembali hits trend poster dengan background polos? Tapi apakah kembali ngetrend juga poster dengan banyak muka pemain seperti ini? Dreams secara penataan masih terkonsep, tidak seperti beberapa poster 'murahan' pada film lain. Poster ini cenderung 'kuno' pada akhirnya. Trailernya cukup menarik. Terlebih bagi penggemar Fatin.


      |CERITA| Naskah lemah. Cerita klise. Karakter setiap tokoh mudah goyah. Niatnya mau jadi film motivasi, tapi jatuhnya hambar. Penceritaan juga tidak di dukung oleh motivasi yang jelas di setiap adegan yang disajikan. Akhirnya perjalanan awal sampai sebelum diputarkan lagu 'Memilih Setia', hanya flat-flat saja. Lagu yang fenomenal ini, sangat menolong mood dalam nonton film ini. Walaupun setelah itu progresnya tidak terlalu terlihat juga.


     |VISUAL| Kamera yang digunakan membuat gambar jernih dan enak dipandang, walaupun sering out focus atau salah fokus. Pergerakan halus. Anglenya biasa. Editingnya juga kurang greget. Overall standart, tapi bisa dan enak di nikmati.


     |AUDIO| Gak terlalu menonjol bagian audio. Dubbing juga sering tidak pas. Lagu-lagu Fatin yang ada di film ini, kurang tampil memikat. Paling menarik perhatian yang 'Away'.


     |ACTING| Fatin bermain bagus di sini. Mungkin karena tokohnya kurang-lebih menggambarkan dirinya sendiri, sehingga dia sendiri tidak terasa kesulitan yang berarti untuk beradaptasi.


     Morgan Oey berperan bagus-bagus aja. Pemain-pemain lainpun juga begitu, seperti Mathias Muchus, Ardina Rasti yang udah lama tidak terlihat main film, dan pemain-pemain lainnya, bermain cukup baik. Hanya saja, naskah yang dari awal tidak membangun karakter dengan kuat, membuat peran-peran tersebut tetap terlihat lemah selama penceritaan.


     |KESIMPULAN| Dreams ternyata bukan film yang menjadikan 'ajang kompetisi' sebagai penggerak cerita utama. Namun drama perjuangan yang penuh motivasi 'memaksa', yang dijadikan fokus penceritaannya. Jadi gak perlu berharap bisa teriak 'Fatin Fatin, Foya!' di dalam bioskop. Tapi deraian air mata yang menetes akan menghiasi babak akhir di film ini. #BanggaFilmIndonesia


2 komentar:

  1. Replies
    1. Nonton aja. buruan ke bioskop sebelum turun layar.

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi