Home » , , » Review Film Tausiyah Cinta (2016) : Gak Fokus di Semua Hal

Review Film Tausiyah Cinta (2016) : Gak Fokus di Semua Hal


     Ini dia film religi pertama menyambut kedatangan tahun 2016. Setelah tahun 2015 ditutup dengan banyak film laris, dan salah satu diantaranya adalah Bulan Terbelah di Langit Amerika yang mengesankan. Apakah film ini juga bisa sama bagusnya atau lebih mengesankan?


     |POSTER & TRAILER| Poster dengan susunan 3 tokoh utama dijajarkan seperti itu, udah terlalu "lama" sebenarnya, udah gak jaman lagi. Tapi diluar itu, desainnya, pewarnaan, komposisi, penataannya cantik. Trailernya gak tampil maksimal dan gambarnya begitu acak. Banyak adegan yang ada di trailer, tapi gak muncul di film, entah ini disengaja atau tidak, tapi lumayan mematahkan ekspektasi penonton.


     |CERITA| Arah tujuan cerita di Tausiyah Cinta gak jelas. Terlalu banyak yang dibahas. Tokohnya juga terlalu banyak yang ditonjolkan. Motivasi setiap scenenya gak jelas, semua terkesan dipaksakan tiba-tiba ada, atau tiba-tiba menghilang. Entah dari alur cerita, endingnya, sampai niat film ini untuk berdakwahpun, beneran kayak lagi nonton video ceramah bukan film. Naskahnyapun masih jauh dari harapan.


     |VISUAL| Gambarnya kayak sinetron kejar tayang. Semuanya diambil close up, penonton jadi jenuh. Kualitas tiap gambar juga gak sama. Banyak gambar goyang. Angle yang diambil juga gak enak. Editan juga masih mentah banget. Coloring tiap frame bisa beda-beda dan aku kurang srek sama coloring yang keterlaluan sendu, berasa filmnya ngrengek buat minta ditangisin.


     |AUDIO| Tata suara jelek, noise dimana-mana, setelan leveling audio gak sama, musil ilustrasi juga kurang, foley juga kadang-kadang berlebihan gak natural, kadang-kadang hening, jumping voice banyak, dan suara juga beberapa gak sinkron sama gambar.


     |ACTING| Semua pemain, Rendy Herpy, Hamas Syahid, Ressa Rere, dan bejibun aktor aktris yang buanyak banget tanpa pendalaman karakter itu, aktingnya tidak memuaskan. Yang paling mending cuma Irwansyah dan Peggy Melati Sukma, walaupun performa mereka juga menurun gara-gara naskahnya yang kurang.


     |KESIMPULAN| Diluar dari segala kekurangan dari segi apapun, film ini beberapa kali sempat membuat hati terenyuh, karena tidak bisa dipungkiri banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari film ini. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi