Home » , , » Review Film Sunshine Becomes You (2015) : Kisah Cinta yang Elegant, Dewasa, Kocak, dan Nice

Review Film Sunshine Becomes You (2015) : Kisah Cinta yang Elegant, Dewasa, Kocak, dan Nice


     HitMaker Studios akhirnya merelease film yang diadaptasi dari novel Ilana Tan ini, tentu dengan judul yang sama, Sunshine Becomes You. Promosi dilakukan gencar sejak kurang lebih setahun lalu. Pengumuman pemeran, release poster, trailer, semuanya dilakukan secara baik oleh mereka, termasuk juga promo di media televisi. Tapi apakah memang sebagus itu?


     |POSTER & TRAILER| Poster ini terlalu 'begitu saja'. Sebenarnya potensi untuk menjadi jauh lebih menarik itu besar. Tapi sayang, kenapa posternya hanya foto dengan background yang kalau gak salah itu greenscreen. Aku juga agak kurang suka dengan font 'kurus' yang dibagian atas, walaupun sepertinya itu memang ciri khas dari film-filmnya HitMaker Studios.


     Ada yang bilang kalau trailer film ini kepanjangan dan akhirnya jadi 'nyeritain' filmnya dari awal sampai akhir. Kalau diliat trend akhir-akhir ini, memang penonton ingin tau dulu cerita di film, sebelum dia nonton, yaa lewat media trailer. Tapi aku gak setuju sebenernya dengan trend ini. Sebenarnya pun, trailer film ini memang agak sedikit spoiler, tapi jangan takut, jelas masih banyak yang belum diungkap kok. Secara teknis dan penyampaian, trailernya so far, so nice.


     |CERITA| Kalau mau disamain, ceritanya kayak di film televisi alias ftv, tapiiiiii film ini levelnya jauh berada diatasnya. Cerita di film ini jelas digarap secara baik, eksekusi juga baik. Walaupun ada beberapa kejadian yang 'kurang' dalam eksekusi visual, seperti saat Mia 'nendang' Alex sampai jatuh.


     Setiap tokoh punya karakter yang kuat, konsisten, dan terjaga dalam setiap perilaku hingga dialognya. Gaya penceritaan dengan tempo yang cepat, bikin penonton gak bosen dan terpaku pada layar bioskop. Seru dan kocak juga selama penceritaan, banyak tawa (in a good way) yang muncul sepanjang film.


     |VISUAL| Gambar jernih enak diliat, fokusnya bagus, anglenya cantik, pergerakan kamera halus, dan gaya pengambilannya juga khas, banyak yang hampir one shot, alias gak putus-putus. Penggunaan green screennya pun halus, efek-efek yang digunakan terasa hampir natural. Cuma sedikit sayangnya, shot banyak yang diulang, terutama establishnya.


     |AUDIO| Tata musiknya bagus, tata suara bagus, walaupun gak terlihat begitu menonjol, dan soundtrack 'Sunshine Becomes You' dan lagu lainnya, bagus banget. Tapi aku masih ngerasa, soundtracknya masih kurang dieksplore di sini. Harapanku sih penonton bisa semakin nangis terisak-isak gara-gara lagu ini. Jadi kebayang kayak film This is Cinta soalnya, hahaha.


     |ACTING| Herjunot Ali sangat mempesona memerankan Alex Hirano. Sangat cocok, berkharisma, dan sangat lihai memerankan sosok Alex yang susah, karena dia harus bisa menjaga 'wibawanya' dalam suasana hati mulai dari film dari awal hingga akhir.


     Nabilah JKT48 juga menunjukkan performa yang jauh berkembang dibanding saat di filmnya kemaren, Wewe. Perannya sebagai Mia Clark sudah pas. Walaupun sebenarnya aku masih merasa jika dia masih terlalu muda untuk memerankan sosok Mia Clark. Tapi diluar itu semua, Nabilah memang sudah berusaha keras untuk menampilkan yang terbaik.

   
     Boy William berperan bagus jadi Ray Hirano, walaupun terkadang aku masih melihat sosok seperti perannya saat di film Tarot, atau filmnya dia sebelumnya. Boy sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik dari awal sampai agak akhir, karena dibagian akhir saat scene dia dengan seorang cewek, chemistrynya hambar.


     |KESIMPULAN| Dengan segala perangkat promosi yang sudah dilakukan, Sunshine Becomes You menajadi tontonan yang romantis, lucu, megah, mengharukan, seru, dan meninggalkan kesan bagi penontonnya. Soundtrack yang dinyanyikan oleh Nabilah JKT 48 - Sunshine Becomes You, menjadi salah satu amunisi yang bisa bikin kamu selalu teringat akan film ini. #BanggaFilmIndonesia

12 komentar:

  1. Aku baca novelnya ini Za jaman SMA.. Muda bgt eh dedek Nabilah yg jadi Mia Clark, pemain lain jugaaa ndak terlalu menggambarkan usia. Tapi tetep bagus ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sih dipungkiri atau enggak, Nabilah emang masih terlalu muda secara fisik. Aku bayangin kalau yang main Shandy Aulia kayaknya pas. Tapi diluar itu, actingnya kereeen.

      Diluar aku gak baca novelnya, alex hirano sama ray hirano, pas banget dimainin sama herjunot ali sama Boy William.

      Kamu kudu nonton Bar. Ngekek dan romantis nonton ini, haha

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. I'll try to find the sunshine becomes you review after i watched this movie last night, and i am totally with you.. Saya baca novelnya sekitar 3 tahun lalu dan super excited ketika tahu kisahnya diangkat ke layar lebar, sejujurnya jika dibandingkan dengan novelnya, mungkin seharusnya film ini dibuat agak lebih dark or soft karena main story-nya tentang "yang meninggalkan dan yang ditinggalkan" ditambah setting ceritanya "menjelang-ketika-dan setelah winter" tapi memang ciri khas hit maker dan Rocky soraya yang membuat setiap filmnya jadi begitu grande bahkan menurut saya, selalu berhasil membawa level film Indonesia naik satu tingkat terlihat lebih bermodal dan mewah. Terlihat sekali Nabilah berusaha keras untuk berhasil jadi Mia Clark dan itu patut diacungi jempol, mungkin background dia dilatih di JKT48 untuk menari dan bernyanyi banyak membantunya. Well, saya setuju kalau film ini Romatis dan penuh humor!

    Salam Kenal :D

    #BanggaFilmIndonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nice review 😊 Semoga gak berhenti sampai sini ya nonton film Indonesia di bioskopnya. Ajak2 temen, keluarga, sahabat, atau siapapun buat ikutan nonton.

      Salam kenal juga 👋

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  3. 5 dari 10 :)
    Aku penggemar Ilana Tan dan seluruh novelnya aku baca. Terutama untuk SBY adalah novel paling aku suka. Awal tau bakalan difilm in rasanya seneng gak sabar. Braakkk! Tau pemeran Mia adalah Nabila sangat kecewa. Usianya terlalu muda utk seorang mia. Dan entahlah kok aku gak ngerasa feelnya aja. Baca SBY berulang kali masih bisa menitikan airmata, tapi saat nonton? Gak rasain apa2. Plotnya hanya menjuru keromantisme aja. Padahal di novel gak begitu. Karakter alex jadi mati suri, hambar. Kurang menonjolkan bahwa alex seorang pianis. Trus adegan yg jatoh dari tangga itu sangat berlebihan, jatuhnya kayak action hehe.. padahal di novelnya gak sampai gitu.. memang gak harus sama tapi jujur sebagai penggemar novel ini saya sangat kecewa :). Semoga next winter in tokyo nya lebih memuaskan.

    ReplyDelete
  4. Tapi keseluruhan setting layar oke.. bangga dengan film indonesia.. saya cuma kurang rasa feelnya aja hehehe.. kalau dibilang kurang fokus nontonya, mungkin saya perlu nonton lagi untuk ke 3 kalinya hehe.. karena emang jujur 2x nonton gak dapet feelnya beda sama baca nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap orang memang punya pengalamannya sendiri2 kok dalam menonton film. Apalagi kalau udah baca novelnya, lalu nonton filmnya, pasti datang kebioskop sudah membawa ekspektasi. Itu gak salah, karena novel memang membuat penonton memiliki teater of mind nya masing2. Secara simpel, Film Sunshine Becomes You ini adalah teater of mind nya Sutradara, dalam hal ini adalah Rocky Soraya. Jadi yaaa sangat mungkin ekspektasinya berbeda.

      Makasih udah mampir baca review Sunshine Becomes You dan makasih udah #BanggaFilmIndonesia 👍

      Delete
  5. Link download film nya, ada gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. #BanggaFilmIndonesia dengan nonton di bioskop kak

      Delete
  6. Link download film nya, ada gak?

    ReplyDelete
  7. Telat nih ikutan komen mengenai film ini karena kesan yang aku dapetin setelah nonton film ini gak ada sama sekali, hambar, jadi yah setelah nonton film ini rasanya langsung lupa begitu aja. Mungkin karena ketika membaca novelnya ngena banget, jadi ekspektasi ketika cerita dalam novelnya difilm-kan begitu tinggi. Ternyata, filmnya sangat mengecewakan. Terutama di aktingnya, feel yg didapetin dari jalan cerita film ini juga dikiit banget. Itu opini aku aja sih (btw, saudaraku juga berpendapat sama :D). Pas baca novelnya, aku bayangin yg jadi Mia Clark adalah Dominique Diyose (kebetulan dia blasteran jepang juga, jadi pas kalo meranin Mia Clark yg diceritakan berdarah Jepang). Lalu Alex Hirano, aku bayanginnya yg meranin Christian Loho (menurutku sih pas banget karakter jutek dan dinginnya kalo diperanin Christ dan lagi, sebagai cowok Jepang masih lebih pas karena Christ kan sipit), dan Ray aku bayanginnya yg meranin Gleen Alinskie (gak tau kenapa, rasanya pas aja dia meranin tokoh Ray yg juga orang Jepang, selain memang matanya sipit). Tapi, ga papa lah. Toh mereka juga udah berusaha maksimal mendalami peran. Semoga kalo ada novel Ilana Tan yg difilmkan lagi, castnya lebih diperhatikan, termasuk dari segi usia dan kematangan peran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Novel dengan film memang seni yang berbeda. Satu cerita yang sama, bisa jadi sangat berbeda saat dituangkan ke media yang berbeda. Mau puas ataupun kecewa sama suatu film, jangan sampai bikin trauma nonton film lain. Oke? Tetep #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi