Home » , , » Review Film Single (2015) : Cerita Masih Sama, Teknis Megah

Review Film Single (2015) : Cerita Masih Sama, Teknis Megah


     Raditya Dika kembali mengeluarkan karya filmnya. Kali ini bukan adaptasi dari novelnya, tapi ditulis khusus sebagai naskah film. Selain menjadi penulis naskah, Raditya Dika juga menjadi sutradara di film ini. Akankah film ini akan menjadi lebih 'Raditya Dika' ? Haha.


     |POSTER & TRAILER| Unik. Sangat simpel sebenernya, tapi dikonsep dan dieksekusi dengan sangat baik. Enak dilihat. Nice.


     Trailer dikemas dengan menarik. Cuplikan keseruan, ketakjuban gambar yang diambil, lelucon yang sedikit dibocorin, premis cerita yang disampaikan dengan baik, dan semuanya bisa dirangkai tanpa spoiler terlalu banyak.


     |CERITA| Formula yang dipakai Single dengan film-film Raditya Dika itu sama sebenernya. Gak jauh-jauh dari cowok yang susah cari pacar, persahabatan, dan yaaa begitulah. Tapi bukan berarti film ini jadi basi. Penonton yang memang bisa menerima gaya bercandaan Raditya Dika, pasti akan sangat menikmati joke yang ada di sepanjang film. Kekuatan film ini, adalah dituturkan dengan lumayan lambat, jadi seolah-olah penonton mengikuti setiap jejak langkah Ebi (Raditya Dika) di dalam film, inilah dampaknya film ini berdurasi panjang, 2 jam lebih yang cukup menyenangkan.


     |VISUAL| Inilah poin yang paling menonjol dibanding film Raditya Dika biasanya, gambarnya keren banget! Anglenya, shotnya, semuanya beauty. Film ini sangat pintar menggambarkan setiap lokasi shooting, sesuai dengan kebutuhannya, suasana kos-kosan yang guyup, serunya di clup dengan cahaya minim tapi gambar jernih dan cahaya mantab, pressurenya naik pesawat, hingga keeksotisan Bali, dikupas abis oleh Single. Very nice.


     |AUDIO| Musiknya juga seru. Bisa ngikutin filmnya dengan sangat enak. Untuk tata suaranya juga terdengar jernih dan natural. Satu lagi yang ancung jempol adalah soundtrack yang dibawain Geisha - Sementara Sendiri, wuihhhh bikin sebioskop pada baper kayaknya, hahaha. Soundtrack dari D'Masiv juga asyik.


     |ACTING| Penonton dari awal pasti udah setuju kalau peran Ebi dan Raditya Dika itu sama. Jadi seperti apa akting Radit, yaaa seperti dia biasanya muncul di televisi maupun di film-film sebelumnya. Tapi gak selamanya bagus sih, terkadang aku juga merasa dia ekspresinya kurang cocok dengan situasinya, terlepas di kehidupan nyata dia memang seperti itu.


     Annisa Rawles juga belum menunjukkan akting yang maksimal. Dia masih terlihat kaku dalam berakting. Masih kurang melebur dengan Raditya Dika. Sedangkan untuk Pandji Pragiwaksono, Babe Cabita, yaaa okelah, gak jauh-jauh seperti yang biasa mereka lakonin, tapi sayangnya mereka kadang terlihat kurang natural. Pemain lain seperti Dede Yusuf, Dewi Hughes, seru ada mereka berdua, lalu Chandraliow aku ngerasa dia masih kurang alami aktingnya.


     |KESIMPULAN| Sepertinya dengan Raditya Dika menjadi sutradara di naskah asli yang dibuatnya sendiri dan dia perankan sendiri, dia bisa lebih mengolah cerita lebih dibandingkan di film yang sebelumnya. Ditambah lagi dengan teknis audio visual yang begitu megah, membuat film ini sangat cantik. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi