Home » , , » Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015) : Suguhan Isu Besar yang Cantik

Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015) : Suguhan Isu Besar yang Cantik


     Semenjak kesuksesan Film 99 Cahaya di Langit Eropa (99CDLE), membuka peluang lebar untuk buku-buku lain karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra untuk juga di produksi dalam bentuk film. Saat ini yang mendapat giliran adalah Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTDLA). Secara kebetulan atau tidak, film ini ada kesinambungan dengan 99CDLE. Jika 99CDLE digarap oleh Sutradara Guntur Soeharjanto, kali ini di direct oleh Rizal Mantonani. So, would the 'BTDLA' be better than '99CDLE'?


     |POSTER & TRAILER| Semenjak poster comingsoon keluar, udah bagus, berkarakter, dan konsisten sampai poster resminya saat ini. Style posternya sama dengan 99CDLE, wajah karakter utama dipasang di poster, namun dengan penataan yang indah.
   

     Trailer juga begitu cantik dramatis, dan betul-betul 'menyentil' orang dengan pertanyaan-pertanyaan yang sensitif, karena jelas isu yang dibawa sangatlah besar dan tidak main-main. Nice and good trailer.


     |CERITA| Banyak poin positif yang baik dan menarik, yang belum tentu dimiliki film lain. BTDLA mengangkat isu sensitif dunia, menyentil dan begitu aman, risetnya mantab. Membawanya dengan begitu smooth, gak terkesan menggurui, tempo juga pas. Dialog yang dibuat begitu dalam bermakna dan sangat cantik untuk diresapi. Setiap scene memiliki motivasi yang jelas, setiap tokoh punya karakter yang kuat. Nice story. Walaupun sepertinya, film ini banyak part yang terpotong, mungkin, akan lebih lengkap jika dibuat lebih panjang.


     |VISUAL| Secara umum bagus. Shotnya juga niatnya cantik. Tapi kalau disuruh milih, aku lebih suka visualnya 99CDLE. Di BTLDE banyak yang goyang gambarnya, trus penataan lighting kurang. Beberapa efek animasi juga belum sempurna, seperti pesawat, asap, dan bulan.


     |AUDIO| Musik ilustrasi bagus, bisa membawa suasana sampai ke tingkat dalam. Foley juga cukup halus. Dubbing juga terdengar natural. Tapi sayang, original soundtrack kurang rasa 'Amerikanya'. Kalau (lagi-lagi) dibandingin sama 99CDLE yang nyanyi Fatin dengan musik Cahaya di Langit Itu begitu 'Eropa' banget. Tapi disini, aku kurang mendengarnya, dan sejujurnya aku berharap Fatin mengisi original soundtrack film BTDLA.


     |ACTING| Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Rianti Cartwright jelas punya kualitas akting yang mumpuni untuk film sekelas BTDLA ini. Karakter Hanum dan Rangga yang ada di BTDLA ini tetap terjaga seperti yang ada di 99CDLE, begitupun juga dengan Nino Fernandez. Rianti sebagai sosok baru, juga membawa warna berbeda di film ini. Termasuk juga yang menjadi anaknya di film ini, pembawaan karakternya meyakinkan. Pemain-pemain lainnya juga berperan dengan baik mendukung jalannya roda cerita film ini.


     |KESIMPULAN| Film Bulan Terbelah di Langit Amerika berhasil membawakan isu WTC 9/11 dengan sangat rapi, indah, makna dalam, menyentuh, dan didukung naskah yang begitu 'puitis'. Gak selalu dengan ketegangan, tapi juga disisipi dengan komedi-komedi ringan, kisah cinta, dan juga masalah kekinian antara pasangan cowok-cewek. 'Would the world be better without Islam?' premis yang begitu wow dengan eksekusi yang nice. #BanggaFilmIndonesia

4 komentar:

  1. Editingnya ya yg pake2 green screen itu kurang rapih dan ganggu fokus banget.
    Tapi sorry to say ya, kurang setuju kalo pemain pendukung yg native talentnya juga bagus. Kalo anaknya Azima sih oke, tp yg lain rasanya masih kurang banget lah masih kentara kalo sedang akting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk yang greenscreen aku juga setuju kalau belum bagus. Untuk pemain native kan mereka ada banyak, ada yang bagus, ada yang biasa juga.

      Thanks udah #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. Waaa kamu udah nonton ya ternyata Za. Baru mau ngajakin bareng kih ben ada yang ngantriin as usual hahahaha ampun. Aku kudet bgt nih belakangan hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaa cah Kotagede jangan sampai ketinggalan film ini lho

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi