Home » , » Review Film Kakak (2015) : Horor yang Drama Banget

Review Film Kakak (2015) : Horor yang Drama Banget


     Film Kakak adalah satu dari sekian banyak film yang jadi 'korban' tanggal penayangan yang tak pasti. Rencana awal film ini akan direlease pada April 2015, lalu tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Sempat dengar, film ini pindah tayang Maret 2016, tapi anehnya sudah muncul di jajaran coming soon akhir-akhir ini di web bioskop. Ternyata Kakak mulai muncul di bioskop 5 November kemarin. Apakah Kakak bisa memenuhi harapan penontonnya?


     |POSTER & TRAILER| Posternya simpel, ekpresinya Bella dapet, pemilihan font Kakak bagus, cuma sayang sepertinya (seingatku) gak terlalu ada korelasi antara font 'kakak' dengan isi filmnya, begitu juga dengan setting di poster, terlihat rumah yang udah 'rusak' padahal di film rumahnya bagus. Sebenernya perawakannya Bella di poster juga terlalu 'gembel' sih, padahal di film gak ada adegan yang menunjukkan Bella se-'kumal' itu. Trailer sederhana, gak terlalu banyak 'letupan-letupannya' tapi cukup mengena untuk menarik penonton datang ke bioskop.


     |CERITA| Alurnya lambat banget. Durasi setengah jam, sebenernya bisa disingkat setengahnya, ataupun ditambah konflik yang lebih rumit lagi. Film ini membangun suasana drama yang sangat kuat secara sangat perlahan, tapi jump scarenya mantab, gara-gara sound 'jeng-jeng' yang pas, walaupun trik nakutinnya terbilang biasa. Sebenernya film ini lebih cocok dibilang Drama yang Horor, dibanding sebaliknya.


     |VISUAL| Shot-shot yang diambil bagus, cantik juga, pemakaian drone juga halus. Pencahayaan juga bisa dinikmati dengan nyaman. Tapi bakal lebih bagus lagi, kalau angle-anglenya lebih berani dimainkan, seperti contoh di film-film yang DOPnya Jose Poernomo seperti Film Tarot.


     |AUDIO| Suara para pemain bisa terdengar jelas dan alami. Musik ilustrasi juga berjalan nyaman. Foley juga bagus. Yang keren juga itu, sound effect 'jeng-jeng' yang muncul waktu jump scare, yang sukses buat kaget.


     |ACTING| Gak perlu diraguin lagi, akting Laudya Chintya Bella itu udah top markotop, begitu menjiwai dan berhasil merebut simpati penonton. Chemistrynya dengan Surya Saputra juga bisa begitu dapet, apalagi waktu 'ehem' hahaha. Yafi Tesa Zahara yang jadi Kakak, juga sepertinya udah pandai banget main jadi hantu, hehehe. Pemain pendukung lain juga mantab dah!


     |KESIMPULAN| Suguhan film horor yang begitu drama ini, memang bukan hal baru, yang membuat film kakak baru, karena bercerita tentang kehidupan pasangan suami-istri yang begitu intim. Drama dapet, horor dapet. Cuma penceritaannya yang lambat, cukup membuat greget. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi