Home » , » Review Film Magic Hour (2015) : Sajian ala FTV yang Bikin Nangis

Review Film Magic Hour (2015) : Sajian ala FTV yang Bikin Nangis



     Dimas Anggara, Michelle Zuidith dan Rizky Nazar, tiga nama yang akrab kita lihat berakting di layar FTV. Maka tidak aneh, jika Film Magic Hour memiliki kesan pertama 'FTV yang masuk bioskop'. Itu tidak masalah sebenarnya, malah jadi tantangan bagi pembuat film untuk membuktikan Magic Hour bukanlah produk FTV yang masuk ke bioskop. Namun, apakah tantangan itu dijawab dengan baik?


     |POSTER & TRAILER| Posternya diisi wajah tiga tokoh utama, terlihat sekali 'menjual' aktor dan aktrisnya ke calon penonton. Niatnya gak salah, tapi yang kurang adalah eksekusinya kurang bagus. Posternya terlalu membosankan. Editan ala-ala fantasi yang sebenernya gak menggambarkan filmnya, resolusi backgroundnya juga gak sama kayak fotonya. Komposisi warna juga gak enak dilihat. Trailernya standar, gak menimbulkan kesan yang greget buat pengen segera nonton.


     |CERITA| Ternyata memang FTV banget. Ceritanya mudah ditebak. Tapi walaupun alurnya umum, eksekusinya bagus, dalam artian tetep bisa membuat penonton ikut larut dalam cerita di film. Salah satu faktor paling bikin film ini menyentuh, adalah kualitas akting para pemainnya yang mantab. Sehingga cerita yang umum, mudah ditebak, bisa sedikit ditutupin dengan kekuatan akting tokohnya, yang akhirnya bisa buat penonton pada nangis. Ini poin pentingnya, sebuah film bisa menyampaikan pesannya ke penonton, sampai ada feedback seperti nangis. Tapi ada satu hal yang aneh, tiba-tiba di akhir, si tokoh pergi ke gunung, padahal gak ada apa-apa sebelumnya, walaupun scene ini bagus secara visual dan moment. Sama kurangnya di beberapa scene, film ini jadi sok puitis.


     |VISUAL| Seperti dugaan saat lihat trailer, FTV banget. Angle kamera, pengambilan gambar, coloring, cutting, editannya standar FTV. Make upnya jelek malah, terutama luka tabrakannya, sinetron banget. Waktu pakai drone di setting gunung, juga kurang halus.


     |AUDIO| Penggarapan scoring lagi-lagi kayak FTV, nempel-nempel lagu di banyak tempat. Dubbingnya ada banyak scene yang jelek karena gak natural.


     |ACTING| Acungi jempol buat Michelle Zuidith yang aktingnya bikin para penonton menitikkan air mata. Dia gak aneh-aneh dalam akting, keliatan natural, dan sangat emosional sekali saat dibutuhkan. Salut!


     Dimas Anggara ada di taraf yang gak kalah syahdu aktingnya sama si Michelle. Dia bisa memerankan sosok Dimas dengan pas, lagi-lagi gak berlebihan. Kalau Rizky Nazar juga bagus aktingnya, bisa mengimbangi kedua rekan pemain utama yang lain. Untuk pemain-pemain lain, secara keseluruhan bagus, bisa membuat roda cerita terus berputar seperti seharusnya.


     |KESIMPULAN| Dibilang bagus, iya. Dibilang kayak FTV, iya. Dibilang sukses nyampaiin pesan ke penonton, iya, karena buktinya banyak penonton yang nangis. Kualitas akting, keren. Lalu apalagi alasan untuk melewatkan film yang membuatmu harus siapin tisu dulu sebelum nonton ini? Film Magic Hour adalah sajian sederhana yang membawa perasaan yang mengena. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi