Home » , , » Review Film Love You, Love You Not (2015) : Seru dan Asyik Diikutin

Review Film Love You, Love You Not (2015) : Seru dan Asyik Diikutin


     Film adaptasi dari film jarang ditemukan di Indonesia, bahkan mungkin ini film adaptasi dari film luar negeri pertama punya Indonesia di dekade ini? Film Love You, Love You Not di adaptasi dari Film I Fine, Thank you, Love You, milik Thailand. Film versi Thailand sudah menuai kesuksesan, lalu apakah film versi Indonesia akan menuainya juga?


     |POSTER & TRAILER| Posternya simpel, cuma foto yang di kasih sedikit efek, dikasih tulisan-tulisan dengan font yang pas, gak alay, tapi enak dilihat. Kuncinya ada di main actors, Hamish dan Chelsea dengan postur mereka yang begitu ekspresif, menjadi daya tarik poster ini. Trailernya kocak, seru, dan dari sini, calon penonton bisa membandingkan dengan versi Thailand, walaupun adaptasi, tapi di LYLYN tetap memberikan sentuhan yang berbeda.


     |CERITA| Sebenarnya tujuan ceritanya simpel, misi Amira (Chelsea Islan) untuk membuat Juki (Hamish Daud) putus dengan pacarnya. Tapi pengemasan dalam perjalanan visinya itu asyik, seru, gokil, gak kepikiran, dan memang ala-ala film Thailand banget, tapi dikemas versi Indonesia yang gak kalah hits. Alurnya nyaman, gak cepet dan begitupun sebaliknya. Pengemasan karakter Amira dan Juki juga sangat kuat, bahkan sampai orang-orang sekitar mereka juga punya karakter yang sama kuat, sehingga cerita bisa berjalan dengan lancar.


     |VISUAL| Awesome! Gambar jernih, pengambilan gambar motivasinya jelas, shot indah, angle cantik, pergerakan halus, dan ada beberapa teknik-teknik yang seru banget. Kurangnya, pemakaian establish jalanan yang beda resolusi dengan gambar lain, dan juga green screen di bagian akhir cerita, bikin ganggu banget. Penataan visual yang bagus dari awal, dirusak sama green screen di akhir yang aneh, gak halus, yang sebenarnya bisa diambil tanpa harus green screen.


     |AUDIO| Departemen audio juga patut diacungi jempol! Penataan musik scoring, sound effect, foleynya keren dan ngefeel banget. Cuma yang agak gimanaaa itu, penggunaan banyak lagu yang sudah terkenal sebagai musik ilustrasi, sebenernya sih pas banget sama situasinya, dan bisa bikin penonton meleleh, tapi ya jadi kayak FTV. Satu lagi, dubbingnya gak merata, ada yang bagus, ada yang gak pas.


     |ACTING| Chelsea Islan emang cocok banget jadi Amira. Rasanya, ekspresinya, gerak-geriknya di konsep matang, eksekusinya juga meyakinkan. Begitu juga Juki, entah apa yang terjadi kalau bukan Hamish Daud yang main, bisa berekspresi sampai sebegitu kerennya.


     Aktor selain Chelsea dan Hamish, melakukan perannya dengan maksimal semua, tidak ada yang mengecewakan. Mulai dari Miller Khan, Kemal Palevi, Fico, dan yang lain-lain, semuanya keren sesuai dengan porsi perannya.


     |KESIMPULAN| Terlepas dari film versi Thailand, Love You, Love You Not menghadirkan drama komedi ringan dan segar untuk perfilman Indonesia. Pembawaan karakter yang kuat oleh Chelsea dan Hamish telah membawa film ini menjadi merasuk ke setiap penonton. Penampilan teknis yang begitu megah, juga dihadirkan, memanjakan mata dan telinga penonton. Sudah atau belum nonton versi Thailandnya, Film Love You, Love You Not memang tontonan yang sangat menarik. #BanggaFilmIndonesia


3 komentar:

  1. Cuman miss di green screen itu, kalo shoot di lokasi aslinya dan cicak yg asli pasti bakal lebih ngena feelnya. Overall smua cast baguuuuuussss, total. Sayang banget cuma bertahan seminggu :((
    banyak orang yy terprovokasi netizen, kurang promo, nobar cast dan waktu rilis yg kurang hoki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya greenscreen mengusik kenyamanan penonton memang, sayang sebenernya. Setuju keren film ini =)

      Aku suka menyayangkan sih, sama orang-orang yang mudah terprovokasi tanpa kroscek dan berpikir cerdas. Nonton atau enggak itu memang pilihan, tapi menghargai karya orang itu kewajiban :)

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi