Home » , » Review Film Battle of Surabaya (2015) : Apresiasi buat Animasi ini, Walaupun Tidak Puas

Review Film Battle of Surabaya (2015) : Apresiasi buat Animasi ini, Walaupun Tidak Puas


     Entah sejak jaman kapan film ini udah promo terus, tapi tak kunjung release di bioskop. Bisa jadi karena memang penggarapannya yang belum juga usai, ataupun menjadi salah satu strategi marketing yang harus diakui bagus, buat film ini maupun buat kampus yang namanya dibawa dalam produksi film ini. Namun apakah Film Battle of Surabaya bisa memenuhi harapan para penonton?


     |POSTER & TRAILER| Posternya keren, punya karakter yang kuat. Penempatan komposisinya, pewarnaan juga menarik dan pas dipandang. Kalau trailernya yang udah menang festival internasional itu, yaaa biasa aja sih, entah kenapa. Maksudku gak spesial-spesial banget. Yang bagus itu adalah beberapa cuplikan adegannya sama beberapa grafis animasi yang bagus, walaupun gak semua.


     |CERITA| Gaya penceritaannya lucu, terkesan dipaksakan. Arah dari ceritanya juga bias. Yang disayangkan adalah judul film ini Battle of Surabaya tapi scene saat 'Battle of Surabaya' itu sendiri, sangat minim. Penggunaan latar belakang sejarah nyata, digunakan di film dengan penceritaan fiksi seperti ini, memang harus tetap memiliki fokus cerita yang jelas. Tapi 'BOS' tidak melakukannya dengan baik.


     |VISUAL| Perlu diapresiasi akhirnya Indonesia punya film animasi yang masuk ke bioskop, setelah Meraih Mimpi (2009). Kalau secara gambarnya ada yang detail bagus banget, waktu dibagian pemandangan, di hutan, dan beberapa gambar lain. Tapi ada juga yang tidak, seperti beberapa bagian yang 'polos' tidak detail. Jadi kesannya film ini kurang konsisten, ada yang detailnya luar biasa, ada yang polos juga.


     |AUDIO| Audionya udah Surround Sound 7.1 tapi sebenernya gak ada sesuatu yang spesial dari audio di sepanjang film ini. Scoringnya lumayan bagus, bisa membuat cerita terus berjalan. Tapi yang bikin lebih nge 'feel' adalah soundtrack film yang dijadikan musik ilustrasi disini. Dubbingnya bagus, cuma kurangnya di detail mulutnya aja sih.


     |ACTING| Kalau visual, pergerakan aktor/aktrisnya masih kurang alami. Kalau dubbingnya udah lumayan lah. Kalau mau komentarin Reza Rahadian sama Maudy Ayunda, aku pikir mereka jadi agen marketing yang bagus buat film ini, diluar performa mereka yang memang bagus. Karena aku merasa kasian sama dubbernya Musa, yang sebenarnya jadi pemeran utama, tapi yang dijual nama Reza sama Maudy.


     |KESIMPULAN| Film Battle of Surabaya semoga bisa menjadi tonggak munculnya film-film animasi Indonesia yang masuk bioskop dan go international. Diluar dari kekurangan di sektor cerita dan penceritaan, 'BOS' bisa memanjakan mata penonton dengan panorama Indonesia di dalamnya, walaupun gak semua grafisnya bagus. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi