Home » , , » Review Film Surga yang Tak Dirindukan (2015) : Tontonan yang Meneduhkan Hati

Review Film Surga yang Tak Dirindukan (2015) : Tontonan yang Meneduhkan Hati


     Setelah Assalamualaikum, Beijing! salah satu novel laris milik Asma Nadia, Surga yang Tak Dirindukan, mendapat giliran untuk difilmkan kali ini. Sebuah produksi besar dari Manoj Punjabi dan MD Pictures yang menggandeng setidaknya tiga pemeran utama yang menjanjikan dan artis terkenal lain di jajaran pemeran pendukung. Apakah film ini bisa menuai kesuksesan, mengingat jadwal tayangnya prime time sekali, waktu lebaran?


     |POSTER & TRAILER| Bukan suatu yang fresh kalau melihat poster film ini, karena konsepnya standart dan gak aneh-aneh. Tapi dibalik poster yang "biasa" ini, poster ini tetap memiliki daya tarik tersendiri. Mulai dari para pemeran yang mempesona calon penonton, sampai background dan coloring poster yang asyik. Sebelum poster yang official sekarang, sekitar 2 bulan sebelum release MD Pictures sempat merelease poster, namun menuai kontroversi di kalangan netizen. Akhirnya dibuatlah versi yang sekarang, lebih bagus memang. Trailer film ini juga menawan, memberi sedikit bocoran eksotika gambar di film ini, dengan ditambah bumbu penasaran akan konflik yang ditawarkan.



     |CERITA| Konflik di film ini cukup kompleks. Dibangun dengan pondasi yang tenang tapi bertempo cepat. Setiap karakter memang tidak diukapas terlalu dalam, tapi dalam porsi yang cukup, agar tidak berdampak di durasi yang terlalu lama. Cerita Surga yang Tak Dirindukan semakin kompleks, ketika sebenarnya konflik utama sudah terselesaikan, tapi muncul konflik baru yang tiba-tiba datang, dan terselesaikan dengan cepat, dan menjadi ending film ini. Rasanya jadi agak nanggung, walaupun tidak meninggalkan kesan buruk di film ini.


     |VISUAL| Indah, cantik, mempesona, pengambilannya asyik, teduh, angle beragam, beauty shot dipakai disaat yang pas. Drone yang dipakai untuk menangkap keindahan lanskape Jogja dari ketinggian memang keren, tapi sayang kualitas gambar berbeda dari gambar lain dan goyangnya terasa cukup mengganggu.


     |AUDIO| Tata musik illustrasinya syahdu sekali, cocok buat film ini. Foley dan dubbing juga halus. Walaupun kalau didengarkan secara detail, saat akan atau setelah selesai dialog, terasa perbedaan audionya, tapi itu gak ganggu sih. Satu lagi yang bikin tambah greget itu original soundtracknya yang dibuat oleh Melly Goeslaw dan dinyanyikan Krisdayanti.


     |ACTING| Diluar dari moment Laudya Chintya Bella yang belajar menggunakan hijab, Bella berhasil dengan sukses memerankan sosok Arini yang sangat emosionalnya dapet. Saat seneng, sedih, marah, kecewa, ikhlas, semua terlihat natural. 


     Tidak perlu diragukan lagi akting dari Fedi Nuril. Dia juga sukses membangun chemistry dengan Arini ketika dia menjadi Prasetya. Semua terlihat natural, seolah-olah dia memang Pras.


     Beda lagi dengan Raline Shah yang terkadang bermain cemerlang seperti di Film 99 Cahaya di Langit Eropa dan bermain biasa saat di Film 5 CM. Di Film Surga yang Tak Dirindukan, Raline Shah berperan baik, walaupun terkadang dibeberapa scene, agak terlihat kurang natural, tapi secara keseluruhan bagus.


     Pemeran pendukung lainnya berperan baik untuk mendukung jalan cerita film ini juga, seperti Kemal Palevi, Tanta Ginting, Zaskia Adya Mecca, dan beberapa aktor aktris keren lainnya.

Foto bersama Asma Nadia saat Premiere Film Surga yang Tak Dirindukan di Ambarukmo XXI Yogyakarta

     |KESIMPULAN| Film Surga yang Tak Dirindukan dibagun dengan cerita yang begitu Islami, konflik yang kompleks, jajaran pemain yang keren, dan pembelajaran hidup yang begitu banyak. Layak untuk ditonton baik dari anak-anak sampai orang tua. Suskes untuk produksi Manoj Punjabi ini! #BanggaFilmIndonesia

4 komentar:

  1. Rekomen gak za? Fedi Nuril bagusan mana sama yg di Ayat-Ayat Cinta?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rekomended Bar! Tapi better kamu nonton Mencari Hilal dulu.

      Waduh, udah lama gak nonton Ayat-Ayat Cinta, tapi yang jelas Fedi Nuril tampil mempesona, semakin dewasa aktingnya disini.

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. Replies
    1. Terima kasih banyak 😆

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi