Home » , , » Review Film Mencari Hilal (2015) : Perjalanan Penuh Makna

Review Film Mencari Hilal (2015) : Perjalanan Penuh Makna


     Film untuk menyambut libur Lebaran di tahun ini ada 4. Seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada film yang bernafaskan islami, tahun ini giliran Film Mencari Hilal. Walaupun Ismail Basbeth, sang sutradara berkata jika ini bukan film religi, namun tak bisa dipungkiri bahwa topik yang dibahas adalah seputar Islam. Apakah film Mencari Hilal yang momentumnya dirasa pas tayang saat lebaran, akan berhasil memanjakan penonton?


     |POSTER & TRAILER| Simpel, sederhana, menarik, dan mengena, dalam artian poster ini mampu memberikan gambaran betapa kuatnya setiap karakter yang ada, dalam membangun cerita. Si pembuat film juga mengerti, scene mana saja yang harus dimunculkan di trailer. Cuplikan-cuplikan yang ditampilkan begitu menggelitik calon penonton untuk tau lebih detail cerita film ini.


     |CERITA| Jenis cerita di film ini adalah perjalanan. Seperti film Perancis, dimana anak yang 'bandel' mengantarkan orang tuanya untuk pergi haji tapi lewat jalan darat. Inti film ini juga begitu, Heli, seorang anak yang 'nakal' terpaksa mengantarkan ayahnya untuk mencari hilal. Bagusnya film ini, dia mampu membuat penonton untuk terus menikmati alur film yang berjalan dengan segala konflik yang dibangun, tanpa ada space untuk bosan, kecuali memang kamu adalah penonton yang nggak interest sama film semacam Mencari Hilal.


     Ceritanya simpel, tapi konflik dan pembangunan karakternya begitu kuat, sehingga setiap penonton film ini bisa sampai begitu merasakan, apa yang dirasakan sang tokoh. Penonton juga jadi merasa dilibatkan didalam frame. Film Mencari Hilal ini, seperti tipe-tipe film festival, tapi bagusnya dia, mudah di mengerti seperti film komersial pada umumnya. Mungkin karena pembuatnya, Ismail Basbeth, juga terbiasa membuat film jenis ini.


     |VISUAL| Pilihan shotnya sesuai dengan kebutuhan. Nggak terlalu banyak beauty shot, karena banyak juga yang one shot dan gambarnya goyang. Gambarnya enak dipandang, efek CGInya juga halus. Satu yang bikin gambar lebih 'bernyawa' itu coloringnya, bagus.


     |AUDIO| Dubbing hampir semua dialog halus, kecuali bagian temennya Heli telepon, keliatan gak natural. Musik ilustrasinya passss menyentuh hati, keluarnya jarang-jarang, karena tanpa musik ilustrasipun, membangun emosi tersendiri bagi penonton. Foley kurang lengkap, di scene penting di akhir-akhir, saat di gurun, minim banget foley. Soundtrack juga keren.


     |ACTING| Gak perlu diragukan lagi memang, Deddy Sutomo di Film Mencari Hilal memang menjadi tokoh central yang punya karakter sangat kuat. Sampai penonton merasa jengkel, seneng, kagum, sama Mahmud (tokoh yang diperankan Deddy Sutomo) selama di bioskop. Deddy bisa mengaduk-aduk emosi penonton lewat ekspresi dan ucapan dialognya yang begitu natural.


     Oka Antara juga sebagai Heli, punya karakter yang sangat kuat. Inilah poin positif film ini. Sehingga setiap penonton bisa sampai merasuk kedalam setiap tokoh. Oka bisa menginterpretasikan Heli, dengan karakternya yang bertolak belakang, bisa menghadapi ayahnya yang seperti itu.


     Pemeran pendukung lain seperti Toro Margens, Erythrina Baskoro, dan cast lainnya, juga memberikan akting yang baik, setidaknya cukup untuk kebutuhan film.


     |KESIMPULAN| Film Mencari Hilal, memiliki banyak makna didalamnya, namun tetap mudah untuk dicerna. Bukan hanya sekedar perjalanan pencarian 'hilal' alias bulan sabit untuk menandakan awal bulan, tapi lebih dari itu. Kedalaman tokoh dan konflik cerita, menjadi modal utama yang dimiliki film ini untuk membuat penontonnya tersenyum saat keluar dari bioskop. #BanggaFilmIndonesia

4 komentar:

  1. Ku jadi inget beberapa bulan lalu aku nunggu ditahan crew film gabisa masuk gang rumah. Katanya suara motor bisa kedengeran. Gataunya deket rumah lagi buat shooting film dan kata mas crewnya judulnya Mencari Hilal. Dan ternyata kamu review sekarang za :"")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu kudu banget nonton Bar, kalau bisa minggu ini, karena penontonnya dikit, tapi ini keren banget

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
    2. Mas Riza, karena filmnya sudah turun bioskop. kita yang ingin nonton kembali bisa di dapatkan dimana?

      Delete
  2. mas, kalo sekarang filmya bisa kita dapat dimana?

    ReplyDelete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi